Sebagian dari Anda pasti pernah tiba-tiba tersentak kaget saat sedang tidur. Hal ini kadang menyebabkan kebingungan, dan tak jarang juga ketakutan. Fenomena tersentak seperti kaget pada saat tidur ini disebut dengan hypnic jerk.
Hypnic jerks adalah sentakan mioklonik jinak yang terkadang dialami semua orang sekali dalam seumur hidup. Meskipun menyerupai sentakan kejang mioklonik, gejala ini terjadi saat tertidur dan hanya merupakan fenomena non-epilepsi jinak.
Hypnic jerk dapat terjadi pada orang-orang di semua usia. Kontraksi otot tak disengaja ini seringkali terjadi secara acak. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kemungkinannya.
Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu hypnic jerk yang menarik untuk Anda ketahui.
Advertisement
Mengenal Apa Itu Hypnic Jerk
Melansir dari sleep.org, hypnic jerk adalah sentakan otot pendek yang terjadi secara tidak sengaja pada saat orang sedang tertidur. Hypnic jerk cenderung terjadi saat orang tersebut sedang dalam transisi dari kondisi terjaga ke kondisi tidur. Hypnic jerks adalah jenis gerakan otot tak sadar yang disebut mioklonus. Cegukan adalah bentuk umum lainnya dari mioklonus.
Sentakan mioklonik adalah kedutan otot tak sadar yang terjadi dengan cepat, dengan otot segera kembali ke relaksasi. Hypnic jerks berbeda dari gerakan yang berhubungan dengan gangguan tidur seperti periodic limb movement disorder (PLMD) dan restless leg syndrome (RLS).
Hypnic jerks terjadi selama periode transisi antara bangun dan tidur, sedangkan gejala RLS terjadi sebelum tidur dan gerakan PLMD terjadi selama tidur. Gejala PLMD dan RLS berlangsung lebih lama daripada hypnic jerk, dan biasanya hanya melibatkan tungkai bawah dan kaki, sementara hypnic jerk dapat memengaruhi satu sisi tubuh.
Hypnic jerk dapat bervariasi intensitasnya. Sentakan ini bisa cukup kuat hingga membangunkan Anda dari tidur, atau sangat lembut sehingga tidak disadari. Biasanya, hypnic jerk memengaruhi satu bagian atau sisi tubuh.
Advertisement
Penyebab Hypnic Jerk
Dalam kebanyakan kasus, tidak ada penyebab yang jelas dari hipnyc jerk. Fenomena ini terjadi pada kebanyakan orang tanpa penjelasan yang mendasarinya. Namun demikian, terdapat beberapa ide dan teori tentang mengapa fenomena ini terjadi dilansir dari medicalnewstoday.com, yaitu:
- Olah raga: Olah raga menstimulasi tubuh, jadi olah raga di malam hari dapat membuat tubuh lebih sulit untuk rileks pada waktu tidur. Stimulasi berlebih ini dapat menyebabkan sentakan hipnik atau hypnic jerk.
- Stimulan: Stimulan tubuh dan otak, seperti kafein, nikotin, atau beberapa obat, dapat membuat sulit tidur atau tertidur sepanjang malam. Mereka juga dapat meningkatkan frekuensi hypnick jerk.
- Stres dan kecemasan: Gaya hidup stres tinggi atau perasaan sangat cemas dapat membuat Anda sulit untuk rileks dalam persiapan tidur. Otak yang waspada lebih memungkinkan untuk terkejut, sehingga Anda lebih mungkin untuk bangun ketika otot tak sadar ini berkedut.
- Kebiasaan tidur yang buruk: Pola tidur yang tidak teratur, kurang tidur, atau gangguan tidur yang teratur dapat menyebabkan hypnic jerk.
Advertisement
Gejala Hypnic Jerk
Penting dipahami bahwa hypnic jerk bukanlah gangguan tidur. Kondisi ini adalah fenomena alam dan sangat umum terjadi. Oleh karena itu, gejala kondisi ini bukanlah pertanda adanya masalah, melainkan hanyalah hal-hal yang mungkin Anda alami. Melansir dari healthline.com, gejala hypnic jerk yang umum meliputi:
- sentakan otot atau bagian tubuh
- sensasi jatuh
- flash sensorik
- mimpi atau halusinasi yang mengarah pada keterkejutan, lompatan, atau kejatuhan
- napas menjadi cepat
- detak jantung cepat
- berkeringat
Advertisement
Cara Mengatasi Hypnic Jerk
Perlu diketahui bahwa hypnic jerk bukanlah gangguan tidur berbahaya yang membutuhkan pengobatan medis. Kondisi ini bukanlah kondisi yang serius, dan tidak akan menimbulkan komplikasi. Sebaliknya, perawatan untuk hypnic jerk berfokus pada cara mencegahnya agar tak terjadi secara terus menerus. Langkah-langkah ini dapat membantu Anda tertidur tanpa gangguan hypnic jerk, yaitu:
- Hindari kafein. Secangkir kopi di pagi hari tidak apa-apa. Tetapi, mengonsumsinya setelah tengah hari dapat membuat Anda mengalami gangguan tidur. Coba kurangi tingkat konsumsi kafein Anda secara keseluruhan, terutama di sore dan malam hari.
- Hindari stimulan. Selain kafein, Anda harus membatasi jumlah nikotin dan alkohol yang digunakan dalam sehari, terutama setelah tengah hari. Segelas anggur sebelum tidur dapat membantu Anda lelap, tetapi Anda akan cenderung mengalami tidur yang gelisah dan terbangun.
- Olah raga lebih awal. Lakukan olahraga sebelum tengah hari. Jika tidak bisa, lakukan latihan intensitas rendah di malam hari seperti Pilates atau yoga saja.
- Lakukan rutinitas sebelum tidur. Selama 30 menit sebelum waktu tidur, putuskan sambungan dari teknologi dan matikan lampu kamar. Bantu otak Anda mempersiapkan diri untuk tidur dengan mengurangi penggunaan energi dan bersantai sebelum mencoba menutup mata.
- Latihan pernapasan. Saat di tempat tidur, tarik napas selama 10 hitungan, tahan selama 5 hitungan, dan buang napas perlahan selama 10 hitungan. Lakukan latihan ini beberapa kali untuk membantu memperlambat detak jantung, otak, dan pernapasan Anda.