Kisah Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Nyaris Dibunuh Raja Champa tapi Akhirnya Dipilih jadi Menantu

Raja Champa meminta prajuritnya membunuh Syekh Ibrahim Asmoroqondi karena tak suka dengan dakwah Islam yang dilakukannya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Kisah Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Nyaris Dibunuh Raja Champa tapi Akhirnya Dipilih jadi Menantu
Kisah Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Nyaris Dibunuh Raja Champa tapi Akhirnya Dipilih jadi Menantu (Merdeka.com)

Latar Belakang

Pria bernama asli Syekh Ibrahim as-Samarqandi ini disebut Makdum Ibrahim Asmoro atau Maulana Ibrahim Asmoro dalam Babad Tanah Jawi. Lidah orang Jawa kesusahan melafalkan as-Samarqandi, yang kemudian berubah menjadi Asmoroqondi. Syekh Ibrahim Asmoroqondi diperkirakan lahir di Samarkand, Asia Tengah, pada abad ke-14.

Sementara itu, Babad Cerbon menyatakan bahwa Syekh Ibrahim as-Samarqandi adalah putera Syekh Karnen yang berasal dari negeri Tulen. Artinya, Syekh Asmoroqondi bukan penduduk asli Samarkand, melainkan seorang migran yang orang tuanya pindah ke Samarkand. Sementara negeri Tulen yang dimaksud menunjuk pada nama wilayah Tyulen, kepulauan kecil di sisi timur Laut Kaspia yang masuk wilayah Kazakhstan, tepatnya di arah barat Laut Samarkand.

Kedatangan di Jawa

Kedatangan di Jawa
Dok. Istimewa

Syekh Ibrahim Asmoroqondi diperkirakan datang ke Jawa pada sekitar tahun 1362 Saka/1440 Masehi.

Ia datang bersama dua orang putera dan seorang kemenakan serta sejumlah kerabat. Rombongan keluarga itu akan menghadap Raja Majapahit yang menikahi adik dari istri Syekh Ibrahim Asmoroqondi, yaitu Dewi Darawati. Sebelum ke Jawa, rombongan Syekh Ibrahim Asmoroqondi singgah ke Palembang untuk memperkenalkan agama Islam kepada Adipati Palembang, Arya Damar. Setelah berhasil mengislamkan Adipati Palembang, Arya Damar (yang namanya diganti menjadi Ario Abdullah) dan keluarganya, Syekh Ibrahim Asmoroqondi beserta putera dan kemenakannya melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa.

Rombongan mendarat di sebelah timur bandar Tuban, yang disebut Gesik (sekarang Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban). Pendaratan Syekh Ibrahim Asmoroqondi di Gesik diduga sebagai sikap kehati-hatian seorang penyebar dakwah Islam. Mengingat Bandar Tuban saat itu adalah bandar pelabuhan utama Majapahit. Syekh Ibrahim Asmoroqondi dan rombongan tinggal agak jauh di sebelah timur pelabuhan Tuban, yaitu di Gesik untuk berdakwah  kepada penduduk sekitar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selama berdakwah di daerah Gesik, Syekh Ibrahim Asmoroqondi juga menyusun kitab dengan tulisan tangan. Kitab ini dikenal dengan nama Usui Nem Bis yang artinya sejilid kitab berisi enam kitab dengan enam bismillahirrahmanirrahim.

Dakwah

Dakwah
Dok. Istimewa

Mengutip Babad Ngampeldenta, Syekh Ibrahim Asmoroqondi adalah penyebar Islam di negeri Champa, tepatnya di Gunung Sukasari. Kedatangannya ke wilayah kerajaan bercorak non muslim itu mendapat banyak tantangan.

Menurut Babad Cerbon, saat Syekh Ibrahim Asmoroqondi pertama kali datang ke Champa, Raja Champa adalah seorang non muslim. Sementara itu, Syekh Ibrahim Asmoroqondi tinggal di kawasan Gunung Sukasari. Sehari-hari, ia menyebarkan ajaran Islam kepada penduduk Champa. Mengetahui hal tersebut, Raja Champa murka. Ia memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh Syekh Ibrahim Asmoroqondi beserta semua orang yang sudah memeluk agama Islam. 

Luluhkan Hati Raja

Luluhkan Hati Raja
Dok. Istimewa

Mengutip laman Disperpusip Provinsi Jatim, seiring berjalannya waktu Raja Champa luluh pada sosok Syekh Ibrahim Asmoroqondi. Raja Champa masuk Islam. Bahkan ia menikahkan Syekh Ibrahim Asmoroqondi dengan putrinya, Dewi Candrawulan.

(Foto: Freepik freepic.diller)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mengutip laman resmi Pemkab Tuban, pernikahan Syekh Ibrahim Asmoroqondi dan Dewi Candrawulan dikaruniai dua orang anak yakni Ali Murtolo (Ali Murtadho) dan Ali Rahmatullah yang kelak menjadi Raja Pandhita dan Sunan Ampel.

Makam

Makam
Dok. Istimewa

Syekh Ibrahim Asmoroqondi dimakamkan di Gesik, Kabupaten Tuban. Makam ini jadi salah satu lokasi wisata religi andalan di Tuban.

Rekomendasi