Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hikayat kopi dari Kota Hujan

Hikayat kopi dari Kota Hujan Kopi Cap Liong Bulan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tengoklah warung-warung kelontongan di daerah Depok hingga Kota Bogor, sekali sebut nama, penjual pasti sudah mahfum. Gambarnya yang khas membuat kopi ini berbeda dengan kopi dalam kemasan lain. Seekor naga dengan bulan sabit dan bintang menjadi ciri khusus kopi ini. Bagi masyarakat pinggiran Jakarta, nama kopi ini tidak asing di telinga.

'Kopi Liong', begitu para pembeli menyebut nama Kopi khas kota Bogor ini. Merek aslinya ialah Kopi Cap Liong Bulan. Dulu kopi ini dijual dalam bungkus kertas cokelat. Namun kini, Kopi Liong dijual dalam kemasan sachet. Ada dua jenis, satu hanya kopi bubuk murni seberat 8 gram. Satu lagi kopi dan gula seberat 25 gram. Untuk harga, Kopi Liong memang menyasar kelas bawah.

Di agen-agen, satu pack berisi 20 sachet dengan berat 25 gram, Kopi dan Gula Liong Bulan dipatok Rp 13 ribu. Sedangkan harga satuan di jual berbeda, tergantung dari si penjual. "1 pack harga-nya Rp 13 ribu," ujar Pian, warung agen sembako saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis pekan lalu.

kopi cap liong bulan

Menurut dia, Kopi Liong memang memiliki pasar lumayan bagus buat daerah Kabupaten Bogor dan Sekitarnya. Saban hari, dia bisa menghabiskan beberapa bal Kopi Liong untuk di jual. Maklum, kebanyakan orang asli daerah Bogor mengonsumsi kopi ini saban hari. Apalagi harga kopi ini terjangkau.

Selain Kopi Cap Liong Bulan, ada lagi jenis lain, yaitu Kopi Cap Piala. Sama seperti Kopi Liong Bulan, Kopi Cap Piala juga menjadi salah satu kopi khas Bogor. Namun kini peredarannya bisa dibilang sudah jarang. Menurut Ichwan Didi, juga warga Depok penikmat kopi Liong Bulan, Kopi Cap Piala dulunya masih gampang ditemukan warung-warung. Namun kini keberadaannya sulit didapatkan.

Di daerah Citayam misalnya, hanya beberapa warung masih menjual Kopi Cap Piala. Yang menarik dari Kopi lokal ini ialah wangi khas ketika bungkusnya di buka. Harganya pun terjangkau, per sachet cuma Rp 500. Gambarnya pun unik, sebelum bertranformasi dalam bungkus modern, kopi ini dulunya dibungkus kertas sampul cokelat sama seperti digunakan untuk membungkus buku tulis. Namun kini bungkusnya berubah dalam kemasan plastik.

kopi cap liong bulan

Beberapa literasi menyebutkan jika keberadaan Kopi Liong Bulan sudah ada sejak zaman kemerdekaan. Lokasi pabrik pembuatan kopi ini berada di belakang Bioskop Merdeka. Bahkan berdasarkan cerita berkembang hingga kini, para pejuang kemerdekaan negeri ini dulu sebelum berperang menyeruput Kopi Liong. Anak-anak kecil tinggal dekat pabrik pun bakal berkumpul ketika si pemilik menyangrai biji kopinya. Aromanya harum.

Bisa dibilang, Kopi Liong tak pernah kehilangan jati diri hingga kini. Kualitas rasa menjadi kan kopi ini begitu dikagumi warga Bogor. Meski kini sudah bertranformasi dalam kemasan baru, namun kualitas rasa dari Kopi Liong tak pernah berubah. Warna kopi hitam pekat setelah diseduh dengan air panas menjadi cirinya. Asap mengepul bersama aroma Kopi Liong menjadi cocok di tengah dinginnya kota Bogor.

"Rasanya beda dengan kopi lain," ujar Didi. (mdk/arb)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP