Anda pasti pernah mendengar istilah psikotes atau bahkan mengikuti salah satu psikotes dalam suatu kesempatan. Misalnya saat hendak melamar kerja, hingga mendaftar ke perguruan tinggi. Psikotes telah menjadi sebuah tes persyaratan untuk meloloskan peserta dalam hal-hal ini.
Secara umum, pengertian psikotes adalah sebuah ujian yang dilaksanakan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Psikotes sering dikaitkan dengan tes intelegensi untuk mengetahui IQ seseorang serta tes bakat dan kemampuan.
Psikotes dapat dianggap sebagai interview tertulis, karena menggunakan sejumlah besar pertanyaan secara tidak langsung.Psikotes dapat memberikan informasi yang lebih baik daripada pertanyaan yang langsung dan terus terang. Berikut penjelasan selengkapnya mengenai psikotes yang menarik diketahui.
Advertisement
Tes psikologi atau psikotes adalah alat yang digunakan untuk mengetahui kondisi seorang individu. Juga dikenal sebagai asesmen psikologi, psikotes adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh psikolog dan lembaga layanan psikologi di dalam masyarakat untuk bermacam-macam kebutuhan.
Psikotes adalah ujian yang bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa dalam industri dan organisasi tertentu dan dilakukan untuk seleksi, penempatan karyawan, dan promosi jabatan.
Dalam lingkungan pendidikan psikotes biasanya digunakan sebagai penentuan minat dan bakat siswa, serta mengetahui kapasitas intelektual siswa. Sementara dalam studi klinis dan sosial, psikotes digunakan sebagai salah satu pertimbangan jenis terapi yang dapat membantu individu hidup secara normal.
Mengutip Djoemadi Darmodjo, psikotes dapat berbentuk tes yang tertulis, proyeksi gambar, dan sebagainya untuk mengukur fungsi kemampuan kognitif maupun emosi seseorang mulai dari tingkat kecerdasan, bakat, minat, sampai kepribadian orang tersebut.
Dari hasil yang tergambar pada psikotes didapatkan suatu gambaran tentang orang tersebut yang nantinya dapat dipergunakan sebagai informasi yang dapat membantu orang tersebut dalam beberapa bidang.
Arti Psikotest
Seperti yang disebut di atas, psikotes adalah serangkaian tes yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek psikologis seseorang, termasuk kecerdasan, kepribadian, sikap, dan keterampilan lainnya. Berikut adalah beberapa arti psikotes menurut para ahli:
- David Wechsler: Psikotes adalah alat yang dirancang untuk mengukur kemampuan atau atribut seseorang, seperti kecerdasan atau kepribadian, yang mencerminkan performa aktual individu dalam situasi tertentu.
- Anne Anastasi dan Susana Urbina: Menurut Anastasi dan Urbina, psikotes adalah perangkat yang objektif dan distandardisasi untuk mengukur sampel perilaku.
- Robert M. Kaplan dan Dennis P. Saccuzzo: Psikotes adalah alat atau prosedur sistematis yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel psikologis dari seseorang atau sekelompok orang, dengan cara yang terstandarisasi dan obyektif.
- Lewis R. Aiken: Psikotes adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur berbagai atribut individu seperti bakat, kemampuan, keterampilan, pengetahuan, prestasi, sikap, karakteristik kepribadian, dan status mental.
- Stanley J. Baran: Psikotes adalah alat yang digunakan untuk mengukur aspek psikologis individu yang mencakup tes kecerdasan, tes kemampuan, tes prestasi, tes kepribadian, dan tes lainnya yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai aspek-aspek psikologis tertentu.
Definisi-definisi tersebut menunjukkan bahwa psikotes dirancang untuk mengukur berbagai aspek psikologis dan digunakan dalam berbagai konteks, seperti rekrutmen pekerjaan, pendidikan, dan penelitian klinis.
Advertisement
Mengutip Nur’aeni, S.Psi., M.Si. dalam buku Tes Psikologi: Tes Intelegensi dan Tes Bakat klasifikasi psikotes adalah,secara garis besar terbagi menjadi Tes Intelegensi, Tes Bakat, Tes Kepribadian, dan Tes Minat (HIMPSI, 2002).
1. Tes Intelegensi
Tes yang mengungkapkan intelegensi untuk mengetahui sejauh mana kemampuan umum seseorang untuk memperkirakan apakah suatu pendidikan atau pelatihan tertentu dapat diberikan kepadanya. Nilai tes intelegensi seringkali dikaitkan dengan umur dan menghasilkan IQ untuk mengetahui bagaimana kedudukan relatif orang yang bersangkutan dengan kelompok orang sebayanya.
2. Tes Bakat
Atau sering disebut pula sebagai tes bakat khusus yang mencoba untuk mengetahui kecenderungan kemampuan khusus pada bidang-bidang tertentu.
Psikotes adalah tes yang mencoba untuk mengungkapkan berbagai ciri kepribadian tertentu seperti introversi, penyesuaian sosial dan sebagainya yang terkait dengan kepribadian.
4. Tes Minat
Tes minat mengungkapkan reaksi seseorang terhadap berbagai situasi yang secara keseluruhan akan mencerminkan minatnya. Minat yang terungkap melalui tes minat ini seringkali menunjukkan minat yang lebih mewakili daripada minat yang sekadar dinyatakan, yang biasanya bukan merupakan minat yang sesungguhnya.
Advertisement
Fungsi tes-tes psikologi atau psikotes adalah untuk mengukur perbedaan-perbedaan antara individu-individu atau antara reaksi-reaksi individu yang sama dalam situasi yang berbeda. Salah satu masalah awal yang merangsang pertumbuhan psikotes adalah identifikasi orang-orang terbelakang mentalnya.
Dorongan kuat pada perkembangan awal psikotes agaknya didapatkan dari kebutuhan akan penilaian yang muncul dalam pendidikan. Dewasa ini, sekolah-sekolah termasuk pihak paling besar yang menggunakan psikotes.
Psikotes antara lain digunakan untuk maksud-maksud seperti mengklasifikasi anak-anak dengan acuan pada mereka untuk bisa mengambil manfaat dari berbagai jenis pelajaran sekolah yang berbeda-beda. Serta membantu mengindentifikasi mana yang pelajar yang cepat dan mana yang lamban.
Pada konseling pendidikan dan pekerjaan pada tingkat sekolah menengah dan universitas, psikotes berfungsi membantu menyeleksi orang-orang yang melamar masuk sekolah-sekolah profesional. Seleksi dan klasifikasi sumber daya manusia untuk bidang industri menggambarkan penerapan utama lainnya atas psikotes ini.