Cerita Gibran Masuk Politik

Senin, 30 September 2019 07:39 Reporter : Arie Sunaryo
Cerita Gibran Masuk Politik Gibran Rakabuming Raka launcing kafe Markobar di Makassar. ©2016 merdeka.com/mappesona

Merdeka.com - Gibran Rakabuming serius mendengar tiap perkataan Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo. Mereka bertemu empat mata di Rumah Dinas Loji Gandrung pada Rabu, 18 September 2019. Dalam pertemuan, putra sulung Presiden Joko Widodo itu meminta wejangan untuk maju sebagai bakal calon wali kota Solo tahun depan.

Wacana Gibran ingin maju di Pilkada Solo memang santer. Tapi dia tentu perlu kendaraan politik. Rudyatmo menyarankan Gibran masuk sebagai kader PDIP bila ingin karir politik seperti ayahnya.

Paparan di sampaikan kepada Gibran. Rudy hanya memfokuskan penjelasan terkait persyaratan untuk mendaftar sebagai bakal calon wali kota yang akan maju Pilkada 2020. Disampaikan pada Gibran, syarat tersebut antara lain memiliki kartu tanda anggota (KTA) PDIP.

"Saya sampaikan juga, kalau mendaftar peserta pilkada 2020 syaratnya harus punya KTA PDIP, ada TES juga. Yang nanti memberi rekomendasi itu DPP, saya hanya mengantar kader PDIP," jelas Rudy.

Pengusaha kuliner itu masih menutupi hasrat besarnya ingin menjadi wali kota. Gibran mengaku pertemuannya dengan Rudy hanya silaturahmi. Mereka membahas mengenai sektor UMKM sekaligus terkait perkembangan Kota Solo.

©2019 Merdeka.com

Menurut Gibran, kota yang dulu dipimpin ayahnya ini perlu ada sentuhan anak muda agar menjadi lebih menarik. Terkait sentuhan anak muda yang diusulkannya, Gibran menyebut di antaranya tentang kreativitas, penggunaan teknologi dan pemanfaatan sosial media. Ketiga hal tersebut dinilainya sangat penting.

"Kota Solo ini butuh sedikit sentuhan anak muda," kata Gibran.

Tidak sampai sepekan, hasrat politik Gibran ditunjukkan. Saran Rudy segera dikerjakan. Keinginannya untuk maju sebagai bakal calon wali kota Solo begitu besar.

Pada Senin siang, 23 September 2019, Gibran mendatangi kantor DPC PDIP Kota Solo di Jalan Hasanudin, Brengosan. Kedatangan diterima Ketua PAC Banjarsari Joko Santoso.

Dalam pendaftaran sebagai anggota PDIP, Gibran membawa semua dokumen. Urusan pendaftaran sebagai kader bakal rampung dalam waktu singkat. Dia mendaftar melalui pengurus ranting di Banjarsari karena sesuai domisili. Langkah ini diharapkan menjadi kendaraan politik menuju kursi wali kota Solo. "Sesuai arahan dari partai, saya bikin KTA dulu."

Kehadiran dirinya sekaligus ingin menjelaskan tentang spanduk berisi dukungan untuk dirinya maju dalam Pilwalkot Solo. Memang sudah beberapa pekan sebelumnya banyak spanduk itu tersebar. Terpajang di pinggir jalan pusat kota.

Spanduk dukungan Gibran banyak beredar di Jalan Juanda, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol, Samratulangi, Ir Sutami dan simpang tujuh Joglo, Kadipiro Banjarsari. Gibran mengaku tidak tahu kemunculan spanduk tersebut.

Setelah resmi mendaftar sebagai kader partai, dia berkoordinasi dengan timnya dan meminta bantuan Satpol PP untuk menurunkan semua spanduk dukungan. Dirinya menolak bila dituduh menggerakkan penyebaran spanduk. Apalagi banyak foto yang dicetak diambil dari internet.

Spanduk Gibran di Kota Solo ©2019 Merdeka.com

Di tengah banjir dukungan melalui spanduk, Gibran merasa itu sebagai sebagai bentuk inisiatif masyarakat. Spanduk bergambar Gibran mulai terlihat di sejumlah titik sejak Sabtu, 21 September 2019. Spanduk semakin banyak terlihat esok harinya.

"Spanduk-spanduk tersebut sebuah bentuk inisiatif dari masyarakat. Maksudnya baik tapi mungkin waktunya belum pas," jelas dia.

Ketua Tim Penjaringan DPC PDIP Solo, Putut Gunawan, membenarkan anak Jokowi resmi menjadi anggota PDIP. Secara simbolis pengurus PAC PDIP Banjarsari menyerahkan KTA sementara kepada Gibran.

Walau mengantongi KTA, menurut Putut, Gibran belum dianggap sebagai kader partai. Predikat kader itu pernah berkiprah bagi partai dan kinerjanya mendapatkan apresiasi dari masyarakat.

Kata Putut, seorang kader juga harus mempunyai dedikasi kepahlawanan untuk berjuang bagi partai. Kemudian menjalankan ideologi partai dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau kader itu setidaknya pernah jadi pengurus. Mulai dari anak ranting, PAC, dan DPC.

Keinginan Gibran untuk maju sebagai bakal calon wali kota Solo memang sudah terbaca. Putut melihat upaya dilakukan putra sulung Jokowi itu salah di mata partai dengan menyebar spanduk.

"Di partai PDIP tidak ada ajaran pasang spanduk di jalan," tegas dia.

Bila memang tujuan Gibran untuk maju sebagai wali kota dan wakil wali kota Solo di Pilkada 2020, Putut menegaskan peluang Gibran sudah tertutup. Apalagi proses seleksi sudah selesai.

Untuk Pilkada Solo nanti, PDIP mengusung nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Mereka adalah Wakil Wali Kota dan Sekretaris DPC PDIP Solo. Berkas kedua nama itu bahkan sudah dikirim ke pengurus pusat oleh Ketua DPC PDIP, FX Hadi Rudyatmo.

Pada Pilkada 2020, DPC PDIP Solo diberikan hak otonom melakukan seleksi pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Pemberian ini sebagai apresiasi atas perolehan hasil pemilu 2019 PDIP mendapatkan 62 persen. "Berkas Purnomo-Teguh sudah diantar sendiri oleh pak Rudy. Kita tinggal menunggu instruksi selanjutnya dari DPP PDIP," tegas Putut. [ang]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini