Kuliner Kesohor Betawi (2)

Muasal sop kaki kambing Tanah Abang jadi melegenda

Rabu, 12 Oktober 2016 07:19 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Muasal sop kaki kambing Tanah Abang jadi melegenda Sop kambing di Tanah Abang. ©2016 Merdeka.com/Nuryandi Abdurohman

Merdeka.com - Sop kambing dan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat bak pinang dibelah dua. Saling mengisi satu sama lain. Penggila kambing kelas berat seantero Ibu Kota akan menyerbu kawasan itu untuk mencicipi kuliner sop yang khas. Terutama sop berkuah susu yang patut menjadi kandidat kuliner khas Betawi.

Maraknya penjualan sop kambing di Tanah Abang tidak lepas dari peran warga keturunan Arab yang bermukim di sana. Kegemaran makan olahan daging kambing yang berasal dari negaranya bisa jadi memengaruhi budaya lokal yang kemudian muncul kuliner khas Betawi.

Jika kita menelusuri setiap pinggir jalan dari pasar Tanah Abang ke arah Karet di kanan kiri - jalan terdapat pedagang kaki lima yang berjualan berbagai pangana khas Timur Tengah dan beberapa di antaranya ada yang menjual Sop Kambing. Namun, ada yang berpendapat juga , Sop kambing yang dijajakan di sepanjang pinggir jalan Tanah Abang ini merupakan kuliner khas Betawi asli yang diturunkan dari orang tua mereka.

Soal keasilan olahan sop sebagai kreasi etnis Betawi diyakini oleh Karim (60) penjual sop paling gaek di kawasan Tanah Abang. Karim yang mewarisi kuliner sop kambing dari orang tuanya dulu berjualan sejak tahun 1960-an. Karim bercerita orang tuanya dulu berjualan masih dengan cara tradisional. Yakni memikul keranjang besar yang berisikan bahan - bahan sop kambing serta kompor sumbu berbaha bakar minyak tanah.

Karim dahulu sepulang sekolah ikut berjualan keliling bersama orang tuanya. "Saya yang bagian yang panggul papan-papan buat meja."

sop kambing di tanah abang

Suasana salah satu warung sop kambing Tanah Abang (c) 2016 Merdeka.com

Setelah lama ikut berjualan bersama orang tuanya, Karim berpikiran membuka usahanya sendiri di dekat rumah. Karim mengaku dialah yang pertama merintis memulai usaha sop Kambing di Tanah Abang dan kemudian diikuti oleh pedagang - pedagang lainnya.

"Jadi ini khas Betawi. Kalau orang Arab lebih banyak suka bikin nasi Kebuli. Begitu saya buka di sini, alhamdulillah udah banyak (pelanggan)," tuturnya.

Ilyas pemilik usaha warisan warung sop kambing bang Ya'qub yang membuka lapaknya tak jauh dari lapak Karim memberi keterangan senada. Dia mengklaim bahwa sop kambing merupakan kuliner khas Betawi asli yang diturunkan dari orang tuanya. Dia menceritakan sejak dulu memang Tanah Abang terkenal dengan tempat jagal ternak dan banyak orang Betawi yang memang gemar makan daging kambing.

"Orang tua saya sudah dagang sop kambing sejak 17 tahun yang lalu. Kebanyakan orang kita yang beli, bukan orang lain ataupun orang Arab," ungkap Ilyas.

sop kambing di tanah abang

Sop kambing Tanah Abang bercitarasa khas karena kuah susu (c) 2016 Merdeka.com

Pengamat dari Lembaga Kebudayaan Betawi Tatang Hidayat mengatakan bahwa sejarah sop kambing berkembang di Tanah Abang awalnya dipicu tumbuhnya kawasan itu sebagai sentra penjualan ternak. Di sana terdapat penjagalan atau pemotongan hewan, baik kambing dan sapi. Selain itu, di kawasan tersebut terdapat komunitas masyarakat keturunan Arab yang membentuk yayasan pendidikan.

"Itu dibuktikan dengan adanya sekolah Jami'at Khair yang dikelola oleh orang Arab,"jelas Tatang.

Menurut Tatang, kegemaran orang-orang keturunan Arab ini makan olahan daging kambing kemudian memengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat sekitar, seperti buka rumah makan hingga penjualan kambing di tempat yang kini dikenal dengan pasar kambing.

"Awalnya sekitar tahun 1970-an seiring makin ramainya pasar Tanah Abang, ditambah berdirinya Masjid Al Makmur maka maraklah pedagang sop kambing di wilayah tersebut. Sekarang konsumennya kemudian tidqk lagi dominan orang Arab, namun sudah merata di lingkungan orang Betawi," kata Tatang.

Baca juga liputan merdeka.com terkait kuliner Indonesia:


Jokowi minta budaya & kuliner jadi instrumen tingkatkan citra bangsa
Kocek tebal berkat sambal
Dari dapur rumah ke restoran dan hotel mewah
Jelajah rasa sambal nusantara
Jadah tempe, gurihnya rice burger ala Indonesia
Tim Diplomasi Budaya Bawa Rempah Indonesia 'Go International' [ard]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini