Advertisement
Keturunan Nabi Muhammad
Mengutip digilib.uinsa.ac.id, Sunan Bejagung Lor memiliki nama Syekh Abdullah Asy’ari. Ia lahir di Yaman dan merupakan keturunan ke-21 dari Rasulullah Muhammad SAW.
Ayah dari Sunan Bejagung Lor juga bukan orang biasa, ia adalah ulama besar bernama Syekh Jumadil Kubro yang makamnya terletak di Trowulan, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Advertisement
Kedatangan di Tanah Jawa
Hancurnya Kerajaan Pasai mendorong rombongan ulama dari Arab yang dipimpin Syekh Jumadil Kubro berlayar ke Pulau Jawa. Sunan Bejagung Lor turut serta dalam rombongan sang ayah.
(Foto: Steam Community)
Sesampainya di Jawa, Syekh Jumadil Kubro membagi tugas kepada anak-anaknya serta anggota rombongan lain untuk berdakwah di daerah berbeda-beda. Sunan Bejagung Lor diberi tugas berdakwah di wilayah Tuban.
Adipati Tuban ke-6 Aryo Dwikoro atau Aryo Tejo I sangat menghormati ulama pendatang tersebut, meskipun saat itu
ia belum menerima Islam sebagai agama baru. Rasa
hormat kepada Sunan Bejagung Lor diwujudkan dengan memberi tanah perdikan di sebuah daerah pegunungan yang kini bernama Desa Bejagung.
Advertisement
Kasunanan Bejagung
Sekitar tahun 1300 Masehi, putra Syekh Jumadil Kubro itu kemudian mendirikan Kasunanan Bejagung di tanah perdikan hadiah dari Arya Tejo I. Sejak saat itu, ia dikenal dengan sebutan Sunan Bejagung.
Kasunanan itu menjadi tempatnya berdakwah. Sunan Bejagung Lor rutin menggelar kajian keagamaan bersama masyarakat setempat yang tertarik mempelajari agama Islam. Cara dakwah Sunan Bejagung Lor yang sopan dan lemah lembut membuat masyarakat setempat kagum.
Seiring berjalannya waktu, makin banyak masyarakat yang tertarik belajar agama Islam. Sunan Bejagung Lor memutuskan mendirikan masjid sebagai sarana pengembangan pengetahuan agama.
Advertisement
Sosok Sederhana
Sehari-hari, Sunan Bejagung Lor dikenal sangat sederhana. Ia selalu mengenakan pakaian biasa serta tidak menunjukkan kesakralan seorang kiai. Hal ini membuat masyarakat tak takut bertanya kepada dirinya.
(Foto: Freepik)
Advertisement
Karomah
Sunan Bejagung disebut punya banyak karomah. Mengutip buku Babad Tanah Jawa dan buku Babad Tuban, setiap hari Sunan Bejagung Lor pergi ke Masjidil Haram Makkah untuk menyalakan lampu masjid dan melakukan azan di sana.
Versi lain menyebutkan bahwa Sunan Bejagung Lor tidak ada di kediamannya pada siang hari. Ia pergi ke Makkah untuk menyalakan lampu masjid sekaligus menjadi imam salat di sana. Pada malam harinya, Sunan Bejagung Lor sudah kembali berada di kediamannya.
Advertisement
Makam
Makam Sunan Bejagung Lor jadi salah satu tujuan wisata religi favorit di Tuban. Pada hari Kamis malam Jumat Wage, banyak peziarah datang ke makam ulama ini.
Mereka tak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga dari kota-kota lain.
(Foto: Google Maps)