7 Makanan Penyebab Konstipasi yang Wajib Dihindari, Salah Satunya Daging Merah

Jenis-jenis makanan penyebab konstipasi berikut ini sangat penting untuk Anda ketahui. Hal ini bertujuan agar Anda dapat lebih berhati-hati saat hendak mengonsumsinya, karena telah menyadari ada efek samping berupa konstipasi yang dapat menyerang.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
7 Makanan Penyebab Konstipasi yang Wajib Dihindari, Salah Satunya Daging Merah
Ilustrasi sakit perut. ©2012 Merdeka.com

Jenis-jenis makanan penyebab konstipasi berikut ini sangat penting untuk Anda ketahui. Hal ini bertujuan agar Anda dapat lebih berhati-hati saat hendak mengonsumsinya, karena telah menyadari ada efek samping berupa konstipasi yang dapat menyerang.

Konstipasi atau sembelit adalah masalah kesehatan umum yang didefinisikan sebagai aktivitas buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Konstipasi juga umum dialami bersamaan dengan rasa kembung dan begah akibat penumpukan gas di dalam perut.

Semakin tua atau semakin Anda tidak aktif secara fisik, semakin besar kemungkinan Anda untuk mengalami konstipasi. Diketahui, ada beberapa jenis makanan yang dapat membantu meringankan atau mengurangi risiko konstipasi. Namun ada juga makanan yang dapat memperburuk kondisi ini.

Melansir dari laman healthline.com, berikut 7 jenis makanan penyebab konstipasi yang penting untuk Anda ketahui dan pikirkan kembali saat hendak mengonsumsinya.

Makanan yang mengandung gluten adalah jenis makanan penyebab konstipasi yang pertama. Gluten adalah protein yang ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum dan barley. Beberapa orang dapat mengalami konstipasi atau sembelit saat mengonsumsi makanan yang mengandung gluten.

Juga, terdapat jenis orang yang tidak toleran terhadap gluten. Ini adalah kondisi yang dikenal sebagai intoleransi gluten atau penyakit celiac. Ketika seseorang dengan penyakit celiac mengonsumsi gluten, sistem kekebalan mereka akan menyerang usus mereka sendiri, dan memberikan dampak yang sangat merusak.

Untuk alasan tersebut, seseorang yang memiliki penyakit ini harus mengikuti diet bebas gluten. Di sebagian besar negara, diperkirakan 0,5-1% orang memiliki penyakit celiac, tetapi banyak yang mungkin tidak menyadarinya. Konstipasi kronis adalah salah satu gejala umumnya dan menghindari gluten dapat membantu meringankan gejala serta menyembuhkan usus.

Sensitivitas gluten non-celiac (NCGS) dan irritable bowel syndrome (IBS) adalah dua contoh lain di mana usus seseorang dapat bereaksi terhadap gandum. Jika Anda merasa bahwa gluten adalah penyebab konstipasi yang Anda alami, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Biji-Bijian Olahan

Makanan penyebab konstipasi yang kedua adalah biji-bijian olahan. Biji-bijian olahan dan produk turunannya seperti roti putih, nasi putih, dan pasta putih, lebih rendah serat dan lebih berpotensi untuk menyebabkan konstipasi daripada biji-bijian utuh.

Hal ini karena dedak dan bagian benih biji-bijian dihilangkan selama pemrosesan. Padahal, secara khusus dedak mengandung serat, nutrisi yang menambah massa tinja dan membantunya bergerak. Banyak penelitian telah menghubungkan asupan serat yang lebih tinggi dengan risiko konstipasi yang lebih rendah.

Oleh karena itu, jika Anda rentan mengalami konstipasi, periksalah asupan makanan Anda dan kurangi konsumsi biji-bijian olahan secara bertahap dan menggantinya dengan biji-bijian utuh. Meskipun serat ekstra adalah hal yang bermanfaat, bagi beberapa orang hal ini justru menimbulkan efek sebaliknya yakni dapat memperburuk konstipasi.

Makanan penyebab konstipasi yang ketiga adalah susu dan produk turunannya. Susu tampaknya telah diketahui secara umum sebagai penyebab umum konstipasi. Bayi, balita, dan anak-anak adalah kelompok usia yang sangat berisiko mengalami konstipasi akibat susu. Hal ini mungkin karena kepekaan terhadap protein yang ditemukan dalam susu sapi.

Sebuah tinjauan studi yang dilakukan selama periode 26 tahun menemukan bahwa beberapa anak dengan sembelit kronis mengalami perbaikan ketika mereka berhenti mengonsumsi susu sapi.

Terdapat banyak laporan anekdot tentang pengalaman serupa pada orang dewasa. Namun, sedikit dukungan ilmiah yang dapat ditemukan, karena sebagian besar penelitian yang meneliti efek ini difokuskan pada anak-anak, bukan populasi yang lebih tua.

Daging Merah

Makanan penyebab konstipasi yang keempat adalah daging merah. Daging merah dapat memperburuk konstipasi karena tiga alasan utama. Pertama, daging merah hanya mengandung sedikit serat. Kedua, daging merah juga secara tidak langsung dapat mengurangi total asupan serat harian seseorang dengan menggantikan pilihan serat yang lebih tinggi dalam makanan.

Hal ini terutama benar jika Anda mengonsumsi daging dalam porsi besar saat makan dan mengurangi jumlah sayuran kaya serat, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Skenario ini akan menyebabkan asupan serat harian yang lebih rendah secara keseluruhan, berpotensi meningkatkan risiko konstipasi.

Selain itu, tidak seperti jenis daging lainnya, daging merah umumnya mengandung jumlah lemak yang lebih tinggi, dan makanan berlemak tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh. Dalam beberapa kasus, hal ini dapat meningkatkan kemungkinan konstipasi yang lebih lama.

Makanan penyebab konstipasi yang kelima adalah gorengan dan makanan cepat saji. Makanan gorengan atau makanan cepat saji dalam porsi besar atau sering dapat meningkatkan risiko konstipasi. Karena, kedua jenis makanan ini cenderung tinggi lemak dan rendah serat, kombinasi yang dapat memperlambat pencernaan dengan cara yang sama seperti daging merah.

Camilan makanan cepat saji seperti keripik, kue kering, cokelat, dan es krim juga dapat menggantikan lebih banyak pilihan camilan kaya serat, seperti buah dan sayuran dalam makanan seseorang. Hal ini selanjutnya dapat meningkatkan kemungkinan konstipasi dengan mengurangi jumlah total serat yang dikonsumsi per hari.

Selain itu, makanan yang digoreng dan cepat saji cenderung mengandung garam dalam jumlah besar, yang dapat menurunkan kadar air tinja, mengeringkannya, dan membuatnya lebih sulit untuk dikeluarkan.

Buah Kesemek

Makanan penyebab konstipasi yang keenam adalah buah kesemek. Kesemek adalah buah populer dari Asia Timur yang diketahui dapat menyebabkan sembelit bagi sebagian orang. Secara khusus, kesemek astringen mengandung tanin dalam jumlah besar. 

Tanin adalah senyawa yang dianggap mengurangi sekresi dan kontraksi usus, memperlambat pergerakan usus. Untuk alasan ini, orang yang mengalami sembelit harus menghindari mengonsumsi kesemek, terutama yang berasal dari varietas astringen.

Alkohol

Alkohol adalah penyebab konstipasi yang terakhir. Hal ini karena jika Anda minum alkohol dalam jumlah banyak, Anda dapat meningkatkan jumlah cairan yang hilang melalui urine dan menyebabkan dehidrasi. Hidrasi yang buruk, baik karena tidak minum cukup air atau kehilangan terlalu banyak melalui urin, sering dikaitkan dengan peningkatan risiko konstipasi.

Sayangnya, belum ada penelitian yang dapat menemukan hubungan langsung antara konsumsi alkohol dan konstipasi. Ada kemungkinan bahwa efek alkohol memang bervariasi dari orang ke orang. Jika Anda ingin melawan efek alkohol yang berpotensi menyebabkan dehidrasi dan konstipasi, maka Anda harus mencoba untuk mengimbangi setiap porsi alkohol dengan segelas air atau minuman non-alkohol lainnya.

Rekomendasi