Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

IA ITB Jakarta Siap Bantu Desain Charging Station Mobil Listrik Murah di Jakarta

IA ITB Jakarta Siap Bantu Desain Charging Station Mobil Listrik Murah di Jakarta Damoza Nirwan sebagai Ikatan Alumni ITB Jakarta periode 2022-2026.. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) Jakarta periode 2022-2026 siap membantu masyarakat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbanyak fasilitas charging station atau catu daya untuk kendaraan listrik di Jakarta.

Penegasan itu disampaikan Damoza Nirwan, Ketua IA ITB Jakarta periode terbaru yang dikukuhkan pada akhir pekan lalu.

Damoza mengatakan IA ITB Jakarta menghimpun seluruh alumnus ITB yang berada di Jakarta dengan latar science, technology, engineering, and math (STEM).

Para alumnus ITB dengan latar keilmuan STEM itu dapat membantu mendesain fasilitas catu daya mobil listrik yang murah di Jakarta. Sebab kalau investasinya mahal, menjadi hambatan membangunfasilitas catu daya lebih banyak.

"Untuk mempermudahnya, IA ITB Jakarta dapat membantu secara teknologi melakukan desain catu daya yang efisien, murah, dan menyediakan orang-orang yang punya kapabilitas manufaktur dan membuatnya. Sehingga fasilitas ini dapat murah investasinya supaya banyak orang mau berinvestasi di berbagai titik, bahkan di kafe-kafe di Jakarta, bila memang murah," ujar Damoza yang baru dikukuhkan sebagai Ketua IA ITB Jakarta periode 2022-2026 pada Merdeka.com, Senin (19/9).

Sebelumnya, PT PLN menyebutkan investasi untuk satu stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) atau fasilitas catu daya berkisar Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.

Menurut Damoza, fasilitas SPKLU memang sangat diperlukan di Jakarta bahkan Indonesia. Sebab transisi ke mobil listrik seperti yang terjadi di China, Norwegia, atau Jerman yang populasi mobil listriknya besar, ditopang fasilitas SPKLU yang banyak.

Ibarat ayam dan telur, masyarakat enggan membeli mobil listrik bila SPKLU-nya masih sedikit. Begitu juga sebaliknya, investor tidak mau membanhgun SPKLU, bila pengguna mobil listrik masih kecil.

" Maka itu, Jakarta harus menggiatkan pembangunan SPKLU. Apalagi banyak orang bekerja di Jakarta, tapi tinggal di luar Jakarta sehingga jarak tempuhnya dari rumah ke kantor lumayan tinggi. Jadi sangat membutuhkan SPKLU itu di Jakarta," jelas Damoza yang juga Chief Executive Officer (CEO) Hyundai GOWA, jaringan diler resmi mobil Hyundai.

IA ITB Jakarta periode 2022-2026, lanjut dia, berkomitmen berkontribusi langsung kepada masyarakat Jakarta secara secara nyata.

"Sewaktu kuliah di ITB, kami sebenarnya disubsidi oleh negara. Kini saatnya alumni mengembalikan dengan semangat 'giving back to the society'. Kita harus berkontribusi baik tenaga, pikiran, maupun materi dengan semangat tersebut," kata Damoza. (mdk/sya)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP