Serangkaian Kejutan Piala AFF 2022, Indonesia Juara kah?

Moch N. Kurniawan Dosen Ilmu Komunikasi Swiss German University Jumat, 30 Desember 2022 19:24
Serangkaian Kejutan Piala AFF 2022, Indonesia Juara kah? Indonesia vs Thailand. ©2022 Bola.com/Bagaskara Lazuardi

Merdeka.com - Piala AFF (ASEAN Football Federation) 2022 20 Desember 2022 - 16 Januari sudah mulai mendekati akhir babak grup. Hingga pertandingan kedua dan ketiga, klasemen Grup A dipuncaki Thailand, diikuti Indonesia, Kamboja, Filipina dan Brunei. Sedangkan di Grup B Vietnam memimpin, disusul Malaysia, Singapura, Myanmar dan Laos.

Tim Kejutan Buntuti Unggulan

Di Grup A Piala AFF 2022 ini favorit-nya adalah Thailand (peringkat 111 FIFA) selaku juara bertahan, disusul oleh Indonesia (peringkat 151) yang juga finalis Piala AFF 2020, sementara tim penggembira adalah Brunei (peringkat 190). Sedangkan salah satu tim yakni Kamboja (peringkat 177) atau Filipina (peringkat 134) diprediksi bisa mengejutkan.

Performa Thailand kali ini sedikit menurun. Kurang efektif di depan gawang meskipun kokoh di lini belakang. Brunei & Filipina memang ditaklukkan masing -masing 5-0 dan 4-0, namun seharusnya bisa dikalahkan dengan skor lebih besar.

Mungkin karena Thailand hanya menggunakan pemain lokal tanpa bintang mereka Chanatip Songrasin yang bermain di Liga Jepang serta absennya para pemain naturalisasi.

Sedangkan Indonesia, walaupun persiapannya terganggu dengan situasi Liga 1 yang sempat dihentikan sementara hingga awal desember akibat tragedi berdarah Kanjuruhan, tetap diperhitungkan sebagai tim kuat karena diperkuat mayoritas pemain di Piala AFF 2020, plus beberapa pemain naturalisasi baru seperti bek Jordi Amat dan penyerang tersubur Liga Indonesia Ilija Spasojevic.

Performa Indonesia kurang menggigit di lini depan di pertandingan pertama saat menang 2-1 melawan Kamboja, dan baru meningkat saat menghancurkan Brunei 7-0 di pertandingan kedua.

Tim kejutan di Grup A turnamen ini tampaknya menjadi milik Kamboja (peringkat 177 FIFA) usai mengalahkan Filipina 3-2 di pertandingan pertama, lalu hanya kalah tipis 1-2 melawan Indonesia di pertandingan kedua. Tim terlemah Brunei ditundukkan 5-1 pada pertandingan ketiga, sehingga Kamboja mempunyai kesempatan emas lolos semifinal jika mengalahkan tuan rumah Thailand di pertandingan terakhir.

Mustahil? Belum tentu, Kamboja pasti akan all-out saat menghadapi Thailand, apalagi di kelompok umur U-19 Kamboja sudah beberapa kali mengalahkan Thailand.

Perubahan yang paling mencolok dari timnas Kamboja adalah mentalitas bertanding yang tidak takut kalah, kenyamanan dalam mengontrol bola serta kualitas umpan yang semakin baik. Hanya sisi skill individu 1-on-1 dan pengalaman juara masih tertinggal dari Thailand dan Indonesia.

Sedangkan kans Filipina membuat kejutan praktis hilang setelah ditaklukkan Kamboja, meskipun kemudian menang 5-1 lawan Brunei, namun kembali kalah telak saat melawan Thailand. Imbasnya tentu merusak motivasi para pemain Filipina, sehingga sulit rasanya Filipina menang di pertandingan terakhir melawan Indonesia.

Di Grup B, Vietnam, tim terkuat Asia Tenggara (peringkat 96 FIFA), adalah favorit juara grup. Mengandalkan materi pemain yang relatif seperti di Piala AFF 2020 ditambah dengan satu pemain pilar yang bermain di liga 2 Prancis Nguyen Quang Hai, Laos (peringkat 187) langsung digunduli 6-0 di pertandingan perdana tanpa susah payah. Pada laga-laga grup selanjutnya, rasanya Vietnam tidak akan kesulitan menaklukkan tim-tim lainnya.

Malaysia (peringkat 145) adalah favorit kedua Grup B, meskipun permainannya menurun akibat penolakan sejumlah pemain inti untuk berlaga di Piala AFF 2022 yang bukan agenda resmi FIFA. Alhasil, mereka kewalahan di pertandingan pertama lawan Myanmar (peringkat 159) dengan menang tipis 1-0. Pada laga berikutnya permainan Malaysia membaik dan menang mudah lawan Laos 5-0, namun anjlok lagi pada pertandingan ketiga lawan tuan rumah Vietnam, dimana Malaysia digunduli 0-3.

Singapura (peringkat 160) yang mengalahkan Myanmar 3-2 dan Laos 2-0 sejauh ini menjadi tim yang dinaungi dewi fortuna dan bersiap membuat kejutan di babak akhir Grup B. Permainannya memang masih belum meyakinkan, namun sebagian besar pemain Singapura punya mental yang kuat dan berpengalaman menjadi bagian dari squad yang lolos ke semifinal Piala AFF 2020.

Pada pertandingan selanjutnya, Singapura diprediksi kalah saat menjamu Vietnam. Selain karena performa Vietnam yang stabil, juga rekor enam pertemuan terakhir antara kedua tim menunjukkan Vietnam menang 4 kali dan seri 2 kali. Sekalipun kalah lawan Vietnam, Singapura masih berpeluang ke semifinal saat bertandang ke Malaysia di pertandingan terakhir Grup B.

Di grup B ini, Myanmar yang awalnya diperkirakan bisa membuat kejutan, saat ini cenderung bergabung dengan Laos sebagai pesakitan.

Kejutan Terakhir: Indonesia Juara?

Dalam turnamen ini, dua tim favorit Thailand dan Indonesia memiliki kelemahan yang sama yakni sering membuang peluang dan membuat umpan yang tidak akurat. Thailand lebih kokoh sedikit di lini belakang serta memiliki kualitas umpan satu dua sentuhan yang lebih lancar,sedangkan Indonesia lebih ngotot dan bertenaga cara bermainnya.

Kondisi itu terbukti membuat pertemuan antara kedua tim di Jakarta Kamis, 29 Desember 2022, berjalan ketat dan berimbang. Skill individu yang masih disimpan, kebugaran fisik yang terjaga berkat strategi rotasi, permainan pressing, serta dukungan puluhan ribu penonton tuan rumah Indonesia yang diperkirakan menjadi faktor pembeda bagi Indonesia, nyaris menjadi nyata.

Strategi Indonesia untuk bermain menunggu sambil melakukan pressing ketat, membuat Thailand selalu kebingungan saat mau umpan ke depan, otomatis peluang yang didapat lebih sedikit, yakni 5 untuk Thailand berbanding 7 untuk Indonesia.

Sayangnya kebiasaan pemain Indonesia membuang peluang emas kambuh lagi, dan akhirnya hanya menghasilkan satu gol ke gawang Thailand lewat penalti menit ke-50. Hal ini harus dibayar mahal dengan gol balasan di menit ke-79 dari Thailand yang sudah bermain dengan 10 orang sejak menit ke-62.

Hasil seri ini menunjukkan kelemahan tim Thailand di Piala AFF kali ini. Kalau diukur, kualitasnya setingkat di bawah tim Thailand di Piala AFF 2020, dan sedikit di bawah Indonesia. Ekspresi wajah pemain Thailand juga terlihat kurang percaya diri dan kurang senyum, berbeda dengan tim Thailand di AFF 2020 yang tenang dan banyak senyum lebar saking percaya dirinya.

Namun hasil seri ini juga membuat jalan Indonesia ke final lebih berliku. Para pemain jelas tidak boleh patah arang, melainkan tetap harus menjalankan dengan sepenuh hati prinsip coach STY bahwa setiap pertandingan adalah final.

Artinya para pemain tetap harus mempersiapkan diri sebaik baiknya sebelum pertandingan, membuang jauh-jauh pikiran meremehkan lawan, tidak takut kepada lawan yang lebih difavoritkan, memberikan yang terbaik saat bertanding, cepat bangkit jika tertinggal, dan tidak pernah lengah hingga akhir jika sudah unggul dalam suatu pertandingan. Satu hal lagi, konsentrasi penuh dan tidak menyia-nyiakan peluang emas mencetak gol.

Jika ingin lolos dengan status juara Grup A sekaligus menghindari bertemu calon juara Grup B Vietnam di semifinal, maka Indonesia wajib menang besar saat bertandang ke Filipina di pertandingan terakhir. Dengan asumsi Thailand nanti menang lawan Kamboja 1-0, maka Indonesia harus menang minimal 3-0 lawan Filipina. Kalah atau seri, maka lolos tidaknya Indonesia ke semifinal tergantung hasil Thailand vs Kamboja.

Kemungkinan Indonesia menang besar melawan Filipina cukup terbuka, mengingat pertahanan Filipina sudah kebobolan 8 gol dari Thailand, Kamboja maupun Brunei. Jikapun itu nanti masih belum cukup juga untuk menjuarai Grup A, tak jadi soal. Dengan mengakhiri babak grup tanpa kekalahan, Indonesia telah mengirimkan pesan penting kepada calon lawan bahwa kita tidak takut siapapun dan memiliki rasa lapar untuk memenangi pertandingan.

Lawan terberat baik bagi Indonesia maupun Thailand jika maju ke semifinal adalah Vietnam yang permainannya paling menarik, kompak dan eksplosif. Namun, gaya meledak-ledak ini juga bisa menjadi senjata makan tuan buat Vietnam, sebagaimana salah satu pemainnya di kartu merah saat mengasari pemain Malaysia dalam pertandingan yang berjalan keras. Bermain dengan sepuluh pemain membuat panik kubu Vietnam, walaupun ini tidak berlangsung lama karena kemudian pemain Malaysia juga ikut kena kartu merah.

Bertemu Vietnam di semifinal pasti akan jadi laga yang keras, dan sulit untuk bermain terbuka melawan mereka. Strategi Maroko saat mengalahkan Portugal di Piala Dunia dengan memilih bermain ngotot, counter attack yang cepat dan akurat bisa menjadi pilihan yang logis bagi Indonesia jika ingin menang melawan Vietnam saat ini.

Malaysia atau Singapura, akan lebih disukai baik oleh Indonesia maupun Thailand untuk menjadi lawan di semifinal, karena dua negara tersebut masih belum stabil permainannya. Finishing Malaysia yang buruk saat melawan tim sekelas Vietnam, adalah pekerjaan yang berat bagi coach Kim Pan-gon untuk memperbaikinya. Sedangkan Singapura masih butuh waktu memperjelas gaya permainannya sesuai keinginan coach Nishigaya dan masih akan mengandalkan tendangan bebas, kesalahan lawan, dan umpan lambung untuk memenangkan pertandingan.

Meskipun bukan perkara yang mudah juga untuk menaklukkan Malaysia atau Singapura, namun penerapan komposisi pemain yang seimbang saat menyerang dan bertahan serta pressing yang ketat sejak awal seperti di Piala AFF 2020 diprediksi akan kembali membuat Malaysia dan Singapura kedodoran mengimbangi tekanan Indonesia.

Singkatnya, memang peluang kita ke final Piala AFF akan lebih besar jika menghadapi Malaysia atau Singapura di semifinal ketimbang Vietnam. Jika maju ke final, peluang juara Indonesia membesar bila bertemu dengan Thailand daripada Vietnam.

Namun dengan memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri serta lawan, disikapi dengan pendekatan setiap pertandingan adalah final, plus strategi jitu dari coach STY serta kerja keras pemain di lapangan, Indonesia lebih dari mampu untuk membuat kejutan akhir menjadi juara pada gelaran Piala AFF kali ini. Semoga!

[noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini