Obituari: Rekam jejak karir Nicky Hayden, 1981 hingga 2017

Nicky Hayden mendedikasikan hidupnya ke balap motor. Menekuni dunia balap sejak usia tiga tahun, Hayden berhasil memperoleh banyak prestasi. Puncak karirnya adalah ketika berhasil mengalahkan Valentino Rossi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP musim 2006.

Tim Merdeka
Oleh Tim Merdeka - Reporter
Obituari: Rekam jejak karir Nicky Hayden, 1981 hingga 2017
Nicky Hayden Meninggal. ©2017 AFP Photo

Dunia balap motor baru saja kehilangan salah satu talenta terbaiknya, Nicky Hayden.

Pebalap asal Amerika Serikat berusia 35 tahun ini meninggal dunia Selasa (22/5), setelah mengalami kritis selama tujuh akibat kecelakaan tragis yang menimpanya di Italia.

Hayden dan balap motor memang menjadi tak terpisahkan semenjak dirinya mengenal dunia balap di usai balita. Lahir di Owensboro, Kentucky pada 1981, anak dari pasangan Earl dan Rose Hayden sudah dikenalkan ke balap dirt track di usia tiga tahun. Menginjak usia lima tahun, Hayden meneruskan hobi balapnya ke ajang minibike.

Karir balap profesional Kentucky Kid dimulai di usia 16 saat dirinya berhasil masuk ke ajang balap AMA Supersports musim 1997 di kelas 750cc dan 600cc. Sempat berganti tim dari Suzuki ke Honda, akhirnya Hayden berhasil menjadi juara dunia termuda kelas AMA Supersport 600 pada 1999.

Capaian tersebut membuat pabrikan sayap mengepak mempromosikan Hayden ke kelas Superbikes di musim berikutnya. Catatan di kelas AMA Superbikes Hayden pun terbilang cemerlang. Menduduki posisi kedua dan ketiga di dua tahun pertama, Hayden menasbihkan diri sebagai juara dunia AMA Superbikes du musim 2002.

Talenta Hayden tak disia-siakan Honda dengan langsung merekrutnya menjadi pebalap pabrikan HRC di MotoGP pada 2003. Menjadi rekan satu tim Valentino Rossi kala itu, Hayden menorehkan dua podium sebagai rookie di kelas para raja.

Sempat terhambat cedera tulang selangka di 2004, Hayden akhirnya meraih kemenangan perdana di kelas MotoGP pada musim balap 2005. Kemenangan ini makin manis karena diraihnya di sirkuit Laguna Seca, Amerika Serikat, yang jadi laga kandang baginya.

Puncak karir Hayden di dunia balap terjadi di musim 2006. Menjadi andalan Honda bersama Dani Pedrosa, Hayden berhasil mengukuhkan diri sebagai juara dunia MotoGP. NH69 tercatat hanya mengoleksi dua podium teratas, masih kalah dengan rival utamanya Rossi (5), Loris Capirossi (3), dan Marco Melandri (3). Namun konsistensi Hayden di musim ini dengan 9 raihan podium di 11 seri awal lah yang berhasil membuatnya mengalahkan The Doctor.

Perebutan gelar juara dunia Hayden sempat diwarnai drama ketika dirinya mengalami clash dengan rekan satu timnya, Dani Pedrosa, di GP Portugal tepatnya di sirkuit Estoril. Namun terjatuhnya Rossi di seri pamungkas membuat Hayden yang finis di podium ketiga berhasil mengungguli raihan poin Rossi di klasemen pembalap.

Kiprah Hayden di MotoGP tak berlangsung mulus ketika regulasi berubah ke penggunaan mesin 800cc. Di musim 2007 dan 2008, Hayden hanya finish posisi ke delapan dan enam di klasemen akhir. Hasil ini membuat Hayden memutuskan untuk hijrah ke Ducati untuk mencari pengalaman baru di musim 2009.

Namun, peruntungannya tak kunjung membaik meski sudah berpindah tim. Bersama Ducati selama tiga musim dan sempat bertandem dengan Rossi di musim 2011 dan 2012, catatan terbaik Hayden adalah di posisi tujuh klasemen akhir pada 2010.

Di musim ke-12 di balap MotoGP, Hayden akhirnya kembali ke pabrikan Jepang dengan memperkuat tim satelit Honda Aspar Team. Dua musim dia habiskan dengan raihan finish di urutan ke delapan di 2014. Musim terakhir Hayden di MotoGP dihabiskan bersama tim Honda Marc VDS sebelum memutuskan untuk berpindah ke ajang WSBK di musim 2016.

Mengusung cita-cita sebagai pebalap pertama yang mengawinkan gelar MotoGP dan WSBK, kepindahan Nicky Hayden ke ajang WSBK menuai hasil manis di musim pertama. Kentucky Kid menorehkan satu kemenangan di seri Malaysia dan finish di urutan lima klasemen akhir. Hayden sempat melakukan comeback ke ajang MotoGP di tahun yang sama untuk mengganti Jack Miller dan Dani Pedrosa yang cedera di dua seri berbeda.

Musim 2017, Hayden ditargetkan bisa menjadi salah satu penantang gelar juara dunia WSBK dengan senjata baru berupa superbike Honda Fireblade edisi 2017. Namun, Tuhan berkata lain. Hayden yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk berkecimpung di dunia balap, harus rela mengakhiri hayat ketika mengalami insiden tabrakan dengan mobil di Rimini, Italia kala berlatih sepeda selepas seri WSBK Italia, di sirkuit Imola.

Sempat bertarung selama seminggu di Maurizio Bufalini Hospital melawan cedera politrauma pada dada dan kepala, akhirnya Hayden pada hari Senin (22/5) waktu setempat.

Rest in Peace Nicky Hayden.

Rekomendasi