Potret Bangunan Mewah di Surabaya dengan Arsitektur Asli Indonesia, Ada Pabrik Cokelat hingga Rumah Pribadi

Bangunan-bangunan ini bertolak belakang dengan konsep arsitektur modern saat ini.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Potret Bangunan Mewah di Surabaya dengan Arsitektur Asli Indonesia, Ada Pabrik Cokelat hingga Rumah Pribadi
Potret Bangunan Mewah di Surabaya dengan Arsitektur Asli Indonesia, Ada Pabrik Cokelat hingga Rumah Pribadi (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Pemkot Surabaya

Arsitektur jengki merupakan gaya arsitektur asli Indonesia. Gaya arsitektur ini muncul karena keinginan kuat para arsitek Indonesia lepas dari bayang-bayang gaya arsitektur kolonial.

Gaya arsitektur jengki tersebar di Indonesia pada tahun 1950 hingga 1960-an.

Menurut Josef Prijotomo, profesor Perkembangan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan, sebagian besar pencetus lahirnya gaya jengki adalah lulusan STM yang pernah menjadi aannemer (ahli bangunan) di perusahaan Belanda.

Mereka dipekerjakan saat arsitek Belanda harus pulang kampung ke negerinya.

Sayangnya masa kejayaan gaya arsitektur jengki hanya bertahan sekitar satu deakde. 

Gaya jengki tenggelam dan hanyut terbawa oleh arus ilmu rancang bangun yang diajarkan kepada arsitek-arsitek baru lulusan perguruan tinggi dalam negeri. 

Tak heran jika hanya sedikit bangunan jengki yang sempat didirikan, apalagi yang masih bertahan hingga kini.

Beberapa bangunan bergaya jengki masih bisa dijumpai di Kota Surabaya, Jawa Timur. Mulai dari rumah pribadi hingga pabrik cokelat.

Rumah Salim Martak
© 2024 merdeka.com/Wordpress Kami Arsitek Jengki

Pada tahun 1952, Salim Martak, warga Surabaya membeli mess TNI AD bergaya kolonial di Jalan Untung Suropati Kota Surabaya. Pada tahun 1963, ia merenovasinya dengan jasa seorang pemborong bernama Timboel.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Bekas mess TNI AD itu diperluas bagian depannya serta ditambahkan lantai dua dengan gaya khas jengki. Fasad yang berubah total membuat bangunan ini lebih cantik.

Pabrik Cokelat
Dok. Istimewa

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, bangunan ini merupakan pabrik roti bernama De Ruiter Bread. Pada tahun 1950-1950-an, bangunan awalnya bergaya kolonial.

Mengutip wordpress Kami Arsitek Jengki, setelah kolonial Belanda hengkang, bangunan pabrik roti dinasionalisasi dan dikelola oleh PT. Multi Aneka Pangan Nusantara (PT. Mapan).

Agar berbeda dari sebelumnya, bangunan ini kemudian diubah menjadi gaya arsitektural jengki. 

Taman Makam Pahlawan
Dok. Istimewa

Tak jauh dari pabrik cokelat, ada Taman Makam Pahlawan yang juga mengadopsi gaya arsitektur jengki. Beton dilipat berulang. Setiap lipatan membentuk kurva yang diulang hingga berhenti di bagian tengah kurva.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kolom penyangganya juga dibuat tidak simetri. Karakteristik ini menjadi salah satu ciri khas bangunan jengki yang ada pada beberapa bangunan lainnya seperti Wisma Djendral Ahmad Yani di Kabupaten Gresik.

Rekomendasi