Ratusan Sapi Tertahan di Kapal Pelabuhan Tanjung Perak, Begini Nasibnya

Sedikitnya 736 sapi tertahan di kapan di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, karena adanya larangan bongkar muat sebagai antisipasi wabah PMK. Begini nasibnya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Ratusan Sapi Tertahan di Kapal Pelabuhan Tanjung Perak, Begini Nasibnya
Ilustrasi sapi. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/DanVostok

Sedikitnya 736 sapi tertahan di kapan di Pelabuhan Tanjung Perak, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Hal ini disebabkan adanya aturan terkait penyakit mulut dan kuku (PMK) sehingga kapal bermuatan sapi itu dilarang bongkar muat.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto menuturkan, pihaknya mendapat laporan ratusan sapi tertahan di kapal setelah seorang pengusaha ternak ingin meminta solusi terkait permasalahan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Adik mendorong pemerintah memberikan solusi bagi pengusaha ternak, khususnya sapi yang saat ini mengalami masalah pengiriman. Supaya arus ekonomi tidak terhambat, terlebih saat ini masa pemulihan pascapandemi.

Ratusan sapi yang tertahan di kapal di Pelabuhan Tanjung Perak itu berasal dari Nusa Tenggara Timur. Rencananya, sapi-sapi itu bakal dikirim ke DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Adik menuturkan, saat pengiriman ternak itu belum diberlakukan aturan PMK dan kondisi luar biasa (KLB). Namun, saat sapi tiba di Pelabuhan Tanjung Perak aturan itu sudah mulai berlaku. 

"Kami minta agar ada perlakuan khusus atau keringanan. Selain itu, sapi itu bukan dari luar negeri serta tidak bermasalah dalam perizinan. Ada info juga beberapa ekor mati," ujar Adik di Surabaya, Kamis (12/5/2022) malam, dikutip dari Antara.

Jawa Timur sendiri merupakan daerah pertama di Indonesia yang ditemukan adanya PMK pada sejumlah sapi. Hal ini membuat pemerintah setempat mengeluarkan aturan penutupan masuk keluarnya ternak di daerah setempat.

Beberapa daerah di Jatim juga memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) PMK, salah satunya Kabupaten Gresik. 

Laporan kasus PMK awal berasal dari Desa Sooko, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, di mana ada puluhan hewan ternak yang terserang PMK. 

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Gresik, hewan yang terkena wabah PMK mencapai 810 ternak sapi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 15 ekor di antaranya mati.

Ratusan ternak yang terkena wabah PMK di terdeteksi pada tujuh kecamatan, yakni Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, Menganti, Benjeng, Balongpanggang, dan Cerme.

Rekomendasi