Cak Diqin dan Nyimut istrinya hadir dalam pengajian rutin di pesantren asuhan Anwar Zahid.
Beberapa waktu silam, Cak Diqin dan Nyimut bertandang ke Pondok Pesantren Sabilunnajah Simo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro yang diasuh Kiai Anwar Zahid. Kedatangannya bertepatan dengan pengajian rutin di ponpes tersebut. Pasutri seniman campursari itu pun turut memeriahkan pengajian dengan tembang-tembang yang bermuatan religi. (Foto: Instagram @cakdiqin_official)
Advertisement
Cak Diqin lahir di Banyuwangi 58 tahun silam dengan nama Sujarno. Ia adalah seorang penyanyi dan penulis lagu campursari. Cak Diqin telah menghasilkan lebih dari 45 album campursari. Beberapa lagunya yang terkenal dan dinyanyikan sendiri antara lain "Cinta Tak Terpisahkan", "Sida Randha", dan "Susu Boyolali".
Sementara itu, sebagai penulis lagu, Cak Diqin telah menulis kurang lebih dari 100 lagu campursari.
Advertisement
Cak Diqin memulai karier di bidang musik campursari sekitar tahun 1990-an. Pada tahun 2006, ia diganjar penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI). Kepeduliannya terhadap musik campursari membuat Cak Diqin mendirikan dan menjadi ketua Campursari Center Indonesia (CCI).
Advertisement
Cak Diqin mengoleksi penghargaan. Mulai Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 33 jam, 33 menit, 33 detik pada 2007. Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 66 jam, memperingati HUT Bhayangkara tahun 2012.
Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 73 jam tahun 2014. Rekor MURI untuk pentas campursari tanpa henti 90 jam, memperingati Hari Jadi Gunungkidul yang ke-185.
Penghargaan khusus apresiasi sebagai "Lifetime Achievement" dari Ambyar Awards 2023.
Advertisement
Tak hanya dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, dan pelawak biasa., Cak Diqin juga punya konsen terhadap bidang pendidikan dan keagamaan. Ia akrab dengan sejumlah kiai, salah satunya Anwar Zahid. Cak Diqin dan Nyimut berkunjung ke ponpes asuhan Anwar Zahid dan mengisi acara pengajian.
Advertisement
Advertisement
Kiai Anwar Zahid menuturkan bahwa Cak Diqin adalah sosok pelawak yang senang bergaul dengan kiai. Bahkan, Cak Diqin menggunakan uang hasil pekerjaannya dalam bidang kesenian untuk memfasilitasi pendidikan agama anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Dia mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Qur’an Bumi Tanah Jawi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Rakan Cak Diqin mendirikan ponpes, Ahmad Yani menjelaskan, pemberian nama Bumi Tanah Jawi bertujuan agar para santri lulusan hafal Al-Qur'an serta memiliki akhlak baik dan cinta tanah air.
Ponpes Bumi Tanah Jawi dibangun di lahan seluas 3.085 meter persegi. Letaknya di antara Kecamatan Banyudono dan Kecamatan Sawit. Tanah untuk pendirian ponpes merupakan tanah wakaf dan pembebasan tanah milik warga sekitar.
Dikutip dari YouTube Diskominfo Boyolali, pendirian ponpes ini juga mendapat dukungan berbagai pihak. Mereka menyodorkan bantuan berupa dana maupun tenaga pengasuh agar ponpes segera berdiri dan bermanfaat bagi masyarakat.
Advertisement