Surabaya jadi salah satu kota terpenting sejak zaman kolonial. Tak heran jika di kota ini banyak bangunan-bangunan bersejarah yang masih bisa kita jumpai hingga sekarang. Keberanian arek-arek Suroboyo melawan penjajah menyebabkan daerah ini dijuluki sebagai Kota Pahlawan.
Advertisement
Kawasan Kota Tua Surabaya berfungsi sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan. Mengutip situs resmi Pemkot Surabaya, ada banyak bangunan tua dan cagar budaya dengan nilai seni dan sejarah di sini.
Mengutip Instagram @lovesuroboyo, kawasan Kota Tua Surabaya terdiri dari 15 jalan.
Advertisement
Salah satu kawasan Kota Tua Surabaya ada di sebelah utara. Beberapa bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya yakni rumah Abu Han, rumah di Jalan Panggung Nomor 19, Rumah Bantaran Ruko, Toko Yanmar, dan bangunan di Jalan Kembang Jepun Nomor 2.
Advertisement
Mengutip Liputan6.com, ada dua bangunan cagar budaya di Kota Tua Surabaya kawasan Jalan Rajawali.
Pertama, Gedung Cerutu. Ciri khas Gedung Cerutu adanya menara di atas gedung yang berbentuk seperti cerutu. Bangunan ini merupakan gedung kuno yang masih berdiri kokoh hingga kini.
Hotel Arcadia didesain bergaya kolonial pada awal abad 20. Sebelum bernama Hotel Arcadia, bangunan ini dikenal bernama Hotel Ibis. Hotel ini resmi menjadi bangunan cagar budaya pada tahun 1913 silam.
Advertisement
Gedung De Javasche Bank berdiri di Jalan Garuda Nomor 1 Kota Surabaya. Gedung ini menyimpan banyak sejarah perbankan di Indonesia. Gedung ini sudah dibangun sejak 14 September 1829. Resmi menjadi bangunan cagar budaya pada tahun 2012 silam.
Bangunan bergaya arsitektur neo renaissance ini dilengkapi ukiran khas Jepara di setiap pilar-pilarnya. Gedung ini terbagi menjadi tiga lantai. Lantai pertama yaitu ruang basement untuk menyimpan uang, emas dan dokumen penting lainnya. Lantai kedua untuk kantor dan teller, dan lantai ketiga sebagai tempat dokumentasi.
Advertisement
Replika ini terdapat di depan Taman Sejarah JMP yang dibangun untuk edukasi sejarah. Pada pertempuran tiga hari di Surabaya pada 30 Oktober 1945, mobil yang ditumpangi Jenderal Inggris AWS Mallaby meledak di sekitar Jembatan Merah.
Advertisement
Gedung arsitektur Belanda ini berlokasi di Jalan Merak (belakang Polrestabes Surabaya). Gedung ini dibangun dengan kontruksi bangunan anti Gempa.
Mengutip Instagram @lovesuroboyo, gedung ini dulunya bernama gedung PTPN XI kini berganti menjadi PTPN I Regional 4. Gedung ini merupakan gedung terbaik pada masanya.