Langkah besar sudah dilakukan Rio Haryanto sebagai pembalap pertama asal Indonesia yang berhasil menembus ajang balap Formula 1. Namun jika tak mau tanggung, Rio sebaiknya harus didukung habis-habisan agar bertahan di ajang balap mobil paling bergengsi ini hingga musim 2017.
Alasannya adalah kini Formula 1 tengah bersolek dan bertransformasi agak tak dianggap membosankan lagi.
Memang di beberapa musim terakhir Formula 1 sering dicemooh sebagai ajang balap yang tak seru karena di dominasi pembalap itu itu saja. Akan tetapi, para petinggi Formula 1 dan FIA bakal mengubah kesan membosankan Formula 1 di 2016 dan puncaknya bakal terjadi di 2017.
Jangan berharap Formula 1 bakal seseru era mesin V10 dahulu. Namun, setidaknya bakal ada perubahan signifikan di 2016 dan musim depan.
Untuk 2016, kualifikasi akan berubah ke format eliminasi tiap 90 detik sehingga tak ada pembalap yang bisa bersantai di dalam cockpit selama kualifikasi berlangsung.
Nah, perubahan besar justru bakal terjadi di 2017. Keluhan mobil yang terlalu pelan dan suara mesin V6 yang 'senyap' tampaknya bakal segera menemui jawaban. FIA telah menyetujui untuk membuat mobil Formula 1 lebih cepat 2-3 detik di tiap putaran.
Aturan baru pun tinggal ketok palu pada 30 April mendatang untuk membuat bodi Formula 1 lebih lebar guna menambah downforce agar mobil bisa melaju lebih cepat melibas tikungan. Selain itu, suara mesin pun disebut bakal lebih keras dari tahun ini.
Jadi, keputusan Rio masuk ke Formula 1 di musim ini boleh dibilang tepat. Hal ini dikarenakan ajang Formula 1 sendiri saat ini tengah bersolek untuk mengambil hati penggemarnya yang kecewa di beberapa musim terakhir.
Tak ada salahnya juga mendukung Rio habis-habisan agar bisa membalap di Formula 1 tahun depan, kala evolusi balap jet darat ini dimulai guna menemukan pamor puncaknya kembali.
Selain itu, jika Rio berhasil tampil mengesankan selama dua musim pertamanya di Formula 1, bukan hal yang mustahil jika dirinya bisa dikontrak tim papan tengah. Rio pun tak perlu bingung menyiapkan dana ratusan miliar lagi dari sponsor untuk bertahan di musim-musim selanjutnya.