Debutan Athina Forward, Loris Baz menjadikan mendiang Marco Simoncelli sebagai panutan dalam beradaptasi pada MotoGP, mengingat keduanya memiliki tubuh tinggi dan bongsor. Hal ini disampaikan Baz melalui wawancara eksklusif bersama Crash.net.
Baz yang datang dari World Superbike, ukuran tubuhnya kerap dipermasalahkan. Aspar Team bahkan menarik tawaran setelah menilai Baz yang tingginya mencapai 188 cm tak ideal untuk Honda Open RC213V-RS. Baz pun menerima tawaran mengendarai motor Open Forward Yamaha.
"Saya selalu tertinggal di lintasan lurus, tapi ini cerita lama. Toh saya sangat keras dalam pengereman dan dan saya juga tahan angin. Ini membantu saya saat mengerem. Tubuh saya juga membantu dalam mengubah arah," ujar pebalap berusia 22 tahun asal Prancis ini.
Baz pun mengaku Athina Forward dan Yamaha Motor Racing menaruh kepercayaan besar padanya. Mereka bahkan membantu Baz mengubah beberapa hal pada motornya. Tempat duduk Baz saat ini 10 cm lebih panjang dan 6 cm lebih tinggi dari motor sang tandem, Stefan Bradl.
"Saya tak pernah melihat tubuh saya sebagai suatu kekurangan. Saya hanya harus beradaptasi. Marco punya tinggi 183-185 cm dan Honda menaruh kepercayaan besar padanya. Ia sangat cepat. Bila tim percaya pada Anda dan mendukung Anda, maka Anda bisa melaju cepat juga," tutupnya.
(cn/kny)