Teropong burung malah dikeker tentara
Merdeka.com - Sore itu 19 Oktober 2009, burung-burung di kawasan Tambak Ikan Marunda, Jakarta Utara, sudah mulai terlihat ramai. Banyak burung mencari makan sebelum kembali ke sarang. Di lokasi itu, terdapat sekumpulan burung jenis Itik Benjut.
Dari jarak sekitar 20 meter, Boas dan Khaleb meneropong dengan kamera dan binokular. Bidikannya jelas, kumpulan Itik Benjut bergerombolan mencari makan. Saking asyik memotret dan mengamati kawanan burung itu, mereka tidak mendengar teriakan dua tentara meminta mereka pergi dari sana.
Mereka terus saja memotret dan meneropong burung-burung yang habitatnya di rawa, hutan bakau, tambak, payau, dan sungai itu. Mereka baru berhenti setelah dua serdadu berseragam TNI Angkatan Laut itu mendekat. "Hei, kalian berdua, bangun!" ujar Khaleb menirukan hardikan tentara itu. Ketika itu, Boas dan Khaleb tengah bertiarap.
Dua serdadu itu lantas meminta kamera dipegang Boas. Denga terkejut bercampur takut, dia menyerahkan kamera itu. Semua foto bergambar bangunan berukuran sekitar 20 meter persegi dihapus. Mereka tidak tahu alasannya. Hanya saja, dua tentara itu menjelaskan mereka telah memasuki daerah berbahaya.
Sebelum disuruh pergi, serdadu itu memerintahkan Boas dan Khaleb push up sepuluh kali. "Biar kita kapok saja alasan mereka," kata Khaleb.
Setelah kejadian itu, Boas dan Khaleb masih heran kenapa mereka sampai diusir dari kawasan tambak ikan Marunda. Baru setelah bertanya kepada teman-temannya di pengamat burung Jakarta, bangunan di sana adalah gudang peluru milik TNI Angkatan Laut.
Bagi pengamat burung, kegiatan mereka memang menyita konsentrasi. karena itu wajar bila Boas dan Khaleb bernasib nahas. Meneropong burung malah dikeker tentara. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya