Gara-Gara Botol Air Tumpah Mobil Listrik Rusak, Diperbaiki Nyaris Rp200 Juta, Asuransi Angkat Tangan

Botol air mineral yang harganya sekitar Rp30 ribu terjatuh dari tempatnya saat ia melakukan pengereman mendadak di jalan tol.

Zaidan Fakhir Heryani
Oleh Zaidan Fakhir Heryani - Reporter
Gara-Gara Botol Air Tumpah Mobil Listrik Rusak, Diperbaiki Nyaris Rp200 Juta, Asuransi Angkat Tangan
IONIQ 5 Limited Edition resmi hadir untuk pasar Indonesia. (Dok: Hyundai Motors Indonesia) (© 2025 Liputan6.com)

Banyak pemilik mobil mungkin menganggap tumpahan air hanyalah masalah sepele. Mereka percaya, yang paling parah hanya karpet yang basah atau kabin yang mengeluarkan bau tidak sedap jika dibiarkan terlalu lama.

Namun, bagi seorang pengemudi di Florida, Amerika Serikat, insiden sederhana ini justru berujung pada mimpi buruk dengan tagihan perbaikan mencapai hampir USD12.000, atau sekitar Rp190 juta.

Kisah ini dimulai ketika sebuah botol air mineral yang harganya sekitar Rp30 ribu terjatuh dari tempatnya saat ia melakukan pengereman mendadak di jalan tol.

Tidak ada tabrakan, tidak ada kecelakaan, hanya air yang mengalir ke lantai dan mengenai kabel di bawah jok Hyundai Ioniq 5 miliknya.

Menurut laporan dari carscoops, Rabu (3/12), meskipun kejadian ini tampak sepele, tumpahan air tersebut memicu serangkaian masalah kelistrikan yang membuat mobil listriknya menampilkan berbagai peringatan di dashboard.

Bahkan, lampu sein sempat tidak berfungsi, dan saat pemiliknya tiba di rumah, ia mengalami kesulitan untuk mematikan mobilnya.

Ketika mobil tersebut dibawa ke bengkel resmi Hyundai, diagnosa yang diterima sangat mengejutkan: rangkaian kabel di bawah lantai dan komponen terkait harus diganti secara menyeluruh.

Kerusakan ini tidak hanya mahal, tetapi juga tidak ditanggung oleh garansi karena dianggap sebagai kerusakan akibat faktor eksternal, bukan cacat pabrik.

Upaya pemilik untuk mengklaim asuransi pun gagal, karena perusahaan asuransi menyatakan bahwa kerusakan tersebut terjadi secara bertahap, bukan sebagai akibat dari satu insiden tunggal.

Kisah ini mengundang diskusi luas mengenai kerentanan komponen kelistrikan pada kendaraan listrik modern, termasuk kemungkinan biaya perawatan yang dapat meningkat secara signifikan.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa teknologi canggih pada kendaraan listrik tidak hanya menawarkan keunggulan, tetapi juga dapat menimbulkan tantangan besar jika terjadi masalah teknis, bahkan yang bermula dari insiden kecil.

Sepele tapi Rusak Berat

Sepele Tapi Bikin Bangkrut, Botol Air Tumpah Rusakkan Ioniq 5 hingga Rugi Rp 190 Juta
IONIQ 5 Limited Edition resmi hadir untuk pasar Indonesia. (Dok: Hyundai Motors Indonesia) © 2025 Liputan6.com

Berdasarkan laporan dari media lokal mengenai insiden ini, peristiwa tersebut dimulai ketika Mike McCormick, pemilik Hyundai Ioniq 5, melakukan pengereman di tengah kemacetan.

Akibatnya, botol air yang terletak di cupholder belakang terjatuh dan tumpah mengenai beberapa konektor kabel di area kaki penumpang.

Tidak ada kepastian apakah tutup botol tersebut terlepas atau hanya longgar, namun air yang mengenai bagian kelistrikan cukup untuk menyebabkan gangguan.

Beberapa menit setelah kejadian itu, mobil mulai menunjukkan tanda-tanda aneh. Lampu peringatan menyala, indikator sein tidak berfungsi, dan setelah perjalanan selesai, mobil tersebut bahkan tidak dapat dimatikan.

Situasi ini mengharuskan McCormick untuk membawa kendaraannya ke bengkel resmi guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tagihan Nyaris Rp200 Juta dan Tidak Ditanggung Garansi

Sepele Tapi Bikin Bangkrut, Botol Air Tumpah Rusakkan Ioniq 5 hingga Rugi Rp 190 Juta
IONIQ 5 Limited Edition resmi hadir untuk pasar Indonesia. (Dok: Hyundai Motors Indonesia) © 2025 Liputan6.com

Setelah melakukan pemeriksaan, dealer Hyundai menyampaikan kabar yang tidak menyenangkan. Rangkaian kabel di bawah lantai mobil harus diganti secara keseluruhan, dan biaya penggantian yang diperlukan mencapai USD11.882,08.

Hyundai menjelaskan bahwa kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor eksternal, yaitu tumpahan air, sehingga garansi tidak dapat diterapkan.

Meskipun demikian, McCormick tidak menyerah dan mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi.

Sayangnya, hasil klaim tersebut tetap mengecewakan. Perusahaan asuransi State Farm menolak klaim yang diajukan, dengan alasan bahwa kerusakan yang terjadi adalah akibat dari proses yang bertahap, bukan disebabkan oleh satu kejadian tunggal.

Akibatnya, pemilik mobil terpaksa menanggung seluruh biaya perbaikan yang cukup besar tersebut.

Mengapa Komponen EV Sangat Sensitif?

Sepele Tapi Bikin Bangkrut, Botol Air Tumpah Rusakkan Ioniq 5 hingga Rugi Rp 190 Juta
IONIQ 5 Limited Edition resmi hadir untuk pasar Indonesia. (Dok: Hyundai Motors Indonesia) © 2025 Liputan6.com

Laporan dari media lokal menunjukkan bahwa Ioniq 5 bukan satu-satunya kendaraan listrik yang menghadapi masalah pada area kabel di bawah jok.

Kasus serupa juga pernah dialami oleh pemilik lain yang terpaksa membayar biaya penggantian harness yang mencapai lima digit.

Selain itu, perawatan kendaraan listrik (EV) modern sering kali memerlukan alat diagnostik yang khusus. Sebagai contoh, untuk mengganti kampas rem pada Hyundai Ioniq 5 N, diperlukan perangkat khusus yang harganya bisa mencapai ribuan dolar.

Situasi ini memicu diskusi di kalangan pemilik EV dan komunitas otomotif. Banyak yang berpendapat bahwa komponen kelistrikan seharusnya dilengkapi dengan perlindungan yang lebih baik terhadap insiden sehari-hari, seperti tumpahan cairan.

Di sisi lain, ada juga yang berargumen bahwa pemilik kendaraan harus lebih berhati-hati, mengingat struktur EV memiliki area sensitif yang berbeda dibandingkan mobil konvensional.

Rekomendasi