Rezeki ekstra dari Anjebi

"Kalau mereka lagi ramai besoknya dapat Rp 50 ribu. Kalau mereka sepi bisa kantongi Rp 20 ribu."

Pramirvan Datu Aprillatu
Rezeki ekstra dari Anjebi
Tukang becak. ©2012 Merdeka.com

Sueb, 42 tahun, boleh jadi orang paling berjasa bagi rombongan biduan jalanan. Tukang becak ini setia menjemput dan mengantar Dinda dan ketiga rekannya menghibur sopir dan kernet truk di garasi-garasi sepanjang Jalan Raya Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, dekat simpang lima Semper.Butuh tenaga lebih buat menggenjot becak ditumpangi empat perempuan duduk berpangku itu. Apalagi jarak ditempuh dari kontrakan Dinda dan temannya terbilang jauh. Sekitar sepertiga jam baru tiba di lokasi mereka mengamen. "Mereka biasa naik dari kontrakannya sampai pertigaan Cakung-Cilincing," kata Sueb saat ditemui merdeka.com Rabu malam pekan lalu di lokasi itu. Keringat masih mengucur deras, membasahi rambut dan keningnya. Rokok kretek menyala masih tersisa setengahnya. Meski kecelakaan kerap merenggut nyawa pengendara sepeda motor, lelaki asli Betawi ini tidak cemas mengayuh becaknya di antara truk kontainer dan trailer melintas. Tugasnya cuma mengantar. Sehabis itu, dia balik ke pangkalan becak di Pasar Koja. "Seringnya nganterin doang. Mereka biasanya pulang sendiri atau pakai becak lain," ujarnya. Ongkos jasa Anjebi (antar jemput biduan) ini tergantung kondisi. Dia sudah sebulan melayani rombongan Dinda. Rata-rata rombongan biduan menggunakan becak sebagai alat transportasi. "Sudah sama-sama kenal, kalau mereka lagi ramai besoknya dapat Rp 50 ribu. Kalau mereka sepi bisa kantongi Rp 20 ribu."

Rekomendasi