Bayi perempuan yang diberi nama Asma al-Akhras lahir 11 Agustus 1975 di Ibu Kota London, Inggris. Orang tuanya, ahli jantung bernama Fawaz Akhras dan diplomat Sahar al-Akhras, asal Suriah bahagia tidak terkira, seperti dikisahkan surat kabar Inggris the Guardian.Pasangan dari kalangan Sunni itu beruntung karena sama-sama keturunan saudagar di Kota Homs, Suriah. Kedua orang tua Asma mendapat pendidikan terbaik dan bisa berkarir di luar negeri. Mereka pun memanjakan putri satu-satunya ini. Asma kecil dimasukkan ke sekolah Gereja Inggris. Sekolah menengah dia habiskan di asrama putri Queen's College.Saat kuliah, Asma langsung menekuni dua bidang, yaitu ilmu komputer dan sastra Prancis di Institut King's College London. Dia memang dikenal berotak moncer.Setelah lulus pada 1998, dia bekerja di lembaga investasi tersohor, J.P Morgan, cabang London. Saat menjadi konsultan keuangan itulah, Asma menjalani gaya hidup sangat glamor. Semasa itu pula, dia dekat dengan kawan yang dia kenal selama kuliah, seorang dokter mata bernama Basyar al-Assad.Asma dikabarkan tertarik terhadap Basyar karena pria itu juga pandai. Namun, dari kawan-kawan mereka semasa kuliah, Basyar sering kikuk ketika berpacaran.Pria yang awalnya tidak dipersiapkan jadi presiden Suriah itu memang dikenal pendiam sekaligus pemalu sejak kecil. Walhasil, Asma menjadi dominan ketika memadu kasih. Mulai dari memilih tempat kencan, rute jalan-jalan, sampai nonton film, semua Asma menentukan.Basyar menjadi orang nomor satu di Suriah setelah ayahnya, Hafez al-Assad, mangkat tahun 2000. Asma pun dipersunting tahun itu juga. Dia hijrah ke Suriah dan menjalani peran sebagai ibu negara.Di permulaan masa Basyar menjabat, Asma dicitrakan sebagai perempuan progresif hasil didikan luar negeri. Dia digambarkan membela hak perempuan dan berupaya meningkatkan harkat dan kesetaraan pendidikan bagi kaum hawa.Asma dikenal dekat dengan perempuan-perempuan berpengaruh di Timur Tengah. Sohib karibnya adalah putri emir Qatar Mayassa al-Thani dan Ratu Rania Al-Abdullah dari Kerajaan Yordania.Sejak pemberontakan di Suriah mencuat maret tahun lalu, hubungan mereka memburuk. Bahkan Asma menutup telepon tiba-tiba saat Rania menghubungi dia menanyakan situasi Suriah terkini.Asma sejak remaja ternyata tergila-gila baju mahal bikinan perancang ternama. Dia juga gemar belanja perabotan rumah tangga dari Swedia dan perhiasan jutaan dolar buatan Italia.Keranjingan belanja itu rupanya tidak berhenti meski negaranya sedang bergolak. Dia tidak peduli meski penduduk Kota Homs, tempat kelahiran orang tua dan keluarga besarnya, digempur habis-habisan atas perintah suaminya. Bahkan, dalam sebuah surat elektronik yang dibocorkan para peretas, Asma menghina warga Homs sebagai orang-orang bodoh. Dia pun mengungkapkan bakal terus setia dan mendukung langkah suaminya meski seluruh dunia mengutuk kekejaman rezim Assad.
Asma al-Assad, dominan sejak pacaran
Presiden Suriah Basyar al-Assad dikenal kikuk saat berpacaran.
Rekomendasi