Menunggu Poros Ketiga Koalisi Pilpres 2024

Rabu, 1 Juni 2022 07:07 Reporter : Ronald, Ahda Bayhaqi
Menunggu Poros Ketiga Koalisi Pilpres 2024 Airlangga, Zukifli Hasan dan Suharso Monoarfa Gelar Pertemuan. ©2022 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Tiga ketua umum partai politik bertemu. Sebuah koalisi disiapkan untuk menghadapi pemilihan presiden 2024. Siapa calon presiden yang akan diusung? Akankah muncul koalisi penantang?

Tiga tangan disatukan. Airlangga Hartarto, Suharso Monoarfa, dan Zulkifli Hasan tersenyum. Berdalih silaturahmi lebaran, perjamuan yang digelar di Rumah Heritage Sam, Jalan Samratulangi, Jakarta Pusat, 12 Mei lalu itu rupanya membahas perkongsian politik.

Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bergerak cepat di saat jadwal pemilu kian mendekat. September 2023, partai pengusung pasangan capres-cawapres harus sudah mendaftarkan calonnya ke Komisi Pemilihan Umum.

Selain PDIP, delapan parpol lain di DPR harus berkoalisi untuk mengusung capres-cawapres agar memenuhi presidential threshold yakni 20 persen kursi, atau 25 persen suara sah nasional hasil pemilu legislatif. Dengan komposisi kursi di DPR saat ini, diprediksi akan muncul tiga poros koalisi di Pemilu 2024.

Bermodal 85 kursi di Senayan, Golkar membutuhkan tambahan 30 kursi untuk melengkapi syarat 115 kursi. Bergabungnya PAN (44 kursi) dan PPP (19 kursi) membuat ambang batas itu tercukupi dan membuat koalisi ini bisa mengusung capres-cawapres. Dengan menginisiasi koalisi, Golkar seperti hendak mengamankan tiket bagi Airlangga untuk menjadi capres. Parpol lainnya seperti Demokrat, PKB, PKS, NasDem harus berkoalisi juga untuk bisa mengusung jagoan mereka di pilpres.

Usai pertemuan, Airlangga Hartarto mengungkapkan analogi dari koalisi Golkar, PAN, PPP. Menko Perekonomian itu menyebut 'Bersatu' sebagai akronim dari beringin, surya alam (matahari) dan baitullah. Semuanya merujuk pada lambang dari masing-masing partai.

"Jadi kalau pohon beringin harus disinari oleh matahari dia akan menjadi hijau. Dan kalau sudah tumbuh kita sama-sama membangun dan melanjutkan mendapatkan ridho Allah SWT," ucap Airlangga.

Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengungkapkan alasan mengapa koalisi ini digagas lebih awal. Menurutnya, diperlukan konsolidasi untuk memperkuat kebersamaan tiga partai politik ini.

"Kita ingin menunjukkan atau mendemonstrasikan sebuah kerja sama yang jauh lebih awal dan lebih cantik itu antar sesama parpol untuk saling mengisi dan untuk saling memperkuat kebersamaan, hal-hal yang sama itu bagaimana," ujar Suharso.

Sedangkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan tak ingin ada lagi perpecahan antara pendukung capres seperti pengalaman pemilu sebelumnya karena hanya ada dua pasangan capres-cawapres.

"Kita akhiri pengalaman sengketa yang kemarin. Mari kita saling menyayangi, saling mencintai, menghargai. Menista, membenci, kita hilangkan," ucap Zulkifli.

Berstatus sebagai partai pendukung pemerintah, Golkar, PPP dan PAN berkomitmen akan menuntaskan pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga selesai.

"Kami ingin memastikan seluruh perjalanan pertanggungjawaban yang harus diemban pemerintah masa kita harus selesai dengan tuntas dan dengan baik melahirkan legacy-legacy bagi rakyat dan bangsa sampai dengan masa jabatan 2024 ini. Dan tentu banyak hal yang baik dan bagus yang patut untuk dilanjutkan di masa yang akan datang," kata Suharso.

2 dari 3 halaman

Siapa Capres yang Diusung?

yang diusung rev3

Satu hal yang akan menjadi isu utama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) adalah penentuan capres. Golkar sebelumnya sudah terbuka mengampanyekan sang Ketua Umum Airlangga Hartarto meski belum resmi ditetapkan. Sedangkan PAN dan PPP berharap, capres yang diusung tidak ditetapkan sepihak.

Ketua DPP Golkar Dave Laksono menyatakan, Golkar sudah pasti akan mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres. Walaupun itu bukan harga mati. Masih terbuka pembahasan dengan mitra koalisi untuk pengambilan keputusan akhir.

"Ya pasti kami pintanya Pak Airlangga, tapi nanti pas di ujungnya bagaimana, ya kita baru bisa putuskan lah. Tapi yang pasti itu Golkar ialah Pak Airlangga jadi capres," kata Dave beberapa waktu lalu.

Sadar elektabilitas Ketua Umum Zulkifli Hasan sulit bersaing, PAN tidak ngotot mengincar posisi capres dalam koalisi. Namun Ketua DPP PAN Saleh Daulay meminta keputusan capres ditetapkan secara bersama-sama oleh semua anggota koalisi.

