Diterima 8 Kampus Ternama Dunia, Siswi MAN Ponorogo Beberkan Rahasia Ini

Dua siswi MAN 2 Ponorogo diterima sejumlah perguruan tinggi ternama dunia. Keduanya akan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dengan beasiswa. Begini kisahnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Diterima 8 Kampus Ternama Dunia, Siswi MAN Ponorogo Beberkan Rahasia Ini
Siswi MAN 2 Ponorogo diterima sejumlah perguruan tinggi ternama dunia. ©2023 Merdeka.com/Dok. MAN 2 Ponorogo

Belakangan makin banyak kabar bahagia tentang pelajar Indonesia yang diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama dunia. Hal ini juga dialami dua siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Ponorogo, Jawa Timur.

Seorang siswi diterima di enam perguruan tinggi sekaligus, sementara satu siswi lain bahkan diterima di delapan perguruan tinggi ternama dunia. Keduanya dinyatakan diterima sejumlah perguruan tinggi itu usai menjalani serangkaian seleksi, mulai dari seleksi administrasi, ujian tulis, hingga wawancara.

"Alhamdulillah, kami beruntung mendapat kesempatan memilih kampus terbaik di beberapa negara Asia, Eropa, dan Amerika, juga Australia," tutur salah satu siswi MAN 2 Ponorogo, Etik Nurhasanah, Sabtu (6/5/2023).

Etik diterima di enam perguruan tinggi luar negeri sekaligus, yakni National Taiwan University, Wageningen University Belanda, The University of Western Australia, University of Toronto Mississauga Kanada, Monash University Australia, dan McMaster University Kanada.

Sementara temannya, Like Zuyyina Fatwa Fadila yang juga siswi MAN 2 Ponorogo, diterima di delapan kampus ternama dunia yang memiliki reputasi internasional bidang akademik. 

Like diterima di kampus University of Toronto Kanada, University of Toronto Scarborough Kanada, University of Toronto St.George Kanada, University of British Columbia Kanada, National Taiwan University, Monash University Australia, University of Western Australia, dan Wageningen University Belanda.

"Kami akhirnya memilih di Taiwan, tepatnya di National University Taiwan," ungkap Etik dan Like di Ponorogo, dikutip dari Antara.

Etik dan Like akan melanjutkan pendidikan tinggi di kampus yang sama, namun dengan jurusan akademik berbeda. Etik dengan berlatar belakang ilmu sosial memilih jurusan Ilmu Ekonomi, sementara Like yang berlatar Ilmu IPA mengambil jurusan Bioteknologi dan Ahli Gizi Makanan. 

Menariknya, keduanya mendapatkan beasiswa dari Program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. 

"Kami diterima di Taiwan tanggal 18 April, untuk pengumuman beasiswa pada 29 April," imbuh keduanya.

Like pun menceritakan perjuangannya memperoleh beasiswa yang ia rasa cukup sulit. Mereka harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai nilai rapor baik, prestasi minimal tingkat nasional, hingga kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik.

"Alhamdulillah, kami bisa mencukupi semua persyaratan dan akhirnya bisa diterima," terang Like.

Keduanya mengaku memilih kampus di Taiwan dengan tujuan ingin menambah kemampuan Bahasa Mandarin. Selain karena jurusan studi yang mereka pilih sudah sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka saat ini.

Rekomendasi