Bermodal ajian tumbangkan lawan

Ada ritual mandi kembang buat sepeda motor yang digunakan untuk balapan.

Aryo Putranto Saptohutomo
Bermodal ajian tumbangkan lawan
Balap motor di Jembrana. ©2015 Merdeka.com

Di sebuah bengkel dengan suasana yang rindang kawasan Joglo, Jakarta Barat, perbincangan itu terjadi. D saat itu sembari menyetel sepeda motor skuter otomatis buat turun di ajang balap. Dia pun menuturkan jika dalam jalur balap, ada juga yang kerap menggunakan magis.

"Wah soal gituan mah sensitif coy," kata D saat berbincang dengan merdeka.com, beberapa waktu lalu. D mengatakan itu saat disinggung soal kekuatan magis dalam balap.

D sudah malang melintang di balap resmi dan liar. Kuda besi lawan kerap bertekuk lutut saat bertarung dengan sepeda motor miliknya. Dia pun mengaku tidak menggunakan bantuan magis buat memenangkan balapan. Namun, D tidak bisa melarang jika ada pembalapnya atau pemilik motor yang menggunakan azimat dan semacamnya.

"Entar kalau gue larang dikate cerewet lagi. Gue sih mending nyari prestasi doang," ujar D dengan logat Betawi kental.

D memiliki beberapa pengalaman dengan kekuatan magis di dunia balap. Dia melihat langsung bagaimana tim lain memberi perlakuan khusus kepada motor mereka. Misal sebelum balapan dimulai, ada ritual mandi kembang buat sepeda motor yang digunakan. Kemudian, ada juga yang sengaja mengikatkan kain putih pada karburator motor. Paling ekstim, ialah membawa sang dukun untuk terjun langsung buat komat-kamit di pinggir lintasan balap.

"Ada yang karburatornya diikat kain putih. Macam-macam dah. Ada lagi orang yang pas balap kerjaannya komat-kamit di pinggir trek, di pojokan. Gue bingung kan. Gue kata nih orang ngapain ye. Kagak tahu baca apaan tuh dia," ucap D seraya tertawa.

D menyatakan, bukan cuma pebalap yang punya ajian khusus. Mekanik juga mempunyai 'pegangan' masing-masing. D pun hanya dengar-dengar kalau mereka mendapatkan hal-hal semacam itu dari hasil 'mencari ilmu' di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan daerah lainnya.

"Pegangannya macem-macam. Gue pernah dikasih lihat sama sesama mekanik. Dia punya batu yang dibungkus kain putih. Kalau mau maen gabrukan (balap liar), tuh batu katanya ditempel di rangka motor," ucap D.

Sementara itu, seorang pebalap berinisial B, mengaku pernah apes akibat 'dikerjai' saat balap. Padahal menurut dia, sepeda motornya saat itu baik-baik saja, dan teknik membalapnya sudah benar. Alhasil podium pun lepas dari tangan.

"Pas tikungan ke berapa gitu di Kemayoran, motor tahu-tahu mati. Enggak berapa lama joki di belakang gue jatuh juga di tikungan yang itu. Pas balap kelar, motor hidup lagi, normal. Kata kawan gue sih, di luar pagar pas tikungan itu, ada orang bawa botol air. Kalau ada joki lewat, tuh air disiram ke aspal. Ada juga yang cuma niup doang," tutur D.

Rekomendasi