Diplomasi Ekonomi Kreatif Dinilai Strategis, DPR RI Usulkan Pembentukan UU

Tenaga Ahli DPR RI dorong RUU diplomasi ekonomi kreatif agar budaya Indonesia mendunia. Wayang dan lagu jadi andalan, kontribusi industri kreatif capai 7% PDB.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Diplomasi Ekonomi Kreatif Dinilai Strategis, DPR RI Usulkan Pembentukan UU
Diplomasi Ekonomi Kreatif Dinilai Strategis, DPR RI Usulkan Pembentukan UU (Merdeka.com)

Tenaga Ahli DPR RI, Faizal Hermiansyah, mendorong penyusunan RUU diplomasi ekonomi kreatif. Tujuannya agar budaya Indonesia mendunia. Hal ini disampaikannya dalam acara Creative Talks Road to Kongres Gekrafs di Jakarta. Faizal menyoroti potensi besar Indonesia dalam bidang ekonomi kreatif.

Menurutnya, diplomasi saat ini lebih fokus pada flora dan fauna. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang dapat dipromosikan. Ia mencontohkan pertukaran wayang dan lagu sebagai langkah konkret. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.

Faizal menambahkan, Indonesia memiliki aset berharga seperti lagu Indonesia Raya. Selain itu, Bali sudah dikenal luas oleh wisatawan mancanegara. Jember Fashion Week dan Reog Ponorogo juga menjadi daya tarik wisata. Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal.

Faizal menekankan pentingnya fokus pada potensi industri kreatif. Saat ini, industri ini menyumbang sekitar 7% terhadap pendapatan negara. Pemerintah perlu memilih tren dunia yang relevan dengan kebudayaan Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan produk kreatif yang menarik dan berdaya saing.

Pemisahan Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pariwisata dinilai positif. Dengan struktur baru ini, keputusan terkait industri kreatif dapat langsung disampaikan kepada presiden. Hal ini diharapkan mempercepat pengembangan sektor ini.

Faizal juga menyinggung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia mendorong seniman dan kreator untuk tidak takut pada AI. Justru, AI dapat menjadi alat bantu untuk menemukan ide dan meningkatkan kreativitas.

Faizal berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk kreatif asing. Ia ingin Indonesia menjadi negara produsen talenta kreatif. Talenta ini dapat menjadi alat diplomasi budaya yang efektif.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) akan mengadakan kongres pertama. Kongres ini diharapkan menjadi momentum untuk menggerakkan industri kreatif. Fokusnya adalah pada diplomasi dan pengembangan potensi ekonomi.

Kongres Gekrafs akan dilaksanakan pada 18-19 Juli 2025. Acara ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah strategis. Tujuannya untuk memajukan industri kreatif Indonesia di kancah internasional.

Rembuk Kreatif Nasional (Reknas) direncanakan pada 18-20 Juli 2025. Forum ini akan menjadi wadah bagi pelaku kreatif. Mereka akan merumuskan arah kebijakan bersama. Tujuannya adalah untuk pengembangan industri kreatif Indonesia.

Diplomasi ekonomi kreatif adalah strategi penting bagi Indonesia. Tujuannya meningkatkan perekonomian dan memperkuat posisi di dunia. Dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi sangat dibutuhkan.

Dengan sinergi yang baik, potensi besar industri kreatif Indonesia dapat dioptimalkan. Hal ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Rekomendasi