Merasa lelah dari pekerjaan, sekolah, atau kehidupan secara umum adalah hal yang sangat lumrah. Perasaan ini biasa disebut sebagai tanda kelelahan atau burnout.
Burnout di dunia kerja dapat terjadi kepada siapa saja yang terlalu lelah dan stres akibat pekerjaannya. Gejala burnout yang muncul pun bermacam-macam, tergantung individu. Sehingga penting bagi Anda untuk segera mengidentifikasinya.
Penting untuk dicatat bahwa stres dan kelelahan adalah dua hal yang sangat terkait. Menurut Tania Diggory dalam artikel dari Medical News Today, "Stres dalam jumlah besar di rentang waktu yang lama dapat menyebabkan kelelahan dan, karenanya terjadilah burnout".
Burnout saat bekerja dapat menyebabkan banyak perilaku tidak sehat dan stres yang cukup besar. Ada banyak tanda dan gejala burnout saat bekerja yang bisa ditunjukkan seseorang.
Jika Anda mengalami salah satu gejala di bawah ini, sangat disarankan agar Anda mengambil langkah untuk mengatasinya. Berikut adalah 7 gejala burnout, melansir dari betterhelp.
Advertisement
Gejala burnout saat bekerja yang pertama adalah kelelahan. Dunia kerja adalah tempat yang bergerak cepat, yang bisa sangat melelahkan dan menguras emosi.
Menurut artikel dari Mayo Clinic, memiliki beban kerja yang berat dapat menyebabkan terjadinya kelelahan, yang berujung burnout. Kelelahan dapat membuat Anda merasa seperti tidak memiliki stamina lagi dan kreativitas diri seolah sudah habis.
Ketika orang mendengar kata-kata burnout akibat kerja, kelelahan adalah salah satu kata pertama yang muncul di benak sebagai penyebabnya. Dari sudut pandang luar, kelelahan bisa menjadi gejala pertama yang diketahui pada orang yang mengalami burnout.
Tetapi sebagai orang yang sedang burnout, Anda mungkin merasa sangat lelah sehingga Anda terbiasa dan menganggapnya normal. Jika kelelahan adalah sesuatu yang terasa seperti hal sehari-hari atau hal biasa, Anda kemungkinan besar akan mengalami burnout.
Advertisement
Gejala burnout saat bekerja yang kedua adalah mengisolasi diri karena terlalu stres. Perasaan terasing adalah gejala lain dari burnout saat bekerja. Anda mungkin secara tidak sengaja mengisolasi diri dari orang lain, meskipun mereka adalah orang yang Anda cintai.
Isolasi adalah gejala umum, tetapi juga bisa menjadi alasan berkembangnya burnout. Anda mulai mengabaikan orang-orang di sekitar karena merasa terlalu kewalahan dan terlalu cemas untuk bersosialisasi dengan mereka.
Oleh karena itu, dalam benak Anda, Anda mungkin berpikir tidak ingin repot-repot untuk membangun interaksi. Atau Anda tidak ingin memproyeksikan ketegangan dan energi negatif kepada orang lain. Merasa terlalu lelah untuk bersosialisasi selama beberapa minggu adalah tanda burnout yang sangat serius dan harus segera diatasi.
Advertisement
Gejala burnout saat bekerja yang ketiga adalah tidak pernah merasa puas atau bahagia atas kinerja yang sudah dilakukan. Tidak pernah merasa puas biasanya dibarengi dengan perasaan tidak pernah merasa cukup baik atau berharga. Jika Anda merasa tidak layak berada di tempat kerja Anda sekarang, bagaimana Anda bisa bekerja dengan baik?
Kebanyakan orang cenderung berpegang pada standar yang lebih tinggi daripada orang lain. Namun, Anda harus bersikap baik pada diri sendiri. Tidak ada yang sempurna, begitu pula dalam setiap pekerjaan.
Anda mungkin seorang perfeksionis, yang berada dalam pertempuran mental yang konstan untuk mengejar kesempurnaan dalam setiap hasil kerja. Kebenaran dari masalah ini adalah, bahwa kesempurnaan ada di mata yang melihatnya.
Terbungkus dalam perfeksionisme dapat membawa Anda ke jalan menuju burnout. Menyalahkan diri sendiri karena tidak sempurna atau mencapai standar tertentu yang sulit diraih dapat melelahkan secara emosional, dan membuat Anda merasa terkuras secara emosional dan mental. Anda mungkin merasa waktu terbuang sia-sia jika hasil pekerjaan tidak seperti yang direncanakan.
Advertisement
Gejala burnout saat bekerja yang ke empat adalah adanya perasaan berjuang mati-matian untuk bertahan dalam menjalani aktivitas pekerjaan setiap harinya. Jika Anda merasa begitu terbebani, cemas, dan stres untuk menyelesaikan hari, ini bisa jadi merupakan gejala burnout.
Perasaan ini menunjukkan bahwa Anda berada dalam mode bertahan hidup. Jika Anda merasa seperti baru saja melewati hari dengan gigih, mungkin Anda tidak menikmati apa pun yang Anda lakukan.
Tidak menikmati apa yang dilakukan di tempat kerja dan merasa stres karena tugas dapat menyebabkan diri berjuang untuk melewati hari. Jika Anda tidak merasa puas dengan apa yang telah diri Anda lakukan, maka ini adalah salah satu gejala burnout saat bekerja.
Advertisement
Gejala burnout saat bekerja yang kelima adalah adanya kecenderungan menggunakan benda-benda fisik untuk menyamarkan perasaan yang sebenarnya. Terkadang saat merasa sedih, Anda mungkin mencoba menutupi perasaan dengan mengambil kenyamanan dalam hal-hal materi.
Entah itu kebiasaan berbelanja atau kecanduan sesuatu, hal tersebut adalah sesuatu yang secara tidak sengaja Anda gunakan untuk mengalihkan perhatian dari perasaan batin. Ini mungkin tampak seperti memberi plester luka pada burnout atau emosi yang terbakar dan berkecamuk.
Pertanyaannya, apakah hal itu membantu? Atau hanya menutupinya untuk sementara? Jika ini hanya perbaikan sementara, apa yang harus dilakukan untuk jangka panjang?
Menurut HuffPost Canada, memendam emosi atau menutupi perasaan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang merugikan. Jadi Anda harus mengatasi perasaan ini dengan sehat.
Advertisement
Gejala burnout saat kerja yang ke enam adalah merasakan bahwa diri Anda memiliki terlalu banyak beban untuk dipikul dan diselesaikan. Anda mungkin merasa siap untuk menyerah karena hal ini.
Mungkin Anda juga merasa terlambat atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Penting untuk tetap berhubungan dengan ekspektasi diri dan ekspektasi orang lain terhadap diri Anda.
Jika Anda sering merasa gagal, maka Anda mungkin merasa lelah. Mengalami burnout dapat terjadi karena Anda melakukan beberapa hal berbeda sekaligus.
Ini dapat membuat seolah diri seperti tenggelam dalam tugas pekerjaan. Ketika Anda terus-menerus bepergian karena kerja dan tidak pernah punya waktu untuk bersantai, sangat mudah untuk merasakan burnout.
Advertisement
Gejala burnout saat bekerja yang ke tujuh adalah adanya perasaan ragu untuk meminta bantuan atau mengandalkan pertolongan dari orang lain. Anda mungkin merasa ragu untuk meminta bantuan kepada orang lain karena tidak ingin mereka mengalami perasaan tertekan yang Anda rasakan.
Jadi, Anda memilih untuk menolak meminta bantuan. Atau, Anda mungkin menyimpan stres pribadi Anda sendiri, yang pada akhirnya akan menggerogoti diri. Perasaan ragu ini bisa juga disebabkan karena Anda begitu memikirkan segala sesuatunya sehingga tidak dapat menemukan kata-kata untuk menjelaskan perasaan Anda kepada siapa pun.
Anda mungkin merasa tidak layak untuk dibantu. Hal ini lantas hanya akan membuat Anda menekan diri sendiri dengan terlalu keras. Kemudian, Anda akan merasa sangat lelah sehingga mengalami gejala burnout.
Advertisement
Untungnya, ada beberapa cara untuk mengatasi gejala burnout yang disebutkan di atas. Banyak dari metode ini mengharuskan Anda agar rileks.
Sepintas hal ini memang jauh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, terutama bagi seseorang yang berjuang dengan perfeksionisme kerja. Namun, mengatasi perasaan burnout saat bekerja sangatlah penting.
Jadi, daripada menyelesaikan semua tugas pekerjaan dengan sempurna dan secepat mungkin, pertimbangkan untuk melakukannya dengan perlahan-lahan sambil mencoba untuk mengatasi perasaan negatif Anda.
Anda dapat mulai dengan mementingkan kesehatan dan keinginan diri dibanding orang lain, usahakan bekerja sesuai dengan porsi atau jobdesk. Kelilingi diri dengan energi yang positif, batasi diri Anda dengan jelas, dan cobalah untuk melakukan yoga atau meditasi agar pikiran Anda menjadi lebih tenang dan terkontrol.