Penyebab Kucing Mencret dan Cara Mengatasinya dengan Tepat, Wajib Tahu
Merdeka.com - Memiliki kucing sebagai hewan peliharaan adalah hal yang menyenangkan. Dan sebagai pemilik, Anda tentu harus memastikan kesehatan kucing terus terjamin. Seperti halnya manusia, kucing juga bisa mengalami banyak gangguan pada kesehatannya.
Salah satu gangguan kesehatan yang kerap menimpa kucing adalah mencret. Terlebih jika saluran pencernaan kucing peliharaan Anda sensitif, maka kucing akan mudah mengalaminya. Penyebab kucing mencret bisa bermacam-macam.
Yang paling umum, penyebab kucing mencret adalah karena faktor makanan. Atau, bisa juga karena kucing sedang cacingan. Sebagai pemilik, Anda harus peka dan cepat tanggap terhadap perubahan pada pola dan kebiasaan kucing Anda ini.
Dilansir dari liputan6.com, berikut ini adalah beberapa penyebab kucing mencret yang paling umum yang perlu Anda ketahui. Dengan ini, diharapkan Anda bisa menanganinya secara tepat.
1. Kualitas Makanan yang Rendah
Penyebab kucing mencret yang pertama adalah karena mengonsumsi makanan yang berkualitas rendah. Beberapa makanan kucing komersial biasanya mengandung bahan-bahan seperti kulit binatang, kuku, mata, kepala, paruh hingga bulu burung.
Sebelum ditambahkan sebagai bahan makanan kucing, bahan-bahan ini diproses terlebih dahulu untuk menghilangkan bakteri berbahaya. Dan, bahan-bahan ini sebenarnya merupakan sumber protein.
Namun, beberapa kucing peliharaan mungkin saja akan mengalami masalah pencernaan setelah mengonsumsinya. Terutama bagi kucing yang memiliki sistem pencernaan sensitif. Hal ini lantas mengakibatkan kucing menjadi mencret.
Untuk itu, ada baiknya mencari makanan kucing yang tingkat kehigienisannya sama seperti makanan manusia. Akan tetapi perlu digarisbawahi, tidak semua makanan kucing tingkat manusia itu lengkap atau seimbang.
2. Intelorensi dan Alergi Makanan
Penyebab kucing mencret yang kedua adalah karena adanya intoleransi dan alergi pada makanan kucing yang diberikan. Beberapa pemilik kucing terkadang masih belum menyadari jika kucing bisa mengembangkan alergi seperti halnya pada manusia.
Di kebanyakan kasus, intoleransi dan alergi makanan kucing dapat menjadi akar permasalahan mencret serta diare yang kronis pada kucing. Gangguan kesehatan ini bahkan bisa terjadi dalam jangka waktu yang lama.
Perlu diketahui juga, bahwa alergi pada kucing dapat berkembang saat mereka diberi makanan yang sama dalam jangka waktu yang terlalu lama. Untuk itu, Anda harus memahami kondisi mereka.
Tanda kucing memiliki alergi biasanya adalah diare, meskipun kesehatannya secara keseluruhan menunjukkan kondisi yang baik.
3. Infeksi Virus dan Bakteri
Penyebab kucing mencret yang ketiga adalah karena adanya infeksi virus dan bakteri. Pada kucing, infeksi virus dan bakteri ini memiliki potensi yang cukup membahayakan. Infeksi virus dan bakteri, khususnya pada saluran pencernaan kucing, mampu menyebabkan diare dan muntah yang cukup parah.
Diare dan muntah tentu bisa mengakibatkan berat badan kucing mengalami penurunan yang drastis serta dehidrasi ekstrem. Sebagai informasi, diare akut kerap dijadikan sebagai indikator adanya kelebihan bakteri di usus kecil kucing.
Meskipun bisa sembuh sendiri dalam seminggu, sebagai pemilik Anda tetap harus mewaspadainya. Anda juga harus mengawasi serta memberikan perawatan pengobatan ke dokter hewan jika diperlukan.
4. Parasit
Parasit adalah penyebab kucing mencret yang ke empat. Parasit dapat masuk melalui kotoran yang terinfeksi. Selain itu, parasit juga bisa masuk melalui air dan makanan yang telah terkontaminasi. Nantinya, parasit akan masuk ke dalam tubuh dan saluran usus kucing.
Meskipun mencret karena parasit biasanya hanya berlangsung singkat, jika terjadi dengan akut dapat menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Terlebih jika diare parasit tersebut tidak segera diobati dengan tepat.
Gejala infeksi parasit internal biasanya adalah diare, muntah dan anemia. Kucing juga bisa lebih rentan terhadap jenis infeksi lainnya. Perlu untuk diketahui, anak kucing lebih rentan terhadap parasit usus.
Untuk itu, ada baiknya Anda membuat langkah pencegahan agar tak terjadi diare akibat parasit. Sebab, hal ini sangat penting untuk kesehatan masa depan kucing peliharaan Anda.
5. Konsumsi Susu
Penyebab kucing mencret yang kelima adalah karena konsumsi susu. Banyak dari kucing peliharan yang suka minum dan menjilati mangkuk susu mereka hingga bersih. Namun perlu diperhatikan, susu yang dikonsumsi kucing harus dari spesies yang sama.
Hal ini karena kucing tidak mempunyai enzim yang diperlukan untuk memecah gula yang ditemukan pada susu sapi. Untuk itu, memberi kucing susu hewan lain dapat membuat mereka berisiko mengalami masalah pada saluran pencernaan sekunder yang tinggi. Masalah tersebut seperti muntah serta diare.
6. Penyakit Hati dan Ginjal
Penyakit hati dan ginjal adalah penyebab kucing mencret yang selanjutnya. Organ detoksifikasi ini rupanya sangat penting untuk kesehatan kucing. Saat ada yang salah pada hati atau ginjal, maka mencret menjadi salah satu gejala pertama yang berkembang.
Akan tetapi, mencret tersebut tidak bisa membuat para dokter hewan mendiagnosis adanya disfungsi hati atau ginjal. Karena masih diperlukan serangkaian tes lainnya untuk memeriksa fungsi kinerja hati dan ginjal.
Dengan penyakit ginjal atau hati ini, diagnosis yang tepat waktu memiliki peranan begitu penting. Agar laju perkembangan penyakit bisa diperlambat atau dihentikan.
Cara Mengatasi Kucing Mencret
Kucing yang mengalami gangguan pencernaan berupa mencret selama beberapa hari sebaiknya dibawa untuk diperiksakan ke dokter hewan guna penangan yang tepat. Dilansir dari pethealthnetwork.com, pendekatan non-spesifik dapat diadopsi untuk mengatasi kucing yang sedang mencret.
Untuk kucing dewasa yang sehat, dokter hewan mungkin akan menyarankan Anda untuk menahan pemberian makanan kucing selama 24 jam atau memberi makan sejumlah kecil saja makanan ringan yang mudah dicerna.
Sementara itu, air harus diberikan setiap saat. Makanan terbaik untuk kucing yang sedang mencret seringkali adalah makanan yang disediakan oleh dokter hewan, yang diformulasikan secara khusus dengan keseimbangan serat yang memberi makan bakteri baik yang ditemukan di usus kucing Anda.
Dalam beberapa kasus, diet rumahan yang hambar seperti nasi rebus dengan ayam rebus tanpa kulit juga mungkin direkomendasikan. Agen antidiare, obat cacing, dan/atau probiotik (bakteri yang mendukung kesehatan usus) juga dapat diresepkan dalam beberapa kasus.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya