Berdoa di Petamburan, berdemo di Istiqlal

Kamis, 15 Juni 2017 07:05 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Pengajian di Petamburan. ©2017 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Sebelum azan Ashar berkumandang, Jalan Petamburan III, Jakarta Barat sudah dijaga oleh barisan laskar Front Pembela Islam (FPI). Dengan pakaian pakaian serba putih dan topi, mereka dengan sigap menjaga kawasan tersebut. Tak ada spanduk atau baliho apapun. Padahal hari itu, Kamis (8/6), jemaah Petamburan menggelar hajat doa bersama, 1.000 yasin untuk NKRI dan ulama.

Memasuki Jalan Petamburan III, para pedagang berjajal menjajakan atribut bertuliskan FPI dan lainnya. Mulai dari tasbih, baju gamis putih hingga parfum yang aromanya menusuk hidung. Tak jauh dari situ terdapat gang kecil menuju markas FPI. Karpet panjang berwarna abu-abu terhampar untuk para jemaah. Sesampainya di markas FPI, para laskar mempersilakan jemaah untuk masuk dan duduk. Sebelum masuk ke dalam markas FPI, jemaah dibekali dengan buku Yasin dan tahlil berwarna biru.

"Ini mbak dibawa yasinnya. Silakan mbak, ibu. Perempuan tempatnya ada di sebelah kanan ya," kata salah satu anggota FPI sambil menunjukkan tempat yang telah disediakan.

Usai menjalankan salat Ashar, para jemaah berdoa bersama sambil menunggu yang lain datang. Salawat dipimpin Kiai Jafar. Aula yang biasanya digunakan sebulan sekali untuk pengajian, kali ini digunakan untuk pembacaan 1.000 yasin. Dalam ruangan tersebut terdapat beberapa rak buku keagamaan, berisi hadist serta Alquran. Di sebelah ruangan tersebut terdapat sebuah rumah yang biasanya dihuni pentolan FPI, Rizieq Syihab dan keluarganya selama di Jakarta.

Tak jauh dari situ satu ruangan khusus untuk menyiapkan takjil. Beberapa dari anggota FPI terlihat sibuk menyiapkan camilan untuk berbuka puasa bersama. Kardus air mineral ditumpuk rapi. Beberapa kudapan diletakan di nampan besar.

Setelah jemaah berkumpul, Ketua DPD FPI Jakarta Habib Mukhsin Alatas dan Ketua Tanfidzi DPD FPI DKI Jakarta KH. Buya Abdul Majid duduk di depan menghadap para jemaah. Sekitar pukul 16.00 WIB, Kiai Jafar membuka acara tersebut. Ruangan seketika menjadi hening. Jemaah mendengarkan sambutan yang diutarakan Kiai Jafar.

"Mari kita membacakan surat Yasin dan Al-Fatihah untuk menjaga keutuhan NKRI. Bela ulama dan menghancurkan kezaliman. Mau siapapun itu, Polri atau siapapun itu. Perusak agama dan negara," kata Kiai Jafar.

Dia langsung memandu jemaah untuk membaca surat Al Fatihah terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan membaca surat Yasin. Setelah satu kali membaca surat Yasin. Kiai Jafar kembali mengajak jemaah membaca dengan khusyuk agar doa mereka bisa dikabulkan.

"Mari kita baca sekali lagi, agar doa-doa kita dikabulkan. Agar para ulama-ulama kita selamat. Agar para musuh-musuh habib bisa disingkirkan oleh Allah SWT," kata Kiai Jafar dan langsung diamini oleh para jemaahnya.

Sudah dua kali surat Yasin dibacakan. Namun dirasa masih kurang. Kiai Jafar kembali meminta para jemaah membaca kembali surat Yasin. Dalam pembacaan surat Yasin ke tiga, Kiai Jafar mengulang lima kali ayat ke 82 dari surat Yasin. "Innamaa am ruhuu idzaaradaa syai'an ayyaqulla lahuu kun fayakuun (Sesungguhnya segala perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu maka cukup dengan berkata kepadanya: "Jadilah!", maka terjadilah)," ucap Kiai Jafar.

Pembacaan surat Yasin dan Al Fatihah rampung sekitar pukul 17.25 WIB. Para anggota laskar FPI mulai sibuk membagikan takjil untuk berbuka puasa. Mereka saling estafet memberikan takjil berupa satu gelas air mineral, tiga butir kurma, dan es buah. Saat para laskar sibuk membagikan takjil, Kiai Jafar menyapa dengan pengeras suara.

"Alhamdulillah kita sudah bacakan Yasin dan pembacaan doa Al Fatihah. Adalah senjata paling ampuh adalah doa. Terlebih lagi kita sedang berpuasa Insya Allah doanya akan diijabah oleh Allah SWT," kata dia.

Kiai Jafar memberi tahu kepada para jemaah untuk tenang karena Habib Rizieq Syihab berceramah.

"Tausiah langsung streaming dari Arab Saudi, untuk itu silakan mempersiapkan recordingnya," kata Dia.

Beberapa jemaah sedikit kecewa. "Yaaaaah," celetuk beberapa orang di barisan laki-laki. "Yaaah, Habibnya belum pulang," celoteh yang lain.

Habib Assegaf yang memakai pakaian serba putih mendekatkan telepon genggam berwarna hitam ke arah pengeras suara. Suara Habib Rizieq terdengar dari pengeras suara. Jemaah laki-laki langsung mengeluarkan telepon selularnya. Mereka bergegas merekam pesan yang diutarakan Rizieq dari Tanah Suci. Tak jarang mereka juga mengabadikan momen dengan merekam video serta foto. Sedangkan jemaah perempuan hanya diam dan mendengarkan.

"Ah enggak keliatan," kata jemaah perempuan yang jauh posisinya dengan laki-laki.

Habib Rizieq memulai ceramahnya. Dia memberikan pesan kepada pengikutnya yang hari itu memenuhi markas FPI. Rizieq mengutarakan perihal upaya kriminalisasi terhadap ulama. Dan menurutnya, itu harus dilawan.

"Saudara segenap para habib dan para aktivis, pimpinan FPI yang pada hari ini menggelar buka puasa bersama. Pada kesempatan kali ini singkat saja. Dari tanah suci saya ingin menyampaikan kepada kaum muslimin bahwasanya gelombang kriminalisasi ulama dan aktivis semakin hari semakin jadi di negeri kita tercinta. Wajib untuk kita hadapi dengan sabar, tabah sambil tetap melakukan perlawanan. Perlawanan yang saya maksudkan di sini adalah perlawanan hukum maupun politik," kata Rizieq.

Jemaah yang hadir mendengarkan dengan seksama. Ada beberapa dari mereka yang masih sibuk dengan penganan buka puasa. Sekitar tujuh menit Rizieq menyampaikan pesan dari Arab Saudi. Dia meminta para jemaah selalu memberi dukungan terhadap para ulama, dan dukungan itu tidak boleh terputus. Dia juga berpesan untuk selalu berpegang teguh pada ajaran agama.

Selang beberapa menit setelah kultum Rizieq rampung, para jemaah langsung melakukan salat Maghrib. Ada yang terlihat mulai meninggalkan markas FPI usai salat berjamaah. Sebagian dari mereka menunggu sampai untuk melaksanakan tarawih. Beberapa di antara mereka terlibat pembicaraan untuk persiapan aksi bela ulama yang akan digelar di Masjid Istiqlal.

Keesokan harinya, Jumat (9/6), jemaah salat Jumat di Masjid Istiqlal ramai oleh para alumni aksi 212 yang hendak menggelar aksi bertajuk Bela Ulama 96. Rencana semula dilaksanakan di dalam masjid kandas dan diubah di halaman masjid. Mobil komando putih dihiasi spanduk wajah Habib Rizieq Syihab, satu mobil ambulance, dan mobil yang berisi empat pengeras suara terparkir di depan masjid Istiqlal. Sekitar pukul 13.30 WIB terdengar aba-aba untuk berkumpul di halaman masjid.

"Mari kawan-kawan alumni aksi 212 kita berkumpul di depan mobil komando. Kita tidak diizinkan mengadakan aksi di masjid Istiqlal," kata Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo di mobil komando.

Sekitar 10 menit, kaum laki-laki memakai baju koko putih lengkap dengan atribut bertuliskan 'bela ulama dan aktivis' berkumpul di sekitar mobil komando. Jumlahnya sekitar ratusan. Kaum perempuan mengenakan gamis dan hijab juga sudah berkumpul, tak jauh dari kaum laki-laki. Ada beberapa para ibu yang mengajak buah hatinya untuk ikut aksi. Mereka langsung menggelar koran bekas untuk dijadikan alas duduk. Kekecewaan tampak dari raut wajah mereka lantaran aksi kali ini tak diizinkan pengelola Masjid Istiqlal.

"Iya enggak boleh di dalam istiqlal. Katanya ada kajian apa juga enggak tahu. Kita tadi sudah di dalam tapi disuruh keluar," kata Mira yang mengaku sudah datang sejak pukul 09.00 WIB.

Sekitar pukul 14.00 WIB para penceramah sudah berada di atas mobil komando. Meski sinar matahari terasa menyengat, jemaah tetap menyimak. Ansufri Sambo yang pertama berorasi. Dia memberikan empat pernyataan sikap. Intinya, umat menolak kriminalisasi ulama yang mereka sinyalir sebagai agenda balas dendam atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama.

"Toh, Ahok juga sudah menerima dan sudah mencabut memori bandingnya dan sudah menerima salah. Begitu juga jaksa. Ya, sudahlah kita selesaikan, karena ini sudah begitu lama kita demo-demo dan sudah seperti ini sudah selesailah seharusnya," kata Sambo dengan pengeras suara.

Dia menyebutkan beberapa nama ulama dan aktivis yang dibela dalam aksi tersebut. Dia menyebut ada 20 ulama yang dibela. Tapi tidak semua nama disebutkan satu per satu. Beberapa nama yang disebut adalah Habib Rizieq, Bachtiar Nasir, Ustaz Khaththath yang ditangkap dengan tuduhan makar, lalu Alfian Tanjung dan Munarman.

"Terus aktivis seperti Kivlan Zen, Rachmawati, yang sudah tersangka tapi belum ditangkap karena penangguhan saja sifatnya. Lalu Hatta Taliwang, Sri Bintang Pamungkas. Ditambah lagi kawan yang Cyber Muslim yang tuduhannya IT. Ada juga yang di Pulau Seribu. Itu semua kita bela," sambung Sambo.

Orasi berhenti sejenak sekitar pukul 15.15 WIB, bertepatan dengan kumandang azan Ashar dari dalam Masjid Istiqlal. Tim aksi mengistirahatkan dan memberi tahu jemaah untuk menunaikan salat. Para kaum ibu-ibu memasuki masjid Istiqlal. Beberapa di antara mereka sedikit bingung dengan pembicaraan makar. "Tadi ngomong soal makar? makar apa sih itu?" kata Siti yang bertanya kepada ibu-ibu lainnya.

Pertanyaan itu tak terjawab. Ibu-ibu lainnya pun tak tahu makna yang dibicarakan para ulama tadi. Sebagian dari mereka akhirnya memilih pulang setelah salat Ashar. Alasan mereka beragam. Mulai dari jarak yang jauh dari rumah dan kondisi yang semakin panas.

Berselang 45 menit kemudian, mereka kembali berkumpul kembali untuk mendengarkan seruan dari para ustaz dan petinggi HTI. Beberapa dari mereka juga mengumpulkan uang logam untuk diberikan kepada Komnas HAM. "Selagi mendengarkan, mari kawan-kawan memberikan sumbangan untuk Komnas HAM yang juga sedang dikriminalisasi oleh pemerintah Jokowi," kata Sambo.

Aksi tersebut juga dimeriahkan dengan lagu mars aksi bela Islam. Sambo memimpin jemaah untuk bernyanyi. Dia meminta para jemaah berdiri. "Alquran iman kami, Alquran petunjuk kami, Alquran pedoman kami," seraya bernyanyi dengan para anggota aksi bela islam.

Selama satu jam beberapa ustaz bergantian berorasi dan memberikan dukungan untuk ulama serta aktivis. Doa dilantunkan untuk Presiden Jokowi agar segera menyelesaikan masalah ini. Mereka bersahutan mengamini. "Amin... semoga Jokowi mendengar dan taubat,".

Sekitar 30 menit sebelum berbuka puasa, tim dari ambulance babeku ulama, amal foundation membagikan takjil kepada para rombongan aksi 96. Satu per satu takjil dibagikan kepada kaum laki-laki dan perempuan dengan cara estafet. Mereka berbuka puasa di halaman masjid saat mendengar azan maghrib.

Usai berbuka puasa, para kaum perempuan dan laki-laki bertakbir seraya mendoakan agar Rizieq dibebaskan. Setelah itu mereka dipersilakan melaksanakan salat maghrib berjamaah. Usai salat, ada beberapa dari mereka bergegas pulang dan tidak mengikuti salat tarawih on the street yang direncanakan akan memenuhi Masjid Istiqlal hingga Tugu Tani, Jakarta Pusat. Sekitar Pukul 19.00 WIB, halaman majid Istiqlal mulai sepi. Setengah jam berlalu, Sambo memberi tahu bahwa agenda tarawih batal dilaksanakan lantaran banyaknya alumni 212 yang pulang lebih awal. Mobil komando juga sudah meninggalkan halaman masjid. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.