Ingin Halodiana.com digunakan sejuta orang setiap hari

Lewat Halodiana.com, pengguna seperti memiliki asisten pribadi untuk memenuhi segala kebutuhan barang atau jasa, terutam

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Ingin Halodiana.com digunakan sejuta orang setiap hari
Ryan Gondokusumo. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ide adalah segalanya di industri kreatif berbasis digital. Berawal dari satu platform online, Ryan Gondokusumo mendapat ide yang dikembangkan menjadi platform online baru. Kini, sarjana teknik elektronika dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, ini memiliki dua produk online tambahan, yakni Sribulancer.com dan Halodiana.com. Yang terbaru adalah Halodiana.com, virtual asisten pribadi yang dibangun pada September 2015.

Lewat Halodiana.com, pengguna seperti memiliki asisten pribadi untuk memenuhi segala kebutuhan barang atau jasa, terutama kebutuhan berbelanja. Dengan investasi dari East Ventures, kini pengguna atau users Halodiana.com mencapai 12 ribu orang. Ditemui di kantornya yang unik, Ryan (31), founder sekaligus chief executive officer (CEO) Halodiana.com berbagi rencana dan harapan kepada M Syakur Usman dan M Lutfhi Rahman dari KapanLagi Network (KLN) beberapa waktu lalu. Ini kutipannya:

Bagaimana ceritanya punya ide membangun Halodiana.com?

Ide membuat Halodiana.com berasal dari website kedua saya, yakni Sribulancer.com. Sribulancer adalah portal untuk mencari tenaga freelancer programmer, penulis, dan lain-lain. Pada 2014, Sribulancer memiliki klien lebih dari 1.000 klien. Kemudian pada 2015, saya bikin kategori baru, asisten pribadi. Kesannya seperti jasa sewa asisten pribadi. Namun, klien saya di Sribulancer, justru memanfaatkannya untuk jasa membelikan kopi, tiket bioskop, dan lain-lain.

Dari situ, kami merasa harus memecah produknya. Ngak sengaja ada peluang, sehingga saya membuat Halodiana. Saya pun mempelajari bisnis modelnya.

Kapan persisnya Diana dikembangkan?

Ide Halodiana dikembangkan pada Agustus 2015, dan sebulan berikutnya (September), saya membuat Halodiana.com. Saya bersemangat sekali saat membuatnya.

Jumlah orang yang terlibat di Halodiana saat ini 15 orang. Namun secara keseluruhan, dari tiga produk kami, yakni Sribu, Sribulancer, dan Halodiana, jumlah orangnya kini mencapai 38 orang dari semula 24 orang.

Sebenarnya apa sih Halodiana.com itu?

Halodiana.com adalah portal yang menyediakan jasa asisten pribadi secara online untuk segala kebutuhan belanja produk atau jasa. Saat ini kami memiliki beberapa kategori layanan, seperti tiket pesawat terbang, tiket bioskop, tiket event atau pertunjukan musik, hadiah, order makanan, florist, dan kategori umum, yakni apa saja bisa. Layanan jasa membelikan tiket film merupakan yang paling laku hingga kini. Intinya, Halodiana cenderung merupakan sistem rekomendasi yang ditawarkan kepada penggunanya. Banyak pengguna menggunakan jasa kami, misalnya untuk meminta saran/rekomendasi untuk memberikan hadiah ulang tahun. Ini banyak sekali jumlahnya.

Seperti apa standar layanannya?

Setelah mendaftar di Halodiana, pengguna akan mendapat notifikasi sebelum menggunakan layanan. Jadi prosesnya begini, customer harus membayar dulu ke Halodiana. Selanjutnya permintaannya ditangani oleh agen Halodiana. Agen inilah yang memproses permintaan konsumen dan memastikan barangnya sampai ke konsumen dengan baik. Kami juga melakukan perjanjian dengan vendor agar barang bisa ditukar jika terjadi sesuatu.

Bagaimana perkembangan Halodiana hingga kini?

Perkembangannya selama sekitar 4 bulan, jumlah pengguna mencapai 12 ribu orang. Sementara jumlah permintaan per hari sebesar 400-500 permintaan.

Apa saja rencana Anda tahun ini?

Kami ingin mengembangkan terus layanan ini, sehingga sampai akhir tahun ini, jumlah permintaan meningkat menjadi 10 ribu – 15 ribu permintaan per hari. Namun kategori produk/jasa mungkin tetap, tapi kami akan menambah jumlah agen, yang kami sebut Diana Agent. Kami juga berencana ingin meluncurkan aplikasi mobile Halodiana versi sistem operasi iOS milik Apple Inc.

