Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mencuci kereta badan jadi kotor, tapi hasilnya halal

Mencuci kereta badan jadi kotor, tapi hasilnya halal Pencuci gerbong kereta. ©2015 Merdeka.com/Untung Pramono

Merdeka.com - Selepas salat Jumat , Asep (31), kembali serius bekerja. Memegang selang panjang, dia menyemprot setiap sudut sembilan gerbong kereta. Pekerjaannya adalah mencuci gerbong-gerbong penumpang kereta api itu sampai bersih.

Setiap hari dia datang lebih awal dari pencuci lainnya untuk memastikan pasokan air untuk mencuci kereta api jurusan Malang tersedia. Dengan menaiki gerbong dia memasangkan selang ke keran air yang berada di tiang warna hijau setinggi kereta api.

Seperempat jam kemudian teman-temannya mulai berdatangan. Ada tiga orang menggosok kereta dari luar dan tiga orang lainnya menyapu, mengepel dan membersihkan di dalam badan kereta. Mereka tampak kompak menggosok tubuh si 'ular besi' itu dari ujung kepala hingga ekornya.

Dengan sebuah sikat bergagang panjang, dibersihkannya tubuh kereta sepanjang 220 meter itu dari debu yang melekat. Meskipun peluh tampak di wajahnya, Asep yang sudah lima belas tahun menggeluti pekerjaan menjadi pencuci kereta itu tetap bersemangat melakoni profesinya di tengah terik siang itu.

Dalam sehari, dia mengaku mampu mencuci tiga rangkaian kereta. "PT kami Spektra biasanya mencuci 10 kereta sehari tapi kita bergantian kerjanya," ujarnya.

Sebuah kereta sepanjang 220 meter seperti Mata Remaja, kata Asep, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam untuk dibersihkan. Setiap sekali sehari, kereta kelas Ekonomi AC seperti Matarmaja, kelas bisnis, dan kelas eksekutif rutin dibersihkannya.

Ada pembagian tugas dalam mencuci gerbong. Biasanya ada 12 pencuci gerbong yang terdiri dari 9 laki-laki dan 3 perempuan. Sebanyak 6 laki-laki diantaranya bertugas mencuci gerbong bagian luar, 2 laki-laki bertugas mengepel bagian lantai kereta, satu laki-laki membersihkan bagian kamar mandi dalam gerbong.

Sedangkan 2 perempuan bertugas membersihkan kaca kereta dan satu perempuan membersihkan bagian kamar dinding kereta.

Moda transportasi kereta api sekarang memang masih jadi primadona. Kereta api cenderung sampai lebih cepat dibanding menggunakan bus. Selain itu, penumpang juga tidak merasakan banyak guncangan seperti di dalam bus.

Mobilitas yang tinggi apalagi jarak tempuh yang jauh dengan melewati panas maupun hujan membuat pekerjaan ini cukup penting agar penumpang tetap nyaman. Kendati demikian, pekerjaan ini kerap dianggap sebelah mata, bahkan dianggap remeh oleh orang lain.

Padahal tanpa mereka, entah bagaimana rupa bangunan stasiun termasuk kereta yang dinaiki penumpang. Pastinya akan sangat mengganggu kenyamanan, keamanan serta kesehatan para penumpang. Pekerjaan sebagai pembersih kereta dan stasiun, sudah selayaknya ditempatkan sebagai sesuatu yang vital.

Peranan para pencuci gerbong kereta ini sangatlah penting. "Mudah memang, namun jangan dianggap enteng. Kereta api yang kami bersihkan kami lakukan demi kenyamanan penumpang," tuturnya kepada Merdeka.com.

Untuk pekerjaan berat itu, Asep mendapat upah Rp 2,7 juta per bulan. Penghasilan itu memang sesuai standar UMR Jakarta. Namun untuk makan Asep harus merogoh kocek dari sakunya. Asep mengaku pernah mendapat upah cuma Rp 500 ribu baik saat bekerja di Jakarta maupun di Bandung tempat kelahirannya.

Dia mengaku pergi ke Jakarta karena ingin mendapatkan lebih banyak pengalaman. "Kalau dibilang kurang ya memang tidak banyak, namun kami syukuri dan pekerjaan yang bersentuhan dengan kotoran ini merupakan pekerjaan yang halal," paparnya.

Asep sendiri mengaku sudah menikah dan memiliki anak. Dia mengaku sekarang mengontrak di Jalan Bungur dan sudah memiliki KTP Jakarta. (mdk/mtf)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP