Titanic dan kuburan Astor

John Jacob Astor IV dianggap ksatria karena lebih menyelamatkan istrinya sedang hamil.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Titanic dan kuburan Astor
John Jacob Astor IV (art.com)

Titanic dirancang menjadi hotel berbintang yang mampu melintasi Samudera Atlantik. Tidak heran, banyak pesohor dan jutawan asal Inggris serta Amerika Serikat tercatat menjadi penumpang pada pelayaran perdana nan nahas kapal itu.Kisah tragis para pesohor itu diceritakan ulang di liputan khusus sejarah nahas Titanic dari surat kabar the New York Times, 8 April 2012 lalu.Salah satu pesohor malang paling terkenal adalah John Jacob Astor IV. Dia seorang pengusaha perumahan terbesar di Amerika pada masanya. Pria ini sempat pula terlibat dan menjadi pahlawan saat perang Amerika-Spanyol pada 1898 dengan pangkat letnan kolonel.Dia keturunan keluarga terpandang Astor. Ini merupakan salah satu keluarga terkaya di Amerika pada abad ke-19. Buyutnya, John Jacob Astor, adalah peranakan Inggris-Jerman. Sebelum memutuskan naik Titanic, Astor sempat terlibat skandal. Awal 1912, dia menikahi seorang gadis yang lebih pantas menjadi putrinya. Perempuan bernama Madeleine Talmadge Force itu lantas hamil.Namanya pengantin baru kaya raya, Astor dan istrinya berbulan madu ke Mesir dan Eropa. Ketika sampai di Inggris, dia mendengar rencana pelayaran pertama Titanic menuju Kota New York, Amerika. Istrinya merajuk ingin naik kapal itu. Astor langsung memesan tiket dan ikut berangkat dari Pelabuhan Southampton, Inggris.Ketika malam nahas 15 April 1912 Titanic menyerempet gunung es, Astor sempat tidak percaya kapal itu dalam bahaya. Dia masih sempat mengisap cerutu di geladak. Namun akhirnya ketika para penumpang panik, dia mengantar istrinya ke perahu penyelamat. Dia tidak ikut naik. Sambil tetap merokok, Astor memberikan sarung tangannya kepada sang istri.Astor ikut tenggelam bersama 1.514 penumpang lainnya. Tubuhnya baru ditemukan enam hari kemudian.Kematian pengusaha ini merupakan salah satu peristiwa paling banyak dibicarakan orang selepas tragedi terbesar abad ke-20 itu. Sebabnya, Astor dianggap berjiwa ksatria dan lebih mengutamakan keselamatan sang istri yang sedang mengandung.Selain Astor ada banyak jutawan dan pesohor lain ikut tertimpa nasib sial. Di antaranya, Benjamin Guggenheim, pemilik pusat belanja terbesar di Amerika saat itu, Isidor Straus, serta kontraktor rel kereta Kanada, Charles Hays.

Rekomendasi