Liburan tahun baru di kawasan peternakan di Gurun negev, selatan Israel, tujuh tahun lalu itu berganti petaka. Perdana Menteri Ariel Sharon tengah rehat bersama istri, dua putra, menantu dan cucu-cucunya mengeluh sakit. Insiden itu berlangsung Rabu malam, setelah matahari baru lima kali terbit pada 2006.Ini yang menjadi pertanyaan, bukannya diangkut dengan helikopter, tim dokter malah membawa dia ke rumah sakit menggunakan ambulans. Bukannya ke Rumah Sakit Soroka di Kota Beersheva yang terdekat, malah diangkut menuju Rumah Sakit Hadassah-Ein Kerem di Yerusalem. Perlu lebih dari sejam menggunakan mobil. Dia masih sadar saat itu. Barangkali ini jawabannya. Sharon menurut rencana besok pagi harus dirawat lagi di Hadassah buat memperbaiki lubang di jantungnya. Kelainan itu diduga memicu stroke pertama membuat dia tidak mampu berbicara. Serangan stroker hebat muncul ketika tiba di rumah sakit. Setelah stroke pertama pada pertengahan Desember 2005, dokter menemukan lubang di jantung bagian atas sedalam dua milimeter. Untuk mencegah serangan serupa terjadi lagi, dokter menutup lubang jantung itu alat disebut payung. Sharon juga wajib menenggak pil antipembeku darah dan menjalani diet lantaran kelebihan berat badan.Boleh jadi, stres menjadi penyebab stroke pertama itu. Maklum saja, dia harus bersiap buat kampanye pemilihan umum dan persoalan keluarga. Dia sudah dua kali kehilangan istri dan satu putranya meninggal. Putranya yang lain, Omri (kakak dari Gilad) tersangkut kasus dugaan suap buat membiayai kampanye Sharon pada pemilu 1999. Setelah dokter memeriksa otak Sharon, pasien istimewa ini langsung menjalani operasi enam jam. Karena masih ada kelainan di otaknya, operasi dilanjutkan lagi dua jam berikut hingga Kamis pukul 09.30 pagi. "Sharon menderita stroke berat dan bisa dibilang kondisinya benar-benar kritis," kata Dr. Shlomo Mor-Yosef, Direktur Rumah Sakit Hadassah-Ein Kerem, dalam jumpa pers pukul tujuh pagi. Dia menjelaskan Sharon menderita pendarah luar biasa di otaknya. Selepas operasi kedua, Dr. Mor-Yosef memberikan keterangan pers lagi. Kondisi Sharon masih kritis dan dirawat intensif. Tim dojter berhasil menghentikan pendarahan dalam otaknya serta menormalkan kembali tekanan darah dan denyut jantungnya. "Namun kondisinya sangat parah," Dr. Mor-Yosef, seperti dilansir surat kabar the New York Times. Ketua tim operasi, Felix Umansky, menjelaskan kepada sebuah radio Spanyol perlu beberapa hari buat menyimpulkan sejauh mana kerusakan otak Sharon akibat stroke itu. "Saya pikir pekan depan, pertengahan atau akhir, kami sudah bisa mengambil kesimpulan," ujarnya dalam jumpa pers bersama itu. Dr. Mor-Yosef menambahkan konbdisi Sharon hanya bisa dievaluasi setelah dia berangsur membaik.