Orang Tua Meninggal karena Covid-19, Begini Nasib Ratusan Anak di Bondowoso

Kamis, 12 Agustus 2021 08:41 Reporter : Rizka Nur Laily M
Orang Tua Meninggal karena Covid-19, Begini Nasib Ratusan Anak di Bondowoso Ilustrasi anak-anak. ©shutterstock.com/paulaphoto

Merdeka.com - Ratusan anak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur menjadi yatim, piatu, bahkan yatim-piatu lantaran orang tuanya meninggal karena Covid-19. Total sekitar 182 anak dengan rentang usia bervariasi yang harus kehilangan orang tuanya. Rentang usianya mulai dari balita hingga 10 tahun.

Ketua Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama) Bondowoso, Untung Kuzairi mengatakan, data tersebut diperoleh dari hasil kerja sama dengan MWCNU (Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) di masing-masing kecamatan.

"Data ini berdasarkan laporan teman-teman dari bawah. Data ini sudah by name by address. Tetapi perlu kerja sama dengan pihak terkait agar semua anak bisa terdata," jelasnya,Selasa (10/8/2021), dikutip dari liputan6.

2 dari 3 halaman

Pendampingan

Pj Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bondowoso Anisatul Hamidah mengaku pihaknya tengah mendata anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Lebih lanjut, anak-anak tersebut akan mendapatkan pendampingan dari Dinsos setempat.

"Kita kita memastikan mereka mendapatkan pendampingan psiko-sosialnya," ujarnya.

Selain itu, Dinsos juga memantau kegiatan di rumah dan nasib pendidikan anak-anak ini sejak ditinggalkan orang tuanya.

"Data itu terus kita indentifikasi," lanjutnya saat dikonfirmasi usai kegiatan vaksinasi di Polres Bondowoso, Selasa (10/8/2021).

Terkait hal ini, Dinsos akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait lain, yakni DPPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana), BPBD, Dispenduk dan Dinas Kesehatan.

"Jadi kita bisa memantau dari KK (Kartu Keluarga) mereka. Jadi dari data yang meninggal karena Covid-19 bisa ketemu anak yatimnya berapa," terang perempuan yang akrab disapa Anis itu.

3 dari 3 halaman

Minta Warga Lapor Dinsos

ilustrasi corona©2020 Merdeka.com

Sementara ini, berdasarkan KK, Dinsos menemukan 198 anak-anak yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Jumlah ini belum final lantaran pendataan masih terus berlangsung.

"Kita akan pilah. Mereka yang butuh pendampingan dan advokasi itu yang mana," imbuhnya.

Anak yang tidak mempunyai pengasuh dari pihak saudara atau anggota keluarga yang lain akan diadvokasi supaya bersedia masuk panti.

"Maka kita akan advokasi agar mau masuk di panti. Semua dibiayai sampai mereka mendapatkan hak anak. Mendapatkan hak wajib belajar, itu yang kita pastikan," ungkapnya.

Anis mengungkapkan bahwa warga yang mendapati anak yang ditinggal mati orang tuanya karena Covid-19 bisa melapor ke Dinsos.

"Biar mendapatkan advokasi. Baik dari Tagana, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan tim yang ada di kami," pungkasnya. 

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini