Patut dicontoh daerah lain
Advertisement
Advertisement
Peringatan HUT ke-829 Kabupaten Trenggalek tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, perayaan HUT daerah ditandai dengan banyaknya ucapan selamat berupa karangan bunga hidup maupun artifisial. Di Trenggalek, hal itu tak berlaku lagi.
Seluruh OPD (organisasi perangkat daerah) dan stakeholder lain kompak memberikan upacan selamat berupa bibit tanaman hidup. Ada beragam jenis tanaman yang digunakan, mulai sayur, buah, hingga tanaman hias. Masing-masing OPD mengirimkan cukup banyak bibit tanaman dengan cara ditata sebagaimana sebuah taman.
(Foto: Instagram @kominfotrenggalek)
Advertisement
Jika karangan bunga artifisial dan sterofoam biasanya berakhir jadi sampah, hal ini tak berlaku untuk bibit tanaman hidup. Alih-alih merugikan, bibit tanaman hidup dapat bermanfaat bagi masyarakat di masa depan.
Bibit tanaman yang berjajar di sekitar kantor Bupati Trenggalek tidak hanya jadi pajangan saat perayaan hari jadi. "Diharapkan setiap ucapan selamat menjadi investasi dalam pelestarian alam, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan," tulis akun Instagram @kominfotrenggalek.
Advertisement
Mas Ipin, sapaan akrab Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengaku sengaja tidak meminta ucapan selamat HUT ke-829 dari karangan bunga pada umumnya. Pasalnya, karangan bunga yang memanfaatkan sterofoam itu akan berakhir jadi sampah. Ia ingin bibit-bibit tanaman ucapan selamat nantinya bermanfaat bagi masyarakat.