Cerita di Balik Perseteruan Persibo dan PSSI Jatim, Warganet Ramai Protes Ini

PSSI Jawa Timur memberi hukuman kalah WO 0–3 dan denda Rp50 juta kepada Persibo Bojonegoro. Menindaklanjuti keputusan tersebut, Persibo Bojonegoro akan lapor ke PSSI Pusat. Ini cerita di baliknya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Cerita di Balik Perseteruan Persibo dan PSSI Jatim, Warganet Ramai Protes Ini
Persibo Bojonegoro. ©2021 Merdeka.com/Instagram @persibo.bojonegoro

PSSI Jawa Timur memberi hukuman kalah WO 0–3 dan denda Rp50 juta kepada Persibo Bojonegoro. Klub sepak bola kebanggaan Bumi Anglingdharma itu mengajukan banding ke Komisi Banding (Komding) PSSI Jawa Timur, namun berujung penolakan.

Berdasarkan surat keputusan nomor 01/Komding/PSSI-Jatim/XII/2021 yang diterima Persibo, hukuman kalah WO 0-3 melawan Mitra Surabaya tetap berlaku. Sementara hukuman denda yang semula Rp50 juga berubah menjadi Rp20 juta.

Lapor ke PSSI Pusat

Menindaklanjuti hal tersebut, Persibo berencana melapor ke PSSI Pusat untuk mencari keadilan. CEO Persibo Abdullah Umar menilai keputusan Komding PSSI Jatim terlalu berat.

Ia juga menampik Persibo Bojonegoro memainkan pemain tidak sah pada pertandingan babak 32 besar Liga 3 Jatim 2021.

"Kesalahan hanya terjadi pada kekeliruan penggunaan jersey pada babak kedua," ungkapnya, dikutip dari laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bojonegoro, Senin (6/12).

Dua pemain yang dianggap tidak sah ialah Zardan Aroby (16) dan Amar Fadzillah (26). Mereka melakukan kesalahan dalam menggunakan jersey.

Lebih lanjut, Official Persibo sudah memberi tahu Pengawas Pertandingan di lapangan perihal tertukarnya jersey Zardan Aroby (16) dan Amar Fadzillah (26). Namun Pengawas Pertandingan memutuskan tetap melanjutkan permainan.

 
 
 
View this post on Instagram
     

A post shared by Pride of Bodjonegoro (@persibo.bojonegoro)

Manajemen Persibo, kata Umar, menyayangkan keteledoran perangkat pertandingan yang bertugas di laga Persibo dengan Mitra Surabaya. Pasalnya dalam match summary, dituliskan bahwa Amar Fadzillah mendapatkan kartu kuning. Padahal, Amar tidak pernah mendapatkan hukuman kartu kuning di lapangan saat pertandingan melawan Mitra Surabaya.

Ia menegaskan, kesalahan penulisan di match summary harusnya tidak terjadi. Perangkat pertandingan yang bertugas seharusnya cermat dan profesional menjalankan tugasnya. Kesalahan tersebut sangat  fatal karena menyangkut pemain.

"Persibo juga telah melaporkan ke Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur," ucapnya.

Persibo Bojonegoro, imbuh dia, berusaha sekuat mungkin bertindak dan berlaku profesional. Maka, pihaknya berharap penyelenggara juga bertindak demikian.  

"Sampai saat ini, Persibo Bojonegoro terus berusaha untuk mengikuti kompetisi dengan semangat membangun sepak bola dengan sportif dan bermartabat," tandasnya.

Baca Juga Dewa United Pisah dengan Jan Olde Riekerink Setelah Empat Musim Penuh Prestasi
      View this post on Instagram      

A post shared by PEMKAB BOJONEGORO (@pemkabbojonegoro)

Unggahan akun Instagram Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, @pemkabbojonegoro, Selasa (6/12) mengenai rencana Persibo melapor ke PSSI Pusat atas polemik yang menimpa sontak ramai dikomentari warganet.

Banyak warganet memberikan dukungan terhadap langkah yang bakal ditempuh Persibo Bojonegoro itu. 

"Sebab mundur adalah sebuah pengkhianatan #savepersibo," tulis pemilik akun Instagram bernama @ahmadsultanbadruszaman.

"Terima kasih untuk dukungan, support dan kawalannya selalu @pemkabbojonegoro. Semoga mendapatkan keadilan yang terbaik untuk @persibo.bojonegoro, amiin," komentar @ilma_dwi06

 
Baca Juga Persib Resmi Datangkan Gelandang Jepang Gakuto Notsuda, Perkuat Lini Tengah Maung Bandung
Rekomendasi