Suzuki telah meluncurkan kampanye penarikan kembali atau recall untuk model terbaru mereka, Fronx, di Australia.
Program perbaikan ini dilakukan akibat adanya cacat produksi yang mengakibatkan retractor sabuk pengaman tidak berfungsi saat dilakukan uji tabrak oleh Australasian New Car Assessment Programme (ANCAP), yang diumumkan beberapa waktu lalu.
Menurut informasi yang dikutip dari Drive pada Senin (29/12), Suzuki meminta pemilik Fronx untuk tidak menggunakan kursi belakang sampai masalah terkait sabuk pengaman ini diperbaiki.
Selain itu, dua pengumuman recall telah dikeluarkan, yang mencakup dua distributor Suzuki di Australia. Rincian dari pengumuman tersebut adalah untuk 75 unit di bawah Suzuki QLD, yang menjual kendaraan di Queensland dan wilayah utara New South Wales.
Pengumuman kedua melibatkan 249 unit Suzuki Fronx yang berada di bawah pengawasan Suzuki Australia, yang beroperasi di wilayah lain di negara tersebut.
Dengan demikian, pemberitahuan recall yang dikeluarkan oleh Departemen Infrastruktur setempat mencakup total 324 unit Suzuki Fronx.
Sebagai tambahan, total unit Suzuki Fronx yang telah terjual di Australia mencapai 1.447 unit. Namun, pihak Suzuki telah mengidentifikasi rentang VIN kendaraan yang berpotensi terdampak dan mungkin mengalami cacat tersebut.
Perintah penghentian penjualan telah diberlakukan untuk model Fronx, sementara investigasi terhadap cacat tersebut masih berlangsung.
Keputusan ini diambil demi keselamatan pengguna dan untuk memastikan bahwa semua kendaraan yang beredar memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan.
Advertisement
Dalam serangkaian uji tabrak yang dilakukan oleh ANCAP dan diumumkan baru-baru ini, risiko kegagalan sabuk pengaman menjadi perhatian utama.
Hasilnya, Fronx hanya berhasil meraih peringkat satu bintang, setelah menunjukkan 'tingkat perlindungan rendah' bagi penumpang dewasa dan anak-anak.
Model ini hampir saja mendapatkan peringkat nol bintang, karena skor Perlindungan Penumpang Anak yang hanya mencapai 40 persen merupakan batas minimum untuk memenuhi syarat peringkat satu bintang secara keseluruhan.
Uji tabrak tersebut menunjukkan bahwa Fronx memiliki masalah signifikan dalam hal keselamatan, terutama dalam perlindungan bagi penumpang anak.
Hal ini menjadi indikasi bahwa pengembangan lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan standar keselamatan kendaraan ini.
Dengan peringkat satu bintang, Fronx harus segera melakukan perbaikan untuk memastikan keselamatan penumpang dalam situasi darurat.
Tingkat perlindungan rendah yang dicatat dalam uji ini harus menjadi perhatian serius bagi produsen untuk meningkatkan desain dan fitur keselamatan kendaraan.