Sementara fokus tahun ini adalah kami ingin membesarkan kapasitas permintaan yang bisa di-handle. Untuk itu, kami ingin membuat lebih banyak kerja sama dengan vendor. Saat ini kami bekerja sama dengan 50 vendor. Sampai akhir tahun, kami menargetkan bekerja sama dengan 3.000 vendor. Keunggulan Halodiana adalah fokus di belanja. Yang pasti, dengan membeli lewat Halodiana, harga jual produknya lebih murah (kategori belanja).

Bagaimana cara Anda memonetisasi layanan ini?

Kami menerapkan fee, yang disebut convenience fee, untuk layanan membeli produk. Sedangkan untuk layanan jasa, kami mendapat komisi dari vendor. Contoh untuk jasa membeli barang, seperti buku, kami pungut fee 3% di luar harga buku. Misalnya harga buku Rp 100 ribu ditambah 3% untuk convenience fee. Layanan jasa yang kami bantu antara lain jasa laundry, servis AC, dan lain-lain.

Apa saja target Anda di 2016?

Kami ingin users bertambah lebih dari 200 ribu orang dari 12 ribu. Selama pengguna menggunakan nomor telepon Indonesia, kami bisa layani. Saya ingin hidup orang lebih mudah dengan mempercepat proses dan orang convenience dengan proses itu. Saya ingin semua orang merasa mempunyai asisten pribadi.

Target lainnya, mau memperbanyak jumlah transaksi dan vendor, selain memperbesar brand. Kami ingin menjadi seperti layanan Uber, tapi dengan model private agent. Seperti Uber, selama mempunyai mobil, setiap orang bisa menjadi Uber. Nah, di Halodiana, selama mempunyai komputer dan bisa mengetik, setiap orang bisa menjadi Diana Agent.

Bagaimana ceritanya East Ventures tertarik mendanai Halodiana?

Sebenarnya East Ventures adalah investor kami di Sribu.com sejak 2012. Jadi saat kami memiliki produk baru dan mencari pendanaan, East Ventures kembali tertarik. Dana dari East kami pakai untuk meningkatkan pertumbuhan.

Berapa nilai investasi East Ventures, kabarnya di bawah US$ 500 ribu?

Itu saya tidak bisa jawab, rahasia (sambil tertawa).

Apa benefit yang didapat dari East Ventures?

Selain mendapat pendanaan, kami mendapat dukungan karena jaringan East Ventures sangat kuat. Mereka memperkenalkan kami kepada calon-calon partner dan vendor untuk diajak kerja sama.

Sebagai founder, apa gol besar Anda saat membuat Sribu, Sribulancer, dan Halodiana?

Gol besar saya, pertama membuat produk yang bisa membantu orang banyak. Di Halodiana, misalnya saya ingin semua orang pakai, sehingga dalam satu hari Halodiana dipakai sampai 1 juta orang. Kedua, membuka banyak lapangan kerja sebanyak-banyaknya, dengan membuka kesempatan kepada semua orang untuk bisa menjadi Diana Agent. Jadi saya ingin menciptakan ekosistem dan entrepreneur. Jadi orang bisa bekerja di rumah, di depan komputer tapi dapat duit.

Siapa tokoh yang menginspirasi Anda melakukan semua ini?

Inspirasi saya datang dari Jeff Bezos, pendiri Amazon.com. Bezos mendirikan sendirian Amazon, saya juga, tapi Bezos tetap mengelola semuanya, ya sebagai CEO, menangani marketing, dan teknologi. Jadi meski dibantu investor, saya tetap ingin mengelola perusahaan, running the company.

Seperti apa gambaran exit plan Anda dan East Ventures secara jangka panjang?

Saya kira lebih ke arah jual saham daripada initial public offering (IPO), karena di Indonesia belum ada perusahaan internet Indonesia yang IPO. Sementara passion saya membuat produk yang bagus dan fondasi yang kuat. Soal exit plan belum kepikiran. Lagi enjoy saja.

Apa saran Anda kepada para founder startup agar dilirik East Ventures?

Ada tiga hal yang menarik dan bisa dijelaskan. Pertama, produknya memiliki potensi pasarnya yang besar. Kedua, tim atau orang-orangnya siapa saja, dan ketiga produknya memang bagus. Jika ketiga itu dipenuhi, East pasti tertarik investasi.

Lalu, apa saja kunci sukses sebagai founder startup?

Pertama, harus memiliki komitmen tinggi dengan yang dikerjakan sehingga harus suka dengan apa yang dikerjakan. Kedua, melek terhadap big data. Maksudnya, bisnis internet kan bisa di-track atau ditelusur karena semua tercatat, sehingga kita harus belajar terhadap data yang tercatat itu supaya bisa memahami perilaku konsumen/pasar yang terjadi.

Tapi bagi saya pribadi, ujung-ujungnya ngak harus jadi entrepreneur, jadi profesioanl juga bagus, yang pening jelas passion-nya di mana, ingin jadi apa kelak.

Rekomendasi