3 Fakta Terbaru Pusat Industri Porang Madiun, Begini Peluang Ekspornya

Kementerian Pertanian akan mengembangkan pusat industri porang di Madiun, Jawa Timur. Selain memiliki banyak manfaat, komoditas porang juga memiliki nilai jual tinggi.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
3 Fakta Terbaru Pusat Industri Porang Madiun, Begini Peluang Ekspornya
Ilustrasi Tanaman Porang. ©2021 Merdeka.com/litbang.pertania.go.id

Kementerian Pertanian akan mengembangkan pusat industri porang di Madiun, Jawa Timur. Rencananya, hasil dari industri porang ini akan dikembangkan menjadi pasar ekspor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku telah meyakinkan Presiden Joko Widodo untuk membangun pabrik olahan porang.

"Terlebih, porang dengan berbagai macam produk olahannya, diyakini berkhasiat untuk kesehatan," ujarnya di Surabaya, Sabtu (14/8/2021).

Banyak Manfaat dan Harga Tinggi

Menurut Mentan, permintaan porang di seluruh dunia tidak terbatas lantaran hasil pertanian ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Di antaranya, bisa menyembuhkan penyakit diabetes hingga digunakan untuk diet.

Mengacu pada komoditas yang banyak diekspor dari negara Jepang, harga porang mencapai Rp240 ribu per kilogram.

"Dan itu kita bisa buat. InsyaAllah, sesuai perintah Presiden, sekitar 20 Agustus nanti akan diresmikan pembangunan pabrik olahannya di Madiun," terangnya.

Target Pengembangan

Saat ini, Kementan belum mematok target pengembangan pasar ekspor dari komoditas porang. Pihaknya masih berfokus pada pendirian pabrik olahan porang.

"Kami dorong saja dulu pengembangan produk olahannya. Itu kan prosesnya setelah dibudidayakan, dibersihkan, diindustrikan, baru kemudian dipasarkan," lanjut Mentan Syahrul, dikutip dari Antara.

Ekspor Komoditas Pertanian

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
     

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kementerian Pertanian RI (@kementerianpertanian)

Di sisi lain, pada pelepasan ekspor komoditas pertanian di Terminal Peti Kemas Surabaya, Mentan menjanjikan volume ekspor komoditas pertanian ke depan bisa mencapai tiga kali lipat dari sekarang. Pasalnya, komoditas pertanian Indonesia sangat dibutuhkan oleh negara-negara lain.

"Ingat, kita negara tropis. Saya harap tidak ada kabupaten/kota di tiap provinsi se-Indonesia yang tak bisa ekspor. Karena komoditas pertanian sangat dibutuhkan oleh negara-negara lain," imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, pelepasan ekspor dilakukan serentak melalui 17 pintu pelabuhan laut dan udara di Tanah Air. Pelepasan ekspor komoditas pertanian itu memiliki tujuan 61 negara, di antaranya China, Amerika Serikat, India, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Inggris, Jerman, Rusia, Arab Saudi dan Pakistan.

Baca Juga Gubernur Khofifah: Pembinaan Atlet Jawa Timur Investasi Bangun Karakter Generasi Muda
Rekomendasi