Sharon dan Netanyahu musuh bebuyutan

Netanyahu pernah mengingkari janji memberikan jabatan menteri keuangan kepada Sharon.

Faisal Assegaf
Oleh Faisal Assegaf - Reporter
Sharon dan Netanyahu musuh bebuyutan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (reuters)

Kalau ada politikus paling senang dengan stroke yang membuat Sharon koma, kemungkinan besar adalah Benjamin Netanyahu yang kini menjabat perdana menteri Israel. Menurut Gilad, putra bungsu Sharon, Netanyahu merupakan musuh bebuyutan Sharon. Ketika Netanyahu berkuasa pada 1997, dia pernah menjanjikan jabatan menteri keuangan buat Sharon. Namun, dia mengingkari komitmen itu. Netanyahu malah marah-marah saat memanggil Sharon ke ruang kerjanya. Dalam waktu singkat pertemuan tidak mengenakkan itu berakhir. Sharon yang keluar sempat membalikkan badan dan berkata kepada Netanyahu. "Kamu pembohong dakan tetap menjadi pembohong," kata Netanyahu seperti ditulis Gilad dalam buku biografi berjudul Sharon, The Life of a Leader.Surat kabar the New York Times melaporkan kantor Netanyahu membantah Sharon mengejek seperti itu. Keduanya kembali berbeda pendapat saat Sharon yang ketika menjadi perdana menteri memutuskan menarik seluruh pasukan dan permukiman Yahudi dari Jalur Gaza pada Agustus 2005. Netanyahu saat itu menteri keuangan, meminta kebijakan itu diputuskan dalam referendum. Tapi Sharon menolak gagasan itu. Kebijakan kontroversial ini lantas diputus dalam pemungutan suara di Knesset (parlemen Israel). Netanyahu yang menolak keluar dari ruang sidang paripurna ketika proses itu berlangsung. Tapi diakhirnya balik lagi dan menyetujui rencana penarikan sepihak Sharon itu. "Ini adalah manifestasi sebenarnya dari karakter Netanyahu," ujar Gilad. "Dia tidak hanya suka melawan atasan, tapi juga pengecut."Juru bicara Netanyahu malah memberikan keterangan sebaliknya. Menurut pejabat menolak disebutkan identitasnya ini, Netanyahu tidak pernah memberikan suara setuju atas penarikan dari Jalur Gaza. Sebab itu, pemimpin Partai Likud ini keluar dari pemerintahan. "Gilad memang sudah lama paling kritis terhadap Netanyahu dan tuduhan-tuduhan ini bukan sesuatu yang baru atau mengejutkan," katanya. Sharon masih tergolek lemah dalam koma. Kondisi ini terus menguntungkan buat Netanyahu. Terbukti menjelang pemilihan umum bulan ini, Partai Kadima bentukan Netanyahu kian tidak berdaya. Dalam sejumlah jajak pendapat, perolehan suara Kadima di Knesset tidak lebih dari sepuluh kursi. Sedangkan koalisi Likud dan Yisrael Beitenu mendapatkan 34-36 kursi. Netanyahu juga dijagokan bakal kembali memimpin Israel.

Rekomendasi