The Journal of South East Asia Human Rights (JSEAHR) yang dipublikasikan Pusat Kajian Hak Asasi Manusia, Multikulturalisme, dan Migrasi Universitas Jember, Jawa Timur menjadi jurnal ilmiah hak asasi manusia (HAM) pertama di Asia Tenggara yang terindeks Scopus.
Basis data abstraksi dan kutipan konten telah dipilih dan diperiksa ketat oleh dewan peninjau independen yang ahli di bidangnya.
"Keberhasilan itu merupakan hasil kerja keras seluruh kawan-kawan di CHRM2 dan tentu saja mendapatkan dukungan penuh pihak Rektorat Unej," ungkap Ketua Pusat Kajian Hak Asasi Manusia, Multikulturalisme, dan Migrasi Universitas Jember, Al Khanif, di Kabupaten Jember, Rabu (28/12).
Advertisement
Artikel Ilmiah di JSEAHR
Pemimpin redaksi JSEAHR itu menyampaikan terima kasih kepada para mitra The Centre for Human Rights, Multiculturalism and Migration (CHRM2) dari berbagai lembaga dan perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri. Berkat mereka pula JSEAHR berhasil terbit pertama kali pada 2017.
Dosen Fakultas Hukum Universitas Jember itu menjelaskan bahwa JSEAHR merupakan bagian tidak terpisahkan dari konferensi tahunan HAM yang diselenggarakan CHRM2. Artikel-artikel ilmiah yang dipaparkan dalam konferensi tersebut diseleksi untuk kemudian diterbitkan di JSEAHR.
Bahkan dipersentase, sekitar 90 persen artikel di JSEAHR adalah hasil seleksi karya tulis ilmiah yang dipaparkan dalam konferensi tahunan HAM yang diselenggarakan CHRM2.
Proses seleksi dan edit karya tulis ilmiah yang masuk ke redaksi JSEAHR dibantu oleh mitra dari lembaga dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Advertisement
Mitra CHRM2
Mitra CHRM2 antara lain dari Universitas Indonesia, UIN Ar Raniry Banda Aceh, KOMNAS HAM RI, dan ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights, Nagoya University di Jepang, SOAS University of London di Inggris, Institute for Advanced Study in the Humanities di Jerman, University of Malaya di Malaysia, Sydney Southeast Asia Centre the University of Sydney di Australia.
Al Khanif mengungkapkan bahwa CHRM2 ditetapkan sebagai lembaga terbaik ketiga dalam pengelolaan program beasiswa oleh Profellow, sebuah lembaga penyedia beasiswa yang berbasis di Amerika Serikat.
Keberhasilan JSEAHR dalam indeks Scopus menjadi salah satu modal bagi Universitas Jember untuk membuka Program Studi Magister Kajian HAM di bawah Program Pascasarjana.
"Harapannya proses pengajuannya ke Ditjen Dikti akan lancar dan tahun 2022 bisa menerima mahasiswa, sebab sudah banyak mitra kami, terutama dari luar negeri yang tertarik belajar HAM di Unej," tuturnya, dikutip dari Antara.