Sampah di Sungai Sebabkan Banjir, Ini Alasan Warga Jatim Perlu Jadi Relawan Jogo Kali

Sampah yang menumpuk di sungai jadi salah satu penyebab banjir di Jombang, Jawa Timur. Ini alasan seluruh warga Jatim diminta menjadi relawan Jogo Kali.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Sampah di Sungai Sebabkan Banjir, Ini Alasan Warga Jatim Perlu Jadi Relawan Jogo Kali
Banjir di Jombang. ©2021 Merdeka.com

Seluruh warga Jawa Timur (Jatim) diminta gotong royong menjadi relawan Jogo Kali. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga meminta warga tidak membuang sampah ke sungai.

Hal itu disampaikan Gubernur Khofifah usai melakukan peninjauan di lokasi banjir di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang pada Sabtu (6/2/2021).

"Jadi ada beberapa variabel yang menyebabkan banjir di sini. Tadi saya dapat video dari tim BBWS. Ada sampah yang sangat banyak di badan sungai yang menyebabkan penyumbatan. Dan sampah-sampah ini harus diambil dengan long arm eskavator. Sampahnya menyumbat aliran air sama dengan yang kemarin di Gempol Pasuruan, yang akhirnya membuat luapan sungai," terang Khofifah, mengutip dari liputan6.com (7/2).

Imbauan untuk Warga

Menurut Khofifah, seluruh elemen masyarakat perlu aktif memantau kondisi sungai di wilayahnya masing-masing. Kepala daerah, relawan jogo kali, dan organisasi peduli lingkungan diharapkan bisa menggalakkan revitalisasi sungai. Selain itu, penting juga untuk melakukan revegetasi dan menjauhkan kebiasaan membuang sampah di sungai.

"Tolong sama-sama memantau dan aktif mengingatkan. Bahwa masyarakat jangan membuang sampah langsung ke sungai. Karena dampaknya tentu jangka panjang, seperti banjir," lanjut Mantan Menteri Sosial itu.

Penyebab Banjir di Jombang

Sementara itu, banjir di aliran Kali Konto Jombang selain disebabkan penumpukan sampah juga diakibatkan oleh tingginya sedimentasi sungai. Curah hujan yang tinggi beberapa hari belakangan yang terjadi di Jombang menyebabkan aliran Kali Konto membawa serta material. Alhasil, Tanggul Kontogude atau Rolag 70 di Desa Bugasur Kedaleman Kecamatan Gudo jebol.

Dalam kunjungannya kemarin, Gubernur Khofifah turut meninjau tanggul yang jebol mencapai 15 meter itu.

"Ada kebutuhan revitalisasi check dam. Kemudian sedimentasi akibat erupsi juga beberapa harus dinormalisasi. Di Rolag 70 kita ingin cek langsung kecukupan jumbo bag yang disiapkan BBWS dan Pemprov. Long arm eskavator dan jumbo bag sudah tiba, ada bio bag juga," ujarnya.

Selain itu, nantinya akan dikuatkan dengan tiang pancang dari kayu serta sesek sebagai penahan. "Insyallah penahan ini akan mampu membendung 80 persen aliran air untuk tidak meluap ke jalan raya. Semoga dalam waktu dua sampai tiga hari ini selesai," imbuh gubernur perempuan pertama di Indonesia itu.

Rencana Jangka Panjang

Disinggung mengenai rencana jangka panjang, Gubernur Khofifah menjelaskan Pemprov Jatim akan melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR untuk memfokuskan pada revitalisasi tanggul dan check dam serta normalisasi sungai.

Dalam kunjungan kemarin, Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis bantuan berupa 240 paket lauk pauk, 240 paket tambahan gizi, 75 buah jumbo bag, 2.000 buah glangsing, 1 ton beras, serta 40 lembar bronjong.

Berdasarkan data, tercatat 513 orang pengungsi yang menempati Balai Desa Gondang Manis. Selain difungsikan sebagai posko pengungsian, balai desa tersebut juga digunakan untuk dapur umum. Tercatat empat dusun di desa tersebut yang terdampak banjir yakni Dusun Plosorejo, Manisrenggo, Kandangan, dan Prayungan. Banjir ini merendam sebanyak 765 unit rumah yang dihuni oleh 2.963 jiwa.

Rekomendasi