Kalau Islam memiliki prinsip mati syahid, serdadu Israel juga mempunyai bekal berperang buat kejayaan negara mereka direstui Tuhan. Barangkali, ini yang membuat mereka tidak berperasaan membombardir warga sipil di Jalur Gaza lewat operasi bersandi Tiang Pertahanan sejak Rabu pekan lalu. Hingga kini, 95 orang tewas, termasuk 23 anak, dan lebih dari 700 lainnya cedera. Sedangkan di pihak Israel hanya tiga orang meninggal dan 79 lainnya luka. Rabbi Yaakov Yosev termasuk pemuka agama Yahudi yang memberikan dorongan moral bagi rezim Zionis melanjutkan kebijakan melumat bangsa Palestina, seperti dilansir situs Globes. Dia merupakan putra dari mantan Kepala Rabbi Israel sekaligus pemimpin spiritual Partai Shas mendiang Rabbi Ovadia Yosev. Situs Hakol Hayehudi (Suara Yahudi) melaporkan, Rabbi Yaakov mendoakan tentara Israel sedang menggempur Gaza agar kembali dengan selamat. "Militer Israel harus belajar dari Suriah (rezim Basyar al-Assad) bagaimana membaantai musuh," katanya saat upacara keagamaan di Kota Hebron, Tepi Barat, Ahad lalu.Pasukan pemerintah Suriah secara membabi-buta membombardir basis-basis pertahanan pemberontak di Kota Aleppo, serta provinsi Hama, Deraa, Idlib, dan Homs. Sejak konflik bersenjata meletup Maret tahun lalu, lebih dari 30 ribu orang terbunuh dan sejutaan lainnya mengungsi. Rabbi radikal ini sepekan lalu juga mengeluarkan hasutan serupa dalam sebuah acara keagamaaan di Yerusalem. Dia menegaskan membunuh warga Arab Palestina merupakan perang suci dan diajarkan dalam Torah. Sebab itu, dia sudah menjadi langganan polisi terkait kasus penghasutan terhadap warga Palestina di masa lalu. Rabbi-rabbi haus perang memang berseliweran di negara Zionis itu. Selain Yaakov, ada pula Rabbi Shmuel Eliyahu. Dia pertengahan tahun ini ditunjuk sebagai penasihat bagi Magen David Adoim (Palang Merah Israel). Eliyahu yang mendapat gaji bulanan dari pemerintah memang dikenal rasis. Dia dari dulu kerap menyerukan serangan terhadap orang Palestina. Lima tahun lalu, dia berkampanye untuk membunuh sejuta penduduk Palestina di Jalur Gaza buat menghentikan serangan roket ke Israel. Ayahnya, Rabbi Mordechai Eliyahu juga tidak kalah biadab. Dia pernah mengeluarkan fatwa tidak ada larangan moral untuk membunuh rakyat sipil Palestina. Persis bapaknya Yaakov, Rabbi Ovadia Yosef. Pada 2001, dia pernah menyerukan untuk memunuhi orang Palestina karena mereka itu ular. "Haram memaafkan mereka. Kalian harus membombardir rakyat Palestina lantaran mereka itu setan dan brengsek."
Rabbi-rabbi Zionis ini telah menyelewengkan ajaran agama demi melenyapkan bangsa Palestina.