Kegiatan ini dilakukan di sela-sela aktivitasnya bekerja di pabrik
Advertisement
Sehari-hari, Heru Setiawan, warga Desa Jogoloyo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang bekerja sebagai buruh pabrik. Tak mau hanya mengandalkan penghasilan dari pabrik, ia melakukan budi daya lobster air tawar.
Advertisement
Awalnya Iseng
Awalnya Heru iseng, sembari memelihara ikan sejak tahun 2014 silam. Kini buruh pabrik itu menggeluti budi daya lobster air tawar. Ia memutuskan tidak lagi beternak ikan.
Advertisement
Alasan
Menurut Heru, pemeliharaan lobster lebih mudah dan sederhana. Selain itu, cuan yang dihasilkan lebih banyak.
Ia tidak hanya menjual bibit lobster, tetapi juga lobster siap konsumsi.
Advertisement
Perawatan
Dikutip dari tayangan YouTube Liputan6, kolam lobster tidak perlu sering dikuras. Selagi air masih bening, kata Heru, kolam tersebut masih aman untuk lobster. Selain itu, budi daya lobster juga menghemat biaya pakan. Pakan lobster di kolam milik Heru menggunakan pelet, sayuran, dan cacing. Dalam sehari, Heru memberi makan lobster di kolam sebanyak dua kali, yakni pada pagi dan sore hari.
Advertisement
Ratusan Lobster
Setiap pagi sebelum berangkat ke pabrik, Heru memberi makan lobster-lobster di kolam terpal belakang rumahnya. Ia sudah punya 7 kolam terpal berisi ratusan lobster air tawar mulai indukan hingga bibit.
Advertisement
Cuan
Selain sebagai hobi, memelihara lobster menjadi penghasilan tambahan. Ia menjual bibit lobster mulai harga Rp1.500 hingga Rp5.000. Adapun untuk lobster siap konsumsi harganya berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
Advertisement
Manfaatkan Medsos
Heru memanfaatkan media sosial untuk menjual lobster hasil budi daya dari kolam belakang rumahnya. Selain itu, ia juga sudah punya pelanggan tetap dari Jombang dan kota-kota lain Surabaya, Banyuwangi, dan nyaris seluruh daerah di Jawa Timur.
Advertisement