Lorong berliku sosok Charles Mussry

Senin, 11 November 2013 07:55 Reporter : Faisal Assegaf, Pramirvan Datu Aprillatu
Lorong berliku sosok Charles Mussry Gudang tulang kuburan Yahudi di kompleks pemakaman Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur. (merdeka.com/faisalassegaf)

Merdeka.com - Tahu dari mana kamu soal Charles Mussry? tanya seorang lelaki berkaca mata gelap mengaku karyawan di kediaman David Mussry kepada merdeka.com dua pekan lalu. Dia bertanya pula bagaimana bisa tahu Charles Mussry seorang keturunan Yahudi.

Sampai tiga kali bolak-balik rumah David, tidak banyak informasi dapat dikumpulkan. "Dia lagi di luar negeri. Baru pulang Desember nanti atau Januari tahun depan," kata karyawati bernama Julia. David Mussry adalah adik bungsu Charles Mussry.

Seorang sumber mengungkapkan David saban tahun ke luar negeri. Kali ini dia sudah terbang ke California, Amerika Serikat, sejak Juli lalu. Dia konon memiliki rumah di kawasan elite Beverly Hills, Los Angeles, Negara Bagian California.

Meski tajir, rumahnya tidak kelihatan seperti orang berada. Padahal, kata sumber yang sama, David, 85 tahun, pernah mempunyai sebuah hotel di Jakarta.

Dari depan, rumah berpintu pagar besi putih ini digembok. Tempat tinggal di pinggir sebuah jalan utama ini beratapkan genteng dan kelihatan tidak terurus. Ilalang tumbuh di jalan masuk kediaman selalu terkunci itu.

Merdeka.com berusaha mencari tahu sosok Charles Mussry melalui orang-orang keturunan Yahudi di Jakarta. Sama seperti karyawan David Mussry, perempuan Yahudi bernama Rachel sangat terkejut mendapat pertanyaan soal sepak terjang Charles Mussry dalam pertempuran 10 November.

Dia mengaku tahu seputar fakta itu. Awalnya dia mau bercerita, tapi dia ragu. Dia beralasan tengah mengurus kerabatnya sedang sakit.

Perempuan keturunan Yahudi lainnya, Maureen, menolak ditemui saat merdeka.com bertamu ke rumahnya di Tangerang, Banten. "Ibu saya belum mau ditemui. Dia masih khawatir soalnya ini sensitif," ujar putranya.

Gelap. Tidak mudah mencari tahu kiprah Charles Mussry sebagai pejuang kemerdekaan. Namanya tidak muncul dalam catatan atau buku-buku sejarah.

Baca juga:
Terpikat gadis Madiun
Yahudi dermawan berjuang dengan uang
Saudagar tajir di Jalan Simpang
Berdarah Yahudi, bertanah air Indonesia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini