Sensasi Menonton Tayub Nganjuk, Seni Pertunjukan Sejak Zaman Kerajaan yang Bikin Warga Guyub Rukun

Tayub merupakan tari pergaulan yang dalam perwujudannya bisa bersifat romantis dan bisa pula erotis.

Rizka Nur Laily Muallifa
Sensasi Menonton Tayub Nganjuk, Seni Pertunjukan Sejak Zaman Kerajaan yang Bikin Warga Guyub Rukun
Sensasi Menonton Tayub Nganjuk, Seni Pertunjukan Sejak Zaman Kerajaan yang Bikin Warga Guyub Rukun (Merdeka.com)

Seni pertunjukan ini masih eksis hingga sekarang.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Medium Moh. Zaini

Tayub merupakan tari pergaulan yang dalam perwujudannya bisa bersifat romantis dan bisa pula erotis. Para penarinya perempuan, mereka disebut tledhek atau waranggana. Pertunjukan Tayub selalu melibatkan penonton pria untuk menari bersama (pengibing).

Sejarah

Mengutip situs repository.unej.ac.id, Tayub awalnya merupakan kesenian yang dipentaskan di pusat-pusat kerajaan Jawa hingga akhirnya sampai ke Nganjuk

Kesenian Tayub di Nganjuk mengalami pasang-surut. Pada tahun 1996 kesenian ini mulai meredup. Beruntung, pemerintah melakukan intervensi dengan memberikan perhatian lebih serius kepada kesenian warisan nenek moyang ini selama kurun waktu 1996-2009 silam. 

Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk memfasilitasi pembangunan padepokan sebagai wadah melakukan pembinaan, berkeluh kesah, sekaligus tempat lahirnya karya-karya Tayub. Salah satunya tercetusnya inisiasi Tayub Padang Bulan pada tahun 2006 silam.

Tayub Padang Bulan merupakan ciri khas tayub Nganjuk yang mengandung pembaruan, mulai dari peraturan, busana, hingga panggung.

Penyelenggaraan

Penyelenggaraan
© 2024 merdeka.com/Nusantara Institute

Tayub digelar untuk merayakan pesta pernikahan dan berbagai hajatan lainnya.

Tayub di Desa Sambirejo

Mengutip artikel Eksistensi kesenian tayub di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk  karya Kholisatul Mar'ah (UB, 2019), kesenian Tayub di Dusun Ngrajek Desa Sambirejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk  sudah ada sejak zaman Sunan Kalijaga.

Kesenian tayub di dusun Ngrajek ini mengandung unsur-unsur mistis yang dipercayai masyarakat. Salah satunya bahwa kesenian tayub tidak akan berjalan lancar jika permintaan yang diinginkan danyang tidak dilaksanakan dengan runtut.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada 2009 acara rutin gembyangan waranggana yang semula hanya digelar di Desa Sambirejo, ditambah ritual gembyangan di Air Terjun Sedudo. Hal ini jadi salah satu daya tarik wisata Kabupaten Nganjuk.

Bikin Warga Guyub Rukun

Seni pertunjukan Tayub membuat masyarakat berkumpul dengan guyub rukun. Pemkab Nganjuk bersama para seniman dan masyarakat terus berupaya melestarikan kesenian tradisional yang merupakan peninggalan enek moyang.

Salah satunya dengan cara selalu mengikutsertakan tayub dalam berbagai acara khususnya yang digelar di Desa Sambirejo, Kabupaten Nganjuk.

Sayangnya jumlah seniman tayub kian hari kian berkurang. Hal ini tampak dari para waranggana yang kebanyakan sudah berusia cukup tua.

Rekomendasi