Saleh menambahkan, selain calon internal, anggota koalisi diminta mempertimbangkan capres dari eksternal. Ketua Fraksi PAN DPR itu mengajak tokoh di luar partai koalisi yang merasa cocok dan ingin menjadi capres, bisa melakukan penjajakan dengan Koalisi Indonesia Bersatu.

Terhadap calon eksternal itu, tiap parpol anggota koalisi akan membentuk tim penilai. "Kalau ada anggota masyarakat yang ingin dan merasa tepat dan cocok dan mampu untuk menjadi pemimpin nasional ya silakan melakukan penjajakan dengan kita," ujarnya.

Saleh menegaskan, KIB dibentuk tidak semata-mata didasarkan pada kepentingan pragmatis. Hal ini terbukti dengan belum dibahasnya siapa capres dan cawapres.

"KIB ini lebih menekankan bagaimana memformulasikan dan merumuskan gagasan dan pemikiran-pemikiran yang dapat dijadikan referensi dalam menyongsong regenerasi kepemimpinan nasional sekaligus menyusun strategi pembangunan Indonesia yang lebih orientasi kesejahteraan rakyat," jelasnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum PPP Zainut Tauhid Sa'adi menyebut KIB adalah koalisi yang dibangun tanpa syarat harus mendukung capres-cawapres dari salah satu partai koalisi. KIB bahkan membuka peluang tokoh nonparpol untuk jadi capres atau cawapres.

"Kami berbeda dengan partai lain yang sudah mematok capres atau cawapresnya, sehingga menutup dan mengunci kemungkinan adanya capres atau cawapres dari yang lain," kata Zainut melalui keterangan tertulis, Kamis, 19 Mei 2022 lalu.

Lebih jauh, Wakil Menteri Agama ini mengungkapkan, pilihan PPP berkoalisi dengan Golkar dan PAN sebagai langkah politik yang realistis dan bermartabat. Dengan dasar kesetaraan, KIB akan melibatkan semua anggota koalisi menjadi penentu dalam kedudukan yang sama dan sederajat.

"Hal itu menjadi modal dasar untuk membangun sebuah koalisi yang kokoh, rasional dan bermartabat. Bukan koalisi transaksional pragmatis yang hanya untuk kepentingan jangka pendek," tukasnya.

3 dari 3 halaman

PDIP Tak Merasa Ditinggal

merasa ditinggal rev3

Terbentuknya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak membuat PDI Perjuangan merasa ditinggalkan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, PDIP selama ini menjadi partai yang terus menyatukan.

"Ketika ada yang bergerak keluar, kami rangkul. Sehingga semua di dalam satu barisan dalam mendukung pemerintahan Pak Jokowi-Ma'ruf Amin. Jadi justru kami yang menarik, tidak pernah meninggalkan, kami tidak pernah ditinggalkan," ujar Hasto akhir pekan lalu dalam acara Festival Kopi di Senayan, Jakarta.

Soal rencana koalisi, Hasto enggan menggunakan istilah koalisi tapi 'gotong royong nasional' yang berdasarkan demokrasi Pancasila. Bagi PDIP, lanjut Hasto, pedoman dalam membangun kerja sama parpol, selain aspek Pancasila juga komitmen terhadap konstitusi, kebhinekaan Indonesia, dan NKRI.

"Itu juga dari perspektif historis mereka yang telah berkeringat dalam memerdekakan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, menjadi mitra strategis bagi PDIP, sehingga kerja sama itu dilakukan dalam perspektif ke sana," dia memaparkan.

Bagi PDIP, keputusan siapa yang akan diajak berkoalisi, saat ini masih mengikuti perkembangan dinamika politik nasional. Apalagi, tahapan pendaftaran pasangan capres-cawapres di KPU baru akan berlangsung pada September 2023.

"Karena itu lebih baik energi kita saat ini digunakan untuk mempercepat pergerakan perekonomian rakyat pasca pandemi," ujarnya.

Terkait kelanjutan koalisi dengan Gerindra yang disebut-sebut bakal mengusung duet Prabowo-Puan, Hasto belum mau mengungkap secara gamblang. Dia menegaskan, saat PDIP sudah memutuskan bekerja sama dengan partai lain, PDIP taat pada aturan main.

"PDIP taat pada komitmen bergotong royong bersama. Kita bukan partai yang suka meninggalkan suatu komitmen di suatu kerja sama. Sehingga kami meyakini dengan konsistensi PDIP untuk selalu setia di dalam kerja sama sebagaimana telah ditunjukkan pada saat mengusung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin, ini yang terus kita perkuat," pungkasnya. [bal]

Baca juga:
Sandiaga Bantah Hadir di Milad PKS Demi Pilpres 2024: Hanya Silaturahmi
Gatot Nurmantyo Soal Maju Capres 2024: Kita Selamatkan Indonesia Dulu
Gerindra-PDIP Sudah Serius Bahas Koalisi di 2024 Meski Masih Hitung Untung Rugi
Bawaslu Ungkap Banyak ASN Tak Netral Dalam Pemilu Dilaporkan Rekannya Sendiri
PAN Lirik Anies, Ganjar, Erick Thohir dan Emil untuk Capres Koalisi Indonesia Bersatu
Koalisi Indonesia Bersatu Kumpul di Kawasan GBK Sabtu Ini, Bahas Apa?
KPU Ungkap Alasan Pangkas Durasi Kampanye Pemilu 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini