Menyusun dan Membangun Indonesia yang Merdeka

Dr (H.C.) Puan Maharani Ketua DPR RI Senin, 23 Januari 2023 13:15
Menyusun dan Membangun Indonesia yang Merdeka Upacara Bendera 17 Agustus di Gunung Merapi. ©kapanlagi.com/agus apriyanto

Merdeka.com - Tanggal 17 Agustus 2022, bangsa dan negara Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke 77 (tujuh puluh tujuh). Peringatan hari kemerdekaan dimaksudkan, selain untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga agar kita merdeka dan bebas dari belenggu penjajahan, juga menjadi momentum dalam merefleksikan kembali perjalanan panjang bangsa Indonesia, yang penuh dengan dialektika dalam menghadirkan dinamika, dan membentuk gelombang romantika, yang bermuara pada peradaban bangsa dan negara Indonesia menjadi seperti saat ini.

Semangat untuk merdeka, yang digelorakan 77 tahun yang lalu, adalah semangat untuk dapat menyusun bangsa dan nasib tanah air oleh Bangsa Indonesia sendiri, yang dapat mewujudkan kehidupan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Telah 77 tahun lamanya, kita telah menyusun dan membangun kemajuan Indonesia untuk mewujudkan cita2 kemerdekaan tersebut. Pasang surut gelombang pembangunan, disertai dengan gelombang globalisasi dan kemajuan teknologi, telah menggerakkan berbagai reformasi dan transformasi di Indonesia.

Tugas membangun bangsa dan negara kita ke depan, menghadapi tantangan dan kendala yang tidak ringan: kita masih menghadapi ketidakpastian situasi pandemi covid-19, konflik geopolitik, pemulihan ekonomi global di tengah kerentanan pangan, energi, pengangguran, kebijakan moneter global, dlsb.

Saat ini kita juga berada dalam era globalisasi; era kemajuan teknologi dan industri yang semakin cepat dan dinamis; yang telah menempatkan masyarakat kita terbuka dan terhubung secara sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Sehingga berbagai ideologi, cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup, dengan mudah masuk kedalam kehidupan rakyat Indonesia. Walaupun hal tersebut belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Bahkan dapat menggerus nilai-nilai luhur bangsa, agama, budaya, tergerusnya sopan santun, etika, dan toleransi.

Tentu saja kita tidak anti budaya asing. Kita tidak dapat mengisolasi diri dari pengaruh budaya asing. Akan tetapi dengan kepribadian jiwa bangsa yang kuat, maka budaya asing dapat disaring dan dilarutkan dalam kebudayaan nasional.

Kita, sebagai bangsa dan negara, semakin dituntut memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, agar dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua, seluruh pemangku kepentingan, seluruh anak bangsa, untuk membangun kekuatan nasional kita, yang dimulai dari kesadaran, kemauan dan komitmen untuk ikut ambil bagian dalam kerja bersama, gotong royong, memajukan Indonesia di segala bidang. Kebersamaan yang bersumber dari cinta pada tanah air dan cinta pada bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber-Pancasila dan Ber-Bhineka Tunggal Ika.

Banyak cara dalam berpartisipasi, bergotong royong, kerja bersama menyusun dan membangun Indonesia; ada dengan cara menjadi ASN, menjadi swasta, ada juga yang bergerak dalam dunia pendidikan, mengabdi dibidang sosial, politik, bergerak di bidang jurnalistik, pers, olahraga, kesenian, pengamat, dlsb dan dapat diartikulasikan dlm bentuk gagasan, kerja, prestasi, gerakan, kritik, dlsb.

Semua bentuk partisipasi menyusun dan membangun Indonesia tersebut apabila ditujukan untuk memajukan Indonesia maka arah dari kerja bersama tersebut akan memberikan energi yang positif dalam produktifitas memajukan Indonesia, memperkuat kebersamaan rakyat, mempersatukan rakyat, meneguhkan Pancasila, memperkuat semangat kebangsaan Indonesia, serta membudayakan kepribadian bangsa Indonesia. Suatu jiwa pengabdian untuk bangsa dan negara.

Dengan jiwa pengabdian membangun Indonesia, maka Politik Pembangunan Indonesia dalam mengisi kemerdekaan dilaksanakan berpihak pada kesejahteraan rakyat, kemajuan pembangunan diseluruh wilayah tanah air, dan berpihak pada pembangunan kebudayaan nasional.

Politik pembangunan tersebut membutuhkan tahapan pelaksanaan, prioritas, pengelolaan sumber daya, dan perencanaan pembangunan nasional. Sasaran Pembangunan, tidak hanya pembangunan fisik akan tetapi juga menjangkau pembangunan karakter bangsa.

Politik pembangunan ke depan hendaknya dapat mengintegrasikan seluruh wilayah, seluruh pemerintahan pusat dan daerah, dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, kemajuan bangsa, dan kebudayaan nasional.

Arah dan prioritas pembangunan nasional ke depan membutuhkan landasan hukum yang memadai untuk dapat dilaksanakan oleh setiap pemerintahan, sehingga pembangunan fisik dan pembangunan karakter bangsa dapat berkesinambungan menuju pada kemajuan dalam mencapai tujuan nasional.

Selama 77 tahun merdeka, Bangsa Indonesia telah mengalami berbagai perkembangan dan kemajuan, baik dari sisi tata negara, sistem demokrasi, sistem pemerintahan, pola pembangunan, administrasi pemerintahan, serta hubungan antar lembaga negara.

Membangun Indonesia memiliki arti yang sangat luas, yaitu membangun dalam segala bidang kehidupan negara dan masyarakat untuk menuju arah dan cita-cita kemerdekaan seperti yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945.

Marilah kita perkuat kerja bersama, bergotong royong, dalam menyusun dan membangun Bangsa dan Negara Indonesia, sehingga Indonesia menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

[noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini