Penyebab Penyakit Celiac dan Gejalanya, Patut Diketahui
Merdeka.com - Penyakit celiac adalah penyakit autoimun serius yang terjadi pada orang yang memiliki kecenderungan genetik di mana konsumsi gluten menyebabkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini juga dikenal sebagai sariawan celiac, sariawan nontropis, atau enteropati sensitif gluten.
Ketika seorang penderita celiac mengonsumsi sesuatu dengan kandungan gluten, tubuh mereka akan bereaksi berlebihan terhadap protein dan merusak vili, sebuah tonjolan seperti jari kecil yang ditemukan di sepanjang dinding usus kecil. Dan ketika vili terluka, usus kecil tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan dengan baik.
Pada akhirnya, hal ini dapat menyebabkan kekurangan gizi, serta hilangnya kepadatan tulang, keguguran, infertilitas atau bahkan penyakit saraf atau kanker tertentu. Berikut informasi selengkapnya mengenai penyebab penyakit celiac beserta gejala dan penanganannya yang perlu Anda ketahui.
Mengenal Apa Itu Penyakit Celiac
Penyakit celiac, kadang-kadang disebut celiac sprue atau enteropati sensitif gluten, adalah reaksi kekebalan terhadap konsumsi gluten, protein yang ditemukan dalam gandum, barley dan gandum hitam.
Mengutip mayoclinic.com, jika Anda memiliki penyakit celiac, mengonsumsi gluten memicu respons imun di usus kecil. Seiring waktu, reaksi ini merusak lapisan usus kecil dan mencegahnya menyerap beberapa nutrisi (malabsorpsi).
Kerusakan usus ini seringkali menyebabkan diare, kelelahan, penurunan berat badan, kembung dan anemia, dan dapat menyebabkan komplikasi serius. Pada anak-anak, malabsorpsi dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, selain menyebabkan gejala yang terlihat pada orang dewasa.
Saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit celiac. Tetapi, menjalani diet bebas gluten yang ketat dapat membantu mengelola gejala dan meningkatkan penyembuhan usus bagi para penderitanya.
Penyebab Penyakit Celiac
Mengutip laman celiac.org, penyakit celiac bersifat turun temurun. Artinya, penyakit ini dapat diturunkan dalam keluarga. Orang dengan kerabat tingkat pertama yang menderita penyakit celiac (orang tua, anak, saudara kandung) memiliki 1 dari 10 risiko terkena penyakit celiac.
Penyakit celiac dapat berkembang pada usia berapa pun setelah seseorang mulai mengonsumsi gluten. Jika tidak diobati, penyakit celiac dapat menyebabkan masalah kesehatan tambahan yang serius. Gen yang dikombinasikan dengan mengonsumsi makanan gluten dan faktor lain dapat berkontribusi pada penyakit celiac,
Praktik pemberian makan bayi, infeksi gastrointestinal, dan bakteri usus juga dapat berkontribusi sebagai penyebab penyakit celiac. Terkadang, penyakit celiac menjadi aktif setelah operasi, kehamilan, persalinan, infeksi virus atau stres emosional yang parah.
Ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap gluten dalam makanan, reaksi tersebut merusak tonjolan kecil seperti rambut (vili) yang melapisi usus kecil. Vili menyerap vitamin, mineral dan nutrisi lain dari makanan yang Anda makan. Jika vili Anda rusak, Anda tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup sebanyak apapun Anda makan.
Penyakit celiac cenderung lebih sering terjadi pada orang yang memiliki:
Gejala dan Penanganan
Tanda dan gejala penyakit celiac dapat sangat bervariasi dan berbeda pada anak-anak dan orang dewasa. Jika Anda memiliki penyakit celiac dan secara tidak sengaja memakan sesuatu yang mengandung gluten, Anda mungkin memiliki gejala seperti di bawah ini;
Anak-anak yang menderita penyakit celiac lebih cenderung memiliki masalah usus. Berikut gejala penyakit celiac pada anak-anak;
Kebanyakan penderita penyakit celiac memiliki satu atau lebih gejala sebelum mereka didiagnosis dan memulai pengobatan. Gejala biasanya membaik dan mungkin hilang setelah mereka mulai mengonsumsi makanan bebas gluten. Namun, gejala juga dapat kembali jika mereka mengonsumsi gluten lagi meski dalam jumlah kecil.
Tergantung pada usia saat dokter mendiagnosis penyakit celiac Anda, beberapa gejala, seperti tinggi badan yang pendek dan cacat gigi, mungkin tidak akan membaik. Penderita penyakit celiac yang tidak memiliki gejala masih dapat mengalami komplikasi dari waktu ke waktu jika tidak segera mendapatkan pengobatan medis profesional.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya