Saya dan Ahok mungkin sudah tidak nyambung lagi sekarang

Sebelum Ahok memutuskan keluar dari Partai Gerindra, hubungannya dengan Fadli Zon cukup baik. Mereka saling diskusi, Ahok sesekali menemui Fadli di perpustakaan. Tapi kini semua berubah. Prabowo pun disebut-sebut kecewa berat terhadap Ahok.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Saya dan Ahok mungkin sudah tidak nyambung lagi sekarang
Ahok dan Fadli Zon. ©2016 merdeka.com

Selama ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dikenal rajin mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok. Tengok saja saat kasus pembelian lahan RS SUmber Waras yang menyeret nama Ahok. Dalam kasus itu Fadli meyakini Ahok telah merugikan keuangan negara dan harus mempertanggungjawabkannya.

Padahal kalau dilihat ke belakang, tepatnya saat Pilgub DKI 2012, Gerindra merupakan partai pengusung Ahok. Fadli mengatakan, sikap kerasnya mengkritik Ahok bukan persoalan pribadi.

"Secara pribadi saya kenal baik dengan Ahok dan kita dulu yang mendukung Ahok. Yang menarik Ahok kan Gerindra. Enggak mungkin ada Ahok sebagai gubernur sekarang kalau enggak ditarik Gerindra," ujar Fadli Zon saat berdiskusi di kantor redaksi merdeka.com, Kamis (16/9).

Fadli blak-blakan bercerita mengenai hubungannya secara personal dengan Ahok. Hubungan keduanya memudar setelah Ahok memutuskan keluar dari partai besutan Prabowo Subianto. Seperti apa kisahnya? Berikut wawancara merdeka.com dengan Fadli Zon.

Selama ini Anda sering mengkritik kebijakan Ahok, sebenarnya bagaimana hubungan secara personal antara Fadli dan Ahok?

Lihat saja di youtube, Ahok ngomong perlu banyak orang seperti Fadli Zon di DPR. Itu waktu dia saya interview buat kampanye saya.

Secara personal bagaimana antara Anda dengan Ahok?

Kalau pribadi, ketemu ya biasa saja. Waktu Idul Fitri ketemu di istana, dia minal aidin duluan.

Biasanya apa yang dibicarakan?

Belakangan enggak ngobrol, cuma hai hai doang.

Kenapa tidak pernah ngobrol lagi sekarang?

Mungkin enggak nyambung lagi kali sekarang.

Kalau dulu sering bertemu dan diskusi?

Sering dan intens. Sering datang juga ke perpus saya.

Anda punya nomor handphone Ahok?

Enggak punya. Dulu saya punyanya Sunny. Dia yang selalu hubungin saya.

Waktu Ahok keluar dari Gerindra tidak ada pembicaraan dengan Anda?

Itu yang kita sayangkan. Pak Prabowo itu kan dukung luar biasa, tapi enggak pernah ada pembicaraan. Alasan keluar juga enggak masuk akal, hanya karena UU Pilkada. Enggak masuk akal. Kalau dia keluar baik-baik lain cerita. Mungkin tabiatnya begitu. Waktu Pak Prabowo keluar dari Golkar kan ketemu Pak JK, kasih surat, sudah. Baik semua.

Sampai sekarang Prabowo masih marah pada Ahok?

Kalau marah biasa saja. Kecewa ya kecewa berat sekali. Sudah kita usung tapi kebijakan tak sesuai yang dijanjikan. Kecewa. Ahok memutuskan keluar kan itu di media saja. Surat enggak ada. Padahal dia pengurus. Terakhir itu jabatannya Ketua bidang politik. Saya wakil ketua umum bidang politik, jadi dia di bawah saya.

Kembali soal Pilgub, menurut Anda, apa alasannya Gubernur DKI sekarang harus diganti?

Alasannya ya cari orang yang santun, lebih manusiawi, dan tidak pro asing. Itu saja. Enggak ada alasan lain. Bukan karena persoalan SARA. Tidak ada soal itu.

Rekomendasi