Menyusuri Lambung KRI Pasopati, Kapal Selam Pertama TNI AL

Kamis, 30 September 2021 16:15 Reporter : Ibrahim Hasan
Menyusuri Lambung KRI Pasopati, Kapal Selam Pertama TNI AL Kapal Selam KRI Pasopati. ©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Merdeka.com - Sejarah kapal selam di Indonesia bermula dari KRI Pasopati yang kini jadi monumen di Surabaya. Indonesia patut bangga karena telah memiliki KRI Pasopati. Nampak gagah, meskipun tak lagi menyelam di lautan. Bertumpu pada beton, kapal selam KRI Pasopati mengistirahatkan lambung kapalnya untuk selamanya. Kini riwayatnya dapat dilihat sebagai wisata edukasi di Monumen Kapal Selam (Monkasel) Jl. Pemuda,Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur

Uniknya, kapal selam KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) Pasopati tidak didesain untuk perairan tropis Indonesia. Mengingat KRI Pasopati lahir di Uni Soviet yang diperuntukkan menyelam di perairan dingin Arktik. Meski tanpa pendingin, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) masih dapat mengoperasikannya dengan baik.

Kapal selam KRI Pasopati sendiri bergabung bersama TNI AL sejak tanggal 29 Januari 1962. Misi utamanya ialah pengawasan, menghancurkan garis musuh, hingga penggerebekan secara diam-diam.

kapal selam kri pasopati

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Inilah pusat kendali kapal selam KRI Pasopati. Teknologi manual dengan navigasi jarum yang berputar. Ratusan knop dan tuas masih terpasang untuk memegang gendali penuh saat kapal menyelam.

Terlihat usang, meski rutin dibersihkan. Namun beginilah penampakan lambung KRI Pasopati. Dipertahankan sesuai dengan kondisinya saat bertugas di dalamnya lautan. Kini telah dipasang inslatalasi udara sebagai penunjang wisatawan saat menyusuri lambung KRI Pasopati.

KRI Pasopati termasuk dalam kapal selam kelas Whiskey yang dibekali mesin diesel berbahan bakar solar. Meski disebut sebagai kapal selam bising di pada masanya. Daya jelajahnya cukup tangguh, mencapai 8.500 mil laut lepas Indonesia.dengan kecepatan 18.3 knot di permukaan, dan 13.5 knot saat berada di kedalaman.
kapal selam kri pasopati

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Melangkah ke depan ujung KRI Pasopati, terdapat sebuah ruang torpedo. Ruang torpedo haluan ini berisi 4 selongsong rudal torpedo yang berukuran besar. Panjangnya mencapai 7 meter Di tempat inilah senjata utama KRI Pasopati melancarkan serangan.

Selain ruang torpedo haluan, terdapat ruang torpedo buritan berjumlah 2 buah. Selain itu, terdapat 5 ruangan lain yang terdiri dari ruang komandan yang berdekatan dengan ruang kerja, ruang makan, dan penyimpan baterai; penyimpanan makanan; ruang awak kapal; ruang mesin diesel; kamar mesin listrik. KRI Pasopati 410 sendiri memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,3 meter.
kapal selam kri pasopati

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

Semua ruangan disekat oleh lorong yang merupakan pintu kedap udara dan air pada setiap bagian. Dapat dibayangkan betapa sempitnya berada di dalam lambung kapal selam KRI Pasopati. Terlebih tatkala kapal selam ini menyelam di hangatnya laut tropis Indonesia tanpa pendingin ruangan.

Melintasi lorong demi lorong ruangan terkadang perlu menundukkan kepala. Setidaknya KRI Pasopati mampu mengangkut 63 awak kapal. Selang selama 30 tahun tepatnya tahun 1970, KRI Pasopati pensiun membersamai TNI AL bertugas mengamankan perairan di Indonesia.
kapal selam kri pasopati

©2021 Merdeka.com/Yoyok Sunaryo

KRI Pasopati kedapatan turut membantu pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Saat itu, Kapal Selam KRI Pasopati 410 telah mengambil peran besar untuk mempertahankan hukum kelautan, seperti Operasi Trikora. Dalam operasi tersebut, KRI Pasopati 410 turun ke belakang garis musuh, memberi penindasan secara psikologis.

Beberapa antene masih terpasang dengan baik meski telah menjadi museum. Di punggungnya terdapat tulisan Pasopati 410, dulunya kapal selam ini berjajar dengan 12 kapal selam lain yang menjadi aset pertama kapal selam di Indonesia.

[Ibr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini