Kondisinya Parah, Volume Produksi Datsun Indonesia Anjlok 70 Persen per Agustus

Selasa, 26 November 2019 17:10 Reporter : Syakur Usman
Kondisinya Parah, Volume Produksi Datsun Indonesia Anjlok 70 Persen per Agustus Datsun GO Panca Special Version. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mengabarkan Datsun berencana menghentikan basis produksinya di Indonesia mulai Januari 2020, karena perubahan strategi bisnis dari prinsipalnya, PT Nissan Motor Indonesia.

Sejak 2014, pabrik Datsun di Purwakarta, Jawa Barat, merupakan salah satu basis produksi global mobil Datsun bersama India dan Rusia.

Namun, berjalan hampir lima tahun, volume produksi pabrik Datsun Purwakarta mengalami laju penurunan produksi.

Sebenarnya seberapa parah kinerja Datsun Indonesia pada tahun ini?

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, volume produksi Datsun Indonesia anjlok lebih dari 70 persen menjadi 3.062 unit pada Januari-Agustus tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Akibatnya, pangsa pasarnya pun turun menjadi 0,4 persen dari 1,2 persen.

Per Agustus tahun ini, volume produksi Datsun Indonesia hanya 336 unit, turun 4 persen dibandingkan bulan sebelumnya (Juli) yang tercatat 350 unit.

Dari sisi penjualan ritel juga demikian. Penjualannya turun 21 persen menjadi 5.646 unit periode Januari-Agustus tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Sehingga pangsa pasarnya turun jadi 0,8 persen di segmen mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dan mobil kecil (city car), lewat model Datsun GO, GO+, dan GO Cross.

Sejatinya, pangsa pasar Datsun ini semakin menurun sejak Toyota dan Daihatsu masuk ke pasar LCGC dengan model Agya dan Ayla pada 2014. Kemudian LCGC tiga baris lewat model Toyota Calya dan Daihatsu Sigra pada 2016.

1 dari 1 halaman

Pemerintah dorong sasar pasar ekspor

 /></p>
<p style=2019 Merdeka.com

Sementara itu, Kementerian Perindustrian masih menunggu kedatangan Datsun Indonesia untuk menyampaikan secararesmi rencananya menghentikan produksi mobil Datsun GO dan GO+ di pabrik Purwakarta, Jawa Barat.

"Pasar domestik produk otomotif memang sedang turun pada tahun ini karena tahun politik. Maka itu, kementerian selalu mendorong setiap pabrikan di Indonesia juga menyasar pasar ekspor. Tidak hanya mengandalkan pasar domestik. Apalagi volume ekspor produk otomotif Indonesia naik 28 persen pada tahun ini. Hal ini menandakan bahwa daya saing produk otomotif Indonesia kompetitif," ujar Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, usai menghadiri peresmian fasilitas quick charger Mitsubishi Outlander PHEV di Plaza Senayan, Selasa (26/11).

Kata dia, saat pasar domestik lesu, kemudian penjualan Datsun Indonesia tidak cukup, maka skala ekonomi pabriknya tidak tercapai. Dampaknya, hal wajar prinsipal mencari strategi lain.

"Ini bukan berota buruk bagi industri otomotif nasional. Banyak investor yang ingin masuk ke Indonesia," pungkas dia.

[sya]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini