Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sejarah Pelabuhan Canggu, Pintu Gerbang Menuju Kerajaan Majapahit

Sejarah Pelabuhan Canggu, Pintu Gerbang Menuju Kerajaan Majapahit Pelabuhan Canggu. ©kemdikbud.go.id

Merdeka.com - Majapahit merupakan kerajaan terbesar yang pernah berkuasa di wilayah Indonesia. Namun keruntuhannya meninggalkan jejak misteri yang tak kalah besarnya.

Banyak misteri seputar Majapahit yang belum terkuak. Salah satunya mengenai pelabuhan yang besar perannya bagi sebuah peradaban agung. Dalam sejarahnya, Majapahit punya sebuah pelabuhan bernama Canggu.

Kini ia merupakan sebuah desa yang terletak tak jauh di utara Kota Mojokerto. Bisa dikatakan dulunya pelabuhan ini merupakan pintu gerbang menuju pusat Kerajaan Majapahit.

Bahkan keberadaan Pelabuhan Canggu konon lebih tua dari pada peradaban Majapahit itu sendiri. Lalu seperti apa sejarahnya?

Sejarah Pelabuhan Canggu

pelabuhan canggu

©kemdikbud.go.id

Dilansir dari Kemdikbud.go.id, Pelabuhan Canggu sudah ada sebelum Kerajaan Majapahit dibangun. Beberapa orang mengatakan bahwa Pelabuhan Canggu didirikan oleh Raja Wisnuwardhana dari Kerajaan Singasari sekitar tahun 1271 Masehi.

Pelabuhan Canggu punya beragam fungsi, salah satunya adalah sebagai pusat ekonomi dan bisnis. Banyak saudagar dari bangsa asing yang datang ke pelabuhan itu demi kepentingan dagang. Salah satu dari mereka adalah Cheng Hwe, seorang pebisnis ulung muslimah dari Tiongkok.

Pada era kejayaannya, Pelabuhan Canggu menjadi titik temu pedagang antar bangsa, khususnya pada zaman Kerajaan Majapahit. Selain memiliki fungsi dagang, Pelabuhan Canggu juga menjadi salah satu tempat prostitusi kuno, pangkalan militer, serta pelabuhan bea cukai.

Bukti Keberadaan Pelabuhan Canggu

cerita kerajaan majapahit

Foto: Youtube/Andaka TV ©2023 Merdeka.com

Bukti keberadaan Pelabuhan Canggu dapat dilihat dari Prasasti Canggu. Dalam prasasti itu disebutkan ada 33 desa yang menjadi tempat penyeberangan di tepi Sungai Bengawan Solo dan 44 desa di tepi Sungai Brantas.

Dari berbagai desa itu ada beberapa tempat yang berkembang menjadi pelabuhan sungai yang besar antara lain Canggu, Bubat, dan Terung.

Saat itu, Sungai Brantas menjadi salah satu jalur perdagangan dari pesisir laut menuju kawasan pedalaman Pulau Jawa. Apalagi sungai ini memiliki banyak percabangan menuju kawasan hilir di antaranya Sungai Porong dan Sungai Kalimas.

Jejak Kejayaan yang Hilang

sungai brantas

©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kini, Pelabuhan Canggu hanya menyisakan sebuah jejak kejayaan yang hilang. Di bekas pelabuhan ini kini telah dipenuhi permukiman penduduk yang ramai. Pemukiman itu dikenal dengan nama Desa Pelabuhan untuk menandakan bahwa di sana dulu pernah ada pelabuhan yang besar.

Bekas lokasi tersebut berada di titik pecahan Sungai Brantas yang menjadi dua aliran, di mana ke arah utara menjadi Sungai Kalimas yang bermuara di Kalimas, Surabaya, sedangkan ke arah timur menjadi Sungai Porong yang bermuara di Banger, Pasuruan.

(mdk/shr